Kutai Kartanegara, SniperNew.id – Kepanikan sempat terjadi di lingkungan warga Jalan Belida 2, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kamis (21/8/2025) pagi. Sebuah tabung gas dilaporkan bocor hingga memicu percikan api yang menimbulkan kebakaran kecil. Beruntung, kesigapan tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kutai Kartanegara (Kukar) berhasil mencegah peristiwa itu meluas.
Informasi yang dihimpun dari akun resmi media sosial Damkar Kukar, “damkarmatan_kukar”, peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan sekitar pukul 09.57 Wita. Laporan menyebutkan adanya kebocoran tabung gas di salah satu rumah warga yang kemudian memicu api. Hanya berselang tiga menit, tepat pukul 10.00 Wita, tim Damkar tiba di lokasi.
Menurut keterangan warga sekitar, insiden bermula ketika penghuni rumah hendak menggunakan tabung gas untuk keperluan memasak. Diduga regulator tidak terpasang dengan benar sehingga menyebabkan gas keluar dan menimbulkan percikan api. Api sempat terlihat menjalar di sekitar tabung, membuat warga panik dan berusaha menjauh demi keselamatan.
Seorang saksi mata, Ahmad (35), mengaku sempat melihat asap tipis sebelum api membesar. “Kami langsung khawatir, apalagi rumah di sini berhimpitan. Begitu ada tanda-tanda api, kami buru-buru hubungi Damkar,” ujarnya.
Situasi cepat terkendali setelah tim Damkar Kukar datang dengan perlengkapan lengkap. Petugas langsung melakukan pemadaman dan pendinginan di titik api. Upaya itu berhasil memadamkan api dalam waktu singkat tanpa menimbulkan kerusakan besar maupun korban jiwa.
Kepala Bidang Operasional Damkar Kukar, yang dihubungi terpisah, menegaskan bahwa kecepatan respons merupakan kunci utama dalam menekan risiko kebakaran. “Begitu menerima laporan pukul 09.57 Wita, tim segera meluncur ke lokasi. Hanya tiga menit kemudian, pasukan sudah berada di Jalan Belida 2. Dengan kecepatan itu, api berhasil dilokalisasi sebelum menyambar bagian rumah yang lain,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kasus kebakaran akibat kebocoran tabung gas masih sering terjadi. Faktor penyebabnya beragam, mulai dari kualitas tabung yang sudah tua, pemasangan regulator yang kurang tepat, hingga kelalaian saat pemakaian.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih waspada saat menggunakan tabung gas elpiji di rumah. Damkar Kukar dalam unggahan resminya juga mengimbau agar warga melakukan pengecekan rutin pada selang dan regulator.
“Pastikan tidak ada kebocoran dengan melakukan uji sederhana menggunakan air sabun. Jika muncul gelembung, itu tandanya ada kebocoran,” tulis akun damkarmatan_kukar. Selain itu, warga juga diingatkan untuk selalu menyimpan tabung gas di ruang yang memiliki sirkulasi udara baik, serta tidak menyalakan api atau listrik ketika tercium bau gas.
Upaya edukasi ini sejalan dengan misi Damkar Kukar untuk tidak hanya hadir saat darurat, tetapi juga mendorong pencegahan kebakaran. Sosialisasi mengenai keamanan penggunaan gas elpiji sudah beberapa kali dilakukan, baik melalui pertemuan masyarakat, sekolah, hingga kampanye daring di media sosial.
Bagi masyarakat yang membutuhkan layanan darurat, Damkar Kukar menyediakan saluran komunikasi yang bisa diakses 24 jam. Layanan bisa dihubungi melalui WhatsApp di nomor 0813 3595 1973 atau telepon kantor di (0541) 661009. Nomor ini aktif untuk menerima laporan kebakaran, penyelamatan, maupun kondisi darurat lainnya.
Kehadiran layanan ini diharapkan memudahkan masyarakat melaporkan insiden sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. “Semakin cepat laporan masuk, semakin kecil risiko kerugian yang ditimbulkan,” tambah pejabat Damkar Kukar.
Warga sekitar Jalan Belida 2 menyampaikan apresiasi atas kesigapan Damkar Kukar. Mereka menilai kecepatan respons dan ketepatan tindakan membuat situasi yang semula panik berubah menjadi aman.
“Kami sangat bersyukur Damkar datang cepat sekali. Kalau terlambat sedikit saja, mungkin api bisa membesar dan merembet ke rumah lain,” ujar Siti (42), salah seorang warga.
Selain apresiasi, warga juga berharap agar pemerintah daerah semakin gencar melakukan pengecekan berkala terhadap tabung gas bersubsidi yang banyak digunakan masyarakat. Menurut mereka, kualitas tabung yang sudah lama beredar kerap menimbulkan kerentanan kebocoran.
Kebakaran rumah akibat tabung gas bukan hal baru di Indonesia. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan, kasus serupa menjadi salah satu penyebab kebakaran rumah tangga yang paling sering dilaporkan. Oleh sebab itu, kewaspadaan masyarakat perlu terus ditingkatkan.
Peristiwa di Kelurahan Timbau ini beruntung dapat ditangani dengan cepat sehingga tidak menimbulkan kerugian besar. Namun, pengalaman tersebut sekaligus menjadi pelajaran agar masyarakat lebih berhati-hati.
Damkar Kukar menegaskan komitmennya untuk selalu siap siaga dalam memberikan pelayanan darurat. Mereka juga mengajak warga bersama-sama menjaga keselamatan lingkungan. “Kebakaran bisa dicegah dengan kewaspadaan. Jangan tunggu insiden terjadi, mari kita lakukan pencegahan sejak dini,” tutup keterangan resmi Damkar Kukar.
Editor: (Ahmad)






