Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

BEM SI Sumut Gelar Diskusi Publik, Evaluasi 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran & Problematika di Sumut

276
×

BEM SI Sumut Gelar Diskusi Publik, Evaluasi 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran & Problematika di Sumut

Sebarkan artikel ini

MedanSnipernew.id

Badan Ekseku­tif Maha­siswa Selu­ruh Indone­sia (BEM SI) Wilayah Sumat­era Utara (Sumut) mengge­lar Diskusi Pub­lik : 1 Tahun Prabowo — Gibran dan Prob­lemati­ka di Sumut, Senin (20/10). Kegiatan ini men­ja­di langkah yang tepat untuk mengeval­u­asi jalan­nya pemer­in­ta­han satu tahun ter­akhir.

Koor­di­na­tor BEM SI Sumut, Itsqon Wafi Nasu­tion, men­gatakan kegiatan ini meru­pakan hasil kesep­a­katan dari kon­sol­i­dasi inter­nal organ­isasi.

“Dari hasil kon­sol­i­dasi inter­nal, kami sep­a­kat bah­wa diskusi pub­lik lebih prop­er untuk dilakukan saat ini. Kalau untuk aksi, itu sudah diin­isi­asi oleh pusat. Melalui forum ini, kami ingin mem­ba­has capa­ian dan eval­u­asi ter­hadap satu tahun pemer­in­ta­han Prabowo-Gibran ser­ta prob­lemati­ka yang dihadapi masyarakat Sumut,” ujar Itsqon.

  HUT 130 Tahun BRI Angkat Tema "Satu Bank Untuk Semua", BRI Cabang Balige Layani Lapisan Nasabah Brilian

Ia menu­turkan, diskusi terse­but meny­oroti sejum­lah aspek, mulai dari real­isasi jan­ji kam­pa­nye hing­ga pelak­sanaan pro­gram-pro­gram pemer­in­tah yang dini­lai masih belum mak­si­mal.

“Kalau bicara soal kepemimp­inan, ten­tu tidak lep­as dari jan­ji kam­pa­nye dan pro­gram yang dijan­jikan. Ada yang sudah ber­jalan, tapi masih banyak yang per­lu dieval­u­asi dan dire­flek­sikan kem­bali,” tam­bah­nya.

Menu­rut Itsqon, BEM SI Sumut meni­lai bah­wa seba­gian kebi­jakan pemer­in­tah pusat masih belum sepenuh­nya menyen­tuh kepentin­gan raky­at.

“Tujuan uta­ma pro­gram pemer­in­tah seharus­nya berpi­hak kepa­da raky­at. Namun kami meli­hat masih banyak kebi­jakan yang belum tere­al­isasi sem­pur­na, bahkan ada yang jus­tru kon­tra ter­hadap kepentin­gan masyarakat,” tegas­nya.

Melalui diskusi ini, BEM SI Sumut berharap dap­at meng­hasilkan masukan dan rekomen­dasi yang akan dis­am­paikan kepa­da pemer­in­tah dan pemangku kepentin­gan terkait.

“Out­put dari kegiatan ini ten­tu menyam­paikan aspi­rasi maha­siswa kepa­da pemer­in­tah. Hasil diskusi akan kami teruskan seba­gai ben­tuk reflek­si dan kon­tribusi kami ter­hadap pem­ban­gu­nan,” jelas­nya.

Kegiatan yang diin­isi­asi serentak secara nasion­al oleh BEM SI ini diiku­ti oleh sejum­lah kam­pus di Medan dan daer­ah lain­nya.

  Polres Tebing Tinggi Lidik Dan Amankan Dua Mobil Tangki Diduga Buang Limbah di Lahan Warga

Semen­tara itu, Kepala Bidang (Kabid) HMI Sumat­era Utara, Ahmad Fua­di, yang men­ja­di nara­sum­ber meny­oroti terkait per­soalan prob­lemati­ka yang ada di Sumut dan kedekatan Guber­nur Sumat­era Utara Bob­by Nasu­tion den­gan pusat.

Menu­rut­nya untuk mem­ban­gun suatu daer­ah memang harus ada kedekatan ke pusat. Kedekatan antara pemer­in­tah pusat dan daer­ah saat ini harus dimak­nai seba­gai pelu­ang emas untuk mem­per­cepat pem­ban­gu­nan di Sumut.

Namun, menu­rut­nya, daer­ah juga per­lu men­ja­ga kemandiri­an agar tidak hanya men­ja­di pelengkap, tetapi men­ja­di peng­ger­ak dalam berba­gai sek­tor pem­ban­gu­nan.

“Kedekatan den­gan pusat jan­gan dil­i­hat seba­gai keter­gan­tun­gan, tapi seba­gai kesem­patan. Ini momen­tum untuk menun­jukkan bah­wa Sumat­era Utara siap men­ja­di con­toh daer­ah yang maju dan mandiri,” katanya.

Apala­gi kata Ahmad, ham­pir selu­ruh arah kebi­jakan, ter­ma­suk dana bagi hasil (DBH) dan anggaran daer­ah (APBD), masih diten­tukan oleh pusat.

“Semua itu berpi­hak kepa­da pusat. Artinya, kita per­lu melakukan pen­dekatan poli­tik agar Sumat­era Utara tidak hanya men­ja­di pelengkap kebi­jakan nasion­al,” ujar Ahmad.

Ia meni­lai, kon­disi ini men­cip­takan ketim­pan­gan antara daer­ah dan pusat. Di satu sisi, pem­ban­gu­nan infra­struk­tur nasion­al memang mem­berikan dampak posi­tif, namun di sisi lain bisa memu­nculkan keter­gan­tun­gan yang jus­tru melemahkan kemandiri­an daer­ah.

  Agus Yudhoyono dan Emil Dardak Bahas Pembangunan Jawa Timur Saat Terbang ke Banyuwangi

“Jan­gan sam­pai kedekatan ini men­jadikan kita hanya seba­gai tan­gan nasion­al. Sumat­era Utara jan­gan hanya men­ja­di tem­pat proyek strate­gis nasion­al tan­pa men­da­p­at man­faat jang­ka pan­jang,” tegas­nya.

Lebih lan­jut, Ahmad menekankan pent­ingnya kepemimp­inan daer­ah yang tidak hanya kuat secara poli­tik, tetapi juga memi­li­ki keber­pi­hakan ter­hadap raky­at dan pem­ban­gu­nan moral.

“Pemimpin ke depan harus mem­ban­gun bukan hanya infra­struk­tur fisik, tapi juga infra­struk­tur moral. Kare­na degradasi moral ini sudah men­ja­di per­soalan serius di masyarakat,” katanya.

Menu­rut­nya, pem­ban­gu­nan moral masyarakat harus men­ja­di pri­or­i­tas nasion­al di ten­gah upaya menge­jar pem­ban­gu­nan fisik. Ia men­con­tohkan per­soalan stunt­ing seba­gai masalah kom­pleks yang tidak cukup dis­e­le­saikan hanya lewat pro­gram jang­ka pen­dek, tetapi harus dim­u­lai sejak dini den­gan mem­perku­at pen­didikan dan nilai moral.

Ahmad juga berharap pemer­in­tah pusat ke depan lebih mem­per­hatikan pemer­ataan pem­ban­gu­nan dan mem­berikan ruang bagi daer­ah untuk berin­isi­atif.

BT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *