Berita Lifestyle

Sehat Itu Tidak Ada Harganya: Saat Gaya Hidup Sehat Jadi Aset Paling Berharga di Tengah Gempuran Zaman

346
×

Sehat Itu Tidak Ada Harganya: Saat Gaya Hidup Sehat Jadi Aset Paling Berharga di Tengah Gempuran Zaman

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id – “Sehat itu mahal, tapi sak­it jauh lebih mahal.” Kali­mat ini sudah ser­ing ter­den­gar, namun baru benar-benar terasa keti­ka tubuh tak lagi kuat, keti­ka ruti­ni­tas ter­gang­gu, dan saat kita harus mere­lakan aktiv­i­tas pent­ing kare­na ter­gang­gu oleh penyak­it. Rabu (18/6/2025).

Kini, di ten­gah hiruk pikuk zaman dan makin tingginya tun­tu­tan hidup, masyarakat Indone­sia — khusus­nya gen­erasi muda — semakin menyadari satu hal pent­ing: sehat itu tidak ada har­ganya. Kese­hatan bukan sekadar angka di tim­ban­gan atau tekanan darah di alat ukur, tapi keselu­ruhan kual­i­tas hidup. Ia menyangkut men­tal, fisik, hing­ga spir­i­tu­al.

Peruba­han ini terasa san­gat nya­ta sejak pan­de­mi COVID-19 meng­gun­cang dunia. Banyak orang yang sebelum­nya sibuk menge­jar pen­ca­pa­ian materi, ter­pak­sa berhen­ti dan mere­nun­gi bah­wa hal pal­ing berhar­ga dalam hidup bukan­lah kekayaan atau jabatan, tapi kese­hatan.

Pas­ca pan­de­mi, kesadaran itu bertrans­for­masi men­ja­di aksi nya­ta. Masyarakat mulai men­ja­ga pola makan, rajin bero­lahra­ga, dan bahkan melu­angkan wak­tu khusus untuk isti­ra­hat ser­ta kese­hatan men­tal.

Menu­rut survei Nielsen Indone­sia pada awal 2025, 7 dari 10 orang dewasa kini men­ga­lokasikan wak­tu khusus min­i­mal 3 hari dalam sem­i­ng­gu untuk aktiv­i­tas fisik, mulai dari lari pagi, yoga, hing­ga bersepe­da san­tai. Bahkan di kalan­gan Gen Z, tren pola makan sehat meningkat hing­ga 48% diband­ing tahun sebelum­nya.

  Erick Thohir Apresiasi Ibu Indonesia dan Atlet Perempuan

Tren ini tidak berdiri sendiri. Banyak tokoh dan komu­ni­tas turut berper­an aktif menyuarakan pent­ingnya gaya hidup sehat. Salah sat­un­ya adalah Raisa Anggrai­ni, influ­encer kebugaran dan nutrisi yang memi­li­ki lebih dari 2,5 juta pengikut di Insta­gram.

Dulu banyak orang menge­jar ‘body goals’, tapi sekarang mere­ka menge­jar ‘mind-body bal­ance’. Orang sudah capek hidup den­gan gaya tox­ic, jadi sekarang mulai dari makanan sehat, tidur cukup, sam­pai jour­nal­ing tiap malam,” ujar Raisa dalam sesi wawan­cara eksklusif.

Selain Raisa, komu­ni­tas-komu­ni­tas seper­ti Green Life Soci­ety, Sehat Bareng Indo, dan Jakar­ta Run­ners juga rutin men­gadakan kam­pa­nye dan kegiatan pub­lik, mulai dari senam mas­sal, work­shop meal prep, hing­ga sem­i­nar man­a­je­men stres.

Dulu, gaya hidup sehat ser­ing diiden­tikkan den­gan makanan mahal, gym eksklusif, dan ruti­ni­tas rumit. Kini, par­a­dig­ma itu berubah. Banyak orang mulai sadar bah­wa hidup sehat bisa dim­u­lai dari langkah seder­hana dan gratis.

Mis­al­nya, meng­gan­ti goren­gan den­gan buah potong, mem­bat­asi minu­man man­is dalam kemasan, atau memil­ih ber­jalan kaki dari­pa­da naik kendaraan untuk jarak dekat.

Dewi Larasati, seo­rang ibu rumah tang­ga di Bekasi, men­gubah kebi­asaan­nya sejak 2023. Ia meng­gan­ti sara­pan kelu­ar­ganya den­gan smooth­ies buah dan oat. Ia juga men­ga­jak anak-anak jalan kaki sore hari dari­pa­da menon­ton TV. Hasil­nya? Ia merasa lebih berte­na­ga, anak-anak jarang sak­it, dan pen­gelu­aran bulanan berku­rang.

  Unggahan Twitter Tanyakan Kebiasaan Pagi Pengguna Media Sosial

Dulu saya pikir gaya hidup sehat itu ribet dan mahal. Sekarang saya tahu, ting­gal mau atau tidak. Yang pent­ing niat,” ujar Dewi, tersenyum.

Tak hanya fisik, kese­hatan men­tal kini men­ja­di per­ha­t­ian uta­ma. Psikolog kli­n­is dr. Vira Lestari, M.Psi, menye­butkan bah­wa meningkat­nya tekanan hidup mem­bu­at banyak orang mulai mema­ha­mi pent­ingnya sta­bil­i­tas emo­sion­al.

Kese­hatan men­tal san­gat berpen­garuh pada sis­tem imun tubuh. Orang yang stres kro­nis lebih rentan terke­na penyak­it jan­tung, tekanan darah ting­gi, hing­ga gang­guan tidur,” ujarnya.

Ia men­yarankan agar masyarakat melu­angkan wak­tu untuk me time, men­gatur batasan dig­i­tal, ser­ta melakukan teknik mind­ful­ness min­i­mal 10 menit sehari.

Semen­tara itu, aplikasi med­i­tasi dan jour­nal­ing seper­ti Riliv dan Mindtera menun­jukkan lon­jakan peng­gu­na hing­ga 150% dalam 2 tahun ter­akhir.

Namun di balik seman­gat yang mulai menyala, tan­ta­n­gan terbe­sar tetap sama: kon­sis­ten­si. Banyak orang yang seman­gat di awal tapi kem­bali ke pola hidup lama sete­lah satu-dua bulan.

Selain itu, edukasi yang salah kaprah juga masih men­ja­di kendala. Banyak yang ter­makan mitos diet ekstrem, men­gan­dalkan suple­men tan­pa kon­trol, atau malah bero­lahra­ga berlebi­han tan­pa pema­haman dasar.

Gaya hidup sehat itu bukan sprint, tapi mara­ton. Harus berta­hap, real­is­tis, dan sesuai kebu­tuhan tubuh mas­ing-mas­ing,” tegas dr. Nadya Putri, SpGK, dok­ter spe­sialis gizi klinik.

Untuk mem­ban­tu masyarakat, berikut pan­d­u­an singkat mem­u­lai gaya hidup sehat ala para ahli:

1. Mulai dari Isi Pir­ing: Gunakan kon­sep “Isi Pir­ingku” – ½ pir­ing sayur dan buah, ¼ pro­tein, ¼ kar­bo­hidrat sehat.

  Teknik Bertahan di Hutan yang Dianggap Sepele, Namun Bisa Selamatkan Nyawa

2. Aktif Seti­ap Hari: Tidak harus ke gym, cukup ber­jalan kaki 30 menit per hari sudah mem­ban­tu jan­tung dan metab­o­lisme.

3. Tidur Berkual­i­tas: Pastikan tidur 7–8 jam per malam tan­pa gang­guan gad­get.

4. Kuran­gi Stres: Med­i­tasi, jour­nal­ing, atau sekadar bercengkra­ma den­gan kelu­ar­ga bisa san­gat mem­ban­tu.

5. Per­banyak Air Putih: Minum 8 gelas air putih per hari mem­ban­tu detoks ala­mi tubuh.

6. Batasi Gula dan Garam: Kon­sum­si gula mak­si­mal 4 sendok makan per hari, dan garam tidak lebih dari 1 sendok teh.

Kare­na biaya sak­it makin ting­gi. Data BPJS Kese­hatan menun­jukkan bah­wa pem­bi­ayaan penyak­it tidak menu­lar seper­ti stroke, dia­betes, dan jan­tung meng­habiskan lebih dari Rp25 tril­i­un pada tahun 2024.

Seba­gian besar penyak­it ini sebe­narnya bisa dice­gah den­gan pola hidup sehat. Menun­da hidup sehat sama saja den­gan men­gun­dang risiko di masa depan.

Di zaman yang ser­ba cepat dan penuh dis­trak­si, kese­hatan ser­ing kali terlu­pakan. Tapi jus­tru dalam kon­disi ini­lah kita harus lebih peduli. Kese­hatan bukan soal tampil keren, tapi soal sia­pa yang mam­pu hadir penuh dalam hidup­nya, hari demi hari.

Jan­gan menung­gu diag­no­sis buruk untuk berubah. Mulailah dari sekarang. Gan­ti satu kebi­asaan kecil seti­ap ming­gu. Pil­ih hidup sehat bukan kare­na dipak­sa, tapi kare­na sadar bah­wa sehat itu tidak ada har­ganya.

Edi­tor: Redak­si SniperNew.id
Reporter: Tim Liputan Gaya Hidup

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *