Jakarta, SniperNew.id — Dalam sebuah momen yang penuh makna dan menginspirasi, akun resmi Vasco Ruseimy di media sosial Threads mengunggah potret pertemuan hangat bersama sosok luar biasa Bu Dona, seorang tenaga kesehatan yang setiap hari menembus hutan dan menyeberangi sungai demi melayani pasien di daerah terpencil, Selasa 05 Agustus 2025.
“Setiap hari ia lintasi hutan, bahkan menyeberangi sungai demi pasien di pelosok. “tulis Vasco Ruseimy, pejabat Pemprov Sumatera Barat, yang juga terlihat dalam unggahan video bersama beberapa pejabat ASN dan perwakilan Bank Nagari.
Dalam unggahan tersebut, dijelaskan bahwa bentuk penghargaan terhadap dedikasi luar biasa Bu Dona tidak hanya diberikan dalam bentuk pujian. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bekerja sama dengan Bank Nagari menghadiahkan penghargaan istimewa berupa tabungan pendidikan untuk anak Bu Dona. Tidak berhenti di situ, menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus mendatang, Bu Dona akan resmi dinobatkan sebagai “Nakes Teladan Sumbar 2025”.
“Sebagai bentuk apresiasi, kami bersama Bank Nagari memberikan penghargaan dan tabungan pendidikan untuk anak Bu Dona, dan di hari kemerdekaan 17 Agustus ini, Bu Dona akan kita nobatkan sebagai Nakes Teladan oleh Pemprov Sumbar.”
Bu Dona, yang sehari-hari mengenakan pakaian sederhana dan berjilbab putih, terlihat duduk tenang namun penuh semangat dalam pertemuan tersebut. Ia menjadi simbol ketulusan dan pengabdian sejati, terutama di masa kini ketika integritas dan dedikasi dalam dunia pelayanan publik menjadi sorotan utama masyarakat.
Unggahan itu langsung mendapat respons positif dari warganet. Hingga saat ini, unggahan tersebut sudah mendapat puluhan like, komentar dukungan, dan dibagikan oleh pengguna lainnya. Tak hanya mengapresiasi sosok Bu Dona, banyak warganet yang merasa tersentuh dan terinspirasi oleh perjuangan seorang perempuan biasa yang melakukan hal luar biasa.
“Semoga semangat beliau jadi inspirasi dan contoh bagi seluruh ASN yang mengabdi di daerah-daerah terpencil Sumatera Barat..”
lanjut Vasco dalam unggahannya.
Bu Dona bukan hanya tenaga medis. Ia adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang nyata di era digital ini. Di tengah hiruk-pikuk perkotaan dan layanan kesehatan serba teknologi, masih ada sosok yang rela berjalan kaki menembus alam demi satu hal: menyelamatkan nyawa. Kisahnya viral bukan karena drama, tetapi karena nyata. Karena ketulusan. Karena pengorbanan.
Dalam era di mana kata “healing” sering disalahartikan sebagai liburan mewah, Bu Dona justru menunjukkan makna sebenarnya dari menyembuhkan: hadir bagi mereka yang butuh, meski harus mengorbankan kenyamanan diri sendiri.
Langkah yang diambil Pemprov Sumbar ini pun menuai apresiasi dari masyarakat luas, sebagai contoh nyata pemberian apresiasi yang tepat sasaran. Sosok Bu Dona kini menjadi simbol harapan, bahwa masih ada harapan di pelosok, masih ada dedikasi yang murni, dan masih ada ASN yang layak menjadi role model nasional.
Editor: (Ahmad)



















