Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Lifestyle

Bu Dona, Pejuang Kesehatan Pedalaman yang Dinobatkan Jadi Nakes Teladan Sumbar

510
×

Bu Dona, Pejuang Kesehatan Pedalaman yang Dinobatkan Jadi Nakes Teladan Sumbar

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id — Dalam sebuah momen yang penuh mak­na dan men­gin­spi­rasi, akun res­mi Vas­co Ruseimy di media sosial Threads men­gung­gah potret perte­muan hangat bersama sosok luar biasa Bu Dona, seo­rang tena­ga kese­hatan yang seti­ap hari men­em­bus hutan dan menye­beran­gi sun­gai demi melayani pasien di daer­ah ter­pen­cil, Selasa 05 Agus­tus 2025.

“Seti­ap hari ia lin­tasi hutan, bahkan menye­beran­gi sun­gai demi pasien di pelosok. “tulis Vas­co Ruseimy, peja­bat Pem­prov Sumat­era Barat, yang juga ter­li­hat dalam ung­ga­han video bersama beber­a­pa peja­bat ASN dan per­wak­i­lan Bank Nagari.

  Mahasiswi Indonesia Wisuda di AS, Ajak Sang Ayah Saksikan Momen Bersejarah

Dalam ung­ga­han terse­but, dije­laskan bah­wa ben­tuk peng­har­gaan ter­hadap dedikasi luar biasa Bu Dona tidak hanya diberikan dalam ben­tuk pujian. Pemer­in­tah Provin­si Sumat­era Barat bek­er­ja sama den­gan Bank Nagari meng­ha­di­ahkan peng­har­gaan istime­wa beru­pa tabun­gan pen­didikan untuk anak Bu Dona. Tidak berhen­ti di situ, men­je­lang peringatan Hari Kemerdekaan Indone­sia pada 17 Agus­tus men­datang, Bu Dona akan res­mi dino­batkan seba­gai “Nakes Teladan Sum­bar 2025”.

“Seba­gai ben­tuk apre­si­asi, kami bersama Bank Nagari mem­berikan peng­har­gaan dan tabun­gan pen­didikan untuk anak Bu Dona, dan di hari kemerdekaan 17 Agus­tus ini, Bu Dona akan kita nobatkan seba­gai Nakes Teladan oleh Pem­prov Sum­bar.”

Bu Dona, yang sehari-hari men­ge­nakan paka­ian seder­hana dan berjil­bab putih, ter­li­hat duduk ten­ang namun penuh seman­gat dalam perte­muan terse­but. Ia men­ja­di sim­bol ketu­lu­san dan pengab­di­an sejati, teruta­ma di masa kini keti­ka integri­tas dan dedikasi dalam dunia pelayanan pub­lik men­ja­di sorotan uta­ma masyarakat.

  "CCTV WW3 Dimulai? Cuitan Viral Soal Tukar Gaya Budaya Dunia Picu Pro-Kontra Netizen!"

Ung­ga­han itu lang­sung men­da­p­at respons posi­tif dari war­ganet. Hing­ga saat ini, ung­ga­han terse­but sudah men­da­p­at puluhan like, komen­tar dukun­gan, dan dibagikan oleh peng­gu­na lain­nya. Tak hanya men­gapre­si­asi sosok Bu Dona, banyak war­ganet yang merasa tersen­tuh dan terin­spi­rasi oleh per­juan­gan seo­rang perem­puan biasa yang melakukan hal luar biasa.

“Semoga seman­gat beli­au jadi inspi­rasi dan con­toh bagi selu­ruh ASN yang mengab­di di daer­ah-daer­ah ter­pen­cil Sumat­era Barat..”
lan­jut Vas­co dalam ung­ga­han­nya.

Bu Dona bukan hanya tena­ga medis. Ia adalah pahlawan tan­pa tan­da jasa yang nya­ta di era dig­i­tal ini. Di ten­gah hiruk-pikuk perko­taan dan layanan kese­hatan ser­ba teknolo­gi, masih ada sosok yang rela ber­jalan kaki men­em­bus alam demi satu hal: menye­la­matkan nyawa. Kisah­nya viral bukan kare­na dra­ma, tetapi kare­na nya­ta. Kare­na ketu­lu­san. Kare­na pen­gor­banan.

  Mantan Pengusaha Rela Jadi Cleaning Service, Demi Kuliah Anak dan Ridha Allah

Dalam era di mana kata “heal­ing” ser­ing dis­ala­har­tikan seba­gai libu­ran mewah, Bu Dona jus­tru menun­jukkan mak­na sebe­narnya dari menyem­buhkan: hadir bagi mere­ka yang butuh, mes­ki harus men­gor­bankan kenya­manan diri sendiri.

Langkah yang diam­bil Pem­prov Sum­bar ini pun men­u­ai apre­si­asi dari masyarakat luas, seba­gai con­toh nya­ta pem­ber­ian apre­si­asi yang tepat sasaran. Sosok Bu Dona kini men­ja­di sim­bol hara­pan, bah­wa masih ada hara­pan di pelosok, masih ada dedikasi yang murni, dan masih ada ASN yang layak men­ja­di role mod­el nasion­al.

Edi­tor: (Ahmad)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *