Pringsewu, SniperNew.id — meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat, tanaman liar yang dulu dianggap gulma kini menjelma jadi primadona baru dunia herbal. Salah satunya adalah daun Sintrong (Crassocephalum crepidioides) — tanaman liar yang kini mulai langka dan banyak diburu karena khasiatnya yang luar biasa bagi kesehatan tubuh manusia, Selasa 15 Juli 2025.
Daun sintrong atau dikenal juga sebagai daun jomblo oleh sebagian masyarakat desa, dulunya tumbuh liar di tepi jalan, kebun, atau sawah. Namun kini, keberadaannya mulai sulit ditemukan karena semakin banyak digunakan sebagai bahan ramuan tradisional dan alternatif alami untuk menjaga kebugaran tubuh.
Menurut praktisi pengobatan herbal, daun sintrong mengandung senyawa antioksidan tinggi, vitamin A, vitamin C, serta mineral penting seperti kalsium dan zat besi. Kandungan ini membuatnya sangat bermanfaat untuk:
* Menurunkan tekanan darah tinggi
* Mengurangi peradangan dalam tubuh
* Melancarkan pencernaan dan mengatasi sembelit
* Meningkatkan daya tahan tubuh secara alami
* Membantu penyembuhan luka dan mempercepat regenerasi sel
Salah satu pengguna rutin daun sintrong, Sumaji (56) asal Pringsewu, Lampung, mengaku merasakan perubahan besar setelah rutin mengonsumsi rebusan daun ini.
“Saya dulu sering pusing dan tensi naik turun. Tapi sejak minum air rebusan sintrong seminggu 3 kali, badan lebih enteng, jarang sakit,” ungkapnya.
Cara pemanfaatannya pun sangat sederhana. Daun sintrong bisa direbus untuk diminum airnya, dijadikan lalapan mentah bagi yang kuat dengan aroma khasnya, atau dikeringkan sebagai bahan teh herbal.
Namun, karena semakin banyaknya permintaan, daun ini mulai langka di beberapa daerah. Banyak penjual jamu keliling dan pedagang herbal mengeluhkan sulitnya pasokan. Bahkan di beberapa marketplace, harga daun sintrong kering bisa mencapai Rp100.000 per 100 gram angka yang sangat tinggi untuk jenis tanaman yang dulunya dianggap tak bernilai.
Pakar tanaman obat dari Universitas Lampung, mengimbau masyarakat untuk mulai membudidayakan daun sintrong secara mandiri.
“Jangan hanya memetik liar, ini saatnya kita tanam dan lestarikan. Khasiatnya luar biasa, dan sangat potensial sebagai komoditas herbal masa depan,” ujarnya.
Kini, daun sintrong bukan hanya sekadar tanaman pinggir jalan. Ia telah naik kasta menjadi salah satu herbal lokal terbaik yang wajib dilestarikan dan dimanfaatkan secara bijak demi kesehatan tubuh manusia.
SniperNew.id | Sehat itu Alami, Herbal Solusinya!



















