Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Kesehatan

Daun Sintrong: Herbal Langka Penyehat Tubuh yang Kini Diburu Banyak Orang! 

1090
×

Daun Sintrong: Herbal Langka Penyehat Tubuh yang Kini Diburu Banyak Orang! 

Sebarkan artikel ini

Pringsewu, SniperNew.id — meningkat­nya kesadaran masyarakat ter­hadap gaya hidup sehat, tana­man liar yang dulu diang­gap gul­ma kini men­jel­ma jadi pri­madona baru dunia herbal. Salah sat­un­ya adalah daun Sin­trong (Cras­socephalum cre­pid­ioides) — tana­man liar yang kini mulai lang­ka dan banyak dibu­ru kare­na khasi­at­nya yang luar biasa bagi kese­hatan tubuh manu­sia, Selasa 15 Juli 2025.

  Lansia Penyintas Kanker: Hidup Lebih Panjang Harus Tetap Berkualitas

Daun sin­trong atau dike­nal juga seba­gai daun jomblo oleh seba­gian masyarakat desa, dulun­ya tum­buh liar di tepi jalan, kebun, atau sawah. Namun kini, keber­adaan­nya mulai sulit dite­mukan kare­na semakin banyak digu­nakan seba­gai bahan ramuan tra­di­sion­al dan alter­natif ala­mi untuk men­ja­ga kebugaran tubuh.

Menu­rut prak­tisi pen­go­b­atan herbal, daun sin­trong men­gan­dung senyawa antiok­si­dan ting­gi, vit­a­min A, vit­a­min C, ser­ta min­er­al pent­ing seper­ti kal­si­um dan zat besi. Kan­dun­gan ini mem­bu­at­nya san­gat berman­faat untuk:

* Menu­runk­an tekanan darah ting­gi
* Men­gu­ran­gi per­adan­gan dalam tubuh
* Melan­car­kan pencer­naan dan men­gatasi sem­be­lit
* Meningkatkan daya tahan tubuh secara ala­mi
* Mem­ban­tu penyem­buhan luka dan mem­per­cepat regen­erasi sel

  Primaya Hospital Tangerang Resmikan Poliklinik Eksekutif Berstandar Internasional

Salah satu peng­gu­na rutin daun sin­trong, Suma­ji (56) asal Pringsewu, Lam­pung, men­gaku merasakan peruba­han besar sete­lah rutin men­gon­sum­si rebu­san daun ini.

“Saya dulu ser­ing pus­ing dan ten­si naik turun. Tapi sejak minum air rebu­san sin­trong sem­i­ng­gu 3 kali, badan lebih enteng, jarang sak­it,” ungkap­nya.

Cara peman­faatan­nya pun san­gat seder­hana. Daun sin­trong bisa dire­bus untuk diminum airnya, dijadikan lala­pan men­tah bagi yang kuat den­gan aro­ma khas­nya, atau dik­er­ingkan seba­gai bahan teh herbal.

Namun, kare­na semakin banyaknya per­mintaan, daun ini mulai lang­ka di beber­a­pa daer­ah. Banyak pen­jual jamu kelil­ing dan peda­gang herbal men­geluhkan sulit­nya pasokan. Bahkan di beber­a­pa mar­ket­place, har­ga daun sin­trong ker­ing bisa men­ca­pai Rp100.000 per 100 gram angka yang san­gat ting­gi untuk jenis tana­man yang dulun­ya diang­gap tak berni­lai.

  Satu dari Empat Dewasa Indonesia Alami Obesitas, Usia Produktif Terancam Gangguan Metabolik

Pakar tana­man obat dari Uni­ver­si­tas Lam­pung, mengim­bau masyarakat untuk mulai mem­bu­di­dayakan daun sin­trong secara mandiri.

“Jan­gan hanya memetik liar, ini saat­nya kita tanam dan lestarikan. Khasi­at­nya luar biasa, dan san­gat poten­sial seba­gai komod­i­tas herbal masa depan,” ujarnya.

Kini, daun sin­trong bukan hanya sekadar tana­man ping­gir jalan. Ia telah naik kas­ta men­ja­di salah satu herbal lokal ter­baik yang wajib dilestarikan dan diman­faatkan secara bijak demi kese­hatan tubuh manu­sia.

SniperNew.id | Sehat itu Ala­mi, Herbal Solusinya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *