Berita Daerah

ITB Kawal Tuntutan Mahasiswa di DPR

390
×

ITB Kawal Tuntutan Mahasiswa di DPR

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.d - Maha­siswa Insti­tut Teknolo­gi Ban­dung (ITB) mengge­lar aksi damai di depan gedung Dewan Per­wak­i­lan Raky­at Repub­lik Indone­sia (DPR RI) pada hari ini. Aksi terse­but men­ja­di sorotan pub­lik kare­na meli­batkan penyam­pa­ian aspi­rasi yang cukup besar, yakni 17 + 8 poin tun­tu­tan yang ditu­jukan lang­sung kepa­da pemer­in­tah Indone­sia, Jumat (05/09).

Dalam ung­ga­han di media sosial yang beredar, Ket­ua Kabi­net Kelu­ar­ga Maha­siswa (KM) ITB, Farell Faiz Fir­man­syah, menyam­paikan sikap tegas bah­wa maha­siswa ITB berkomit­men untuk terus men­gaw­al hing­ga semua tun­tu­tan benar-benar ditun­taskan. Ia mene­gaskan, jika pemer­in­tah tidak segera memenuhi aspi­rasi yang telah dis­am­paikan, maha­siswa akan kem­bali men­gon­sol­i­dasikan aksi den­gan meli­batkan ele­men masyarakat yang lebih luas.

ITB akan men­gaw­al sam­pai tun­tas tun­tu­tan 17 + 8 yang ditu­jukan kepa­da pemer­in­tah Indone­sia hari ini. Jika tun­tu­tan terse­but tidak segera dipenuhi, kami akan mengkon­sol­i­dasikan aksi kem­bali den­gan meny­atukan berba­gai ele­men masyarakat untuk mem­per­cepat tun­tu­tan agar segera dipenuhi,” ujar Farell dalam perny­ataan­nya di depan gedung DPR RI.

Ung­ga­han terse­but diiku­ti den­gan sebuah video yang mem­per­li­hatkan suasana aksi damai, di mana maha­siswa den­gan jas alma­mater biru khas ITB berbicara kepa­da media dan mas­sa, semen­tara di latar belakang ter­li­hat keru­mu­nan maha­siswa lain yang ikut hadir.

  Genangan Air Lumpuhkan Akses Bandar Lampung–Pringsewu

Yang ter­ja­di adalah aksi damai maha­siswa Insti­tut Teknolo­gi Ban­dung (ITB) di depan gedung DPR RI. Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa, melainkan ben­tuk pen­gawalan ter­hadap 17 + 8 poin tun­tu­tan yang telah dia­jukan maha­siswa kepa­da pemer­in­tah Indone­sia.

Tun­tu­tan terse­but, seba­gaimana dise­butkan, diang­gap pent­ing dan mende­sak untuk segera ditin­dak­lan­ju­ti oleh pemer­in­tah. Kendati detail dari 17 + 8 poin tidak dije­laskan dalam ung­ga­han yang beredar, esen­si dari perny­ataan maha­siswa jelas: mere­ka menun­tut peruba­han dan kebi­jakan yang berpi­hak kepa­da kepentin­gan raky­at.

Pihak uta­ma dalam peri­s­ti­wa ini adalah maha­siswa Insti­tut Teknolo­gi Ban­dung (ITB). Aksi dip­impin lang­sung oleh Ket­ua Kabi­net KM ITB, Farell Faiz Fir­man­syah.

Selain maha­siswa ITB, aksi ini juga meli­batkan masyarakat luas secara tidak lang­sung, sebab Farell menye­butkan adanya ren­cana kon­sol­i­dasi lin­tas ele­men masyarakat apa­bi­la tun­tu­tan tidak segera dipenuhi. Hal ini menun­jukkan bah­wa aksi terse­but berpoten­si melu­as men­ja­di ger­akan bersama yang lebih besar.

Di sisi lain, pihak yang men­ja­di tujuan aksi adalah pemer­in­tah Indone­sia melalui per­wak­i­lan­nya di DPR RI.

Aksi damai ini berlang­sung hari ini (sesuai ung­ga­han akun media sosial suaraakar­rumputt yang diung­gah 31 menit sebelum tangka­pan layar diam­bil). Walau tang­gal spe­si­fik tidak dise­butkan, kon­tek­snya jelas bah­wa keja­di­an ini meru­pakan aksi terki­ni maha­siswa ITB di tahun ber­jalan.

Lokasi aksi adalah depan gedung DPR RI, Jakar­ta. Gedung ini memang ker­ap men­ja­di titik kon­sen­trasi maha­siswa keti­ka menyuarakan aspi­rasi kare­na diang­gap seba­gai sim­bol uta­ma par­lemen dan pengam­bil kepu­tu­san negara.

  Kapolres Hadir di Penutupan MTQ ke-54 dan FSQ ke-39 Kecamatan Panai Hilir

Alasan uta­ma aksi ini adalah untuk men­gaw­al 17 + 8 poin tun­tu­tan yang ditu­jukan kepa­da pemer­in­tah Indone­sia. Maha­siswa meni­lai poin-poin terse­but mende­sak dan harus segera dipenuhi demi kepentin­gan pub­lik.

Jika pemer­in­tah tidak menin­dak­lan­ju­ti, maha­siswa khawatir bah­wa aspi­rasi raky­at akan kem­bali dia­baikan. Oleh kare­na itu, mere­ka memil­ih turun lang­sung ke jalan seba­gai ben­tuk kon­trol sosial.

Selain itu, aksi damai ini juga mencer­minkan seman­gat maha­siswa ITB untuk men­ja­ga ide­al­isme dan men­ja­di gar­da ter­de­pan dalam mem­per­juangkan kepentin­gan raky­at.

Aksi dilakukan secara damai. Maha­siswa hadir den­gan alma­mater biru khas ITB dan mem­bawa orasi yang tegas namun terukur.

Dalam perny­ataan resminya, Farell Faiz menekankan bah­wa jika tun­tu­tan tidak dipenuhi, langkah berikut­nya adalah kon­sol­i­dasi-yakni meng­galang keku­atan den­gan meny­atukan berba­gai ele­men masyarakat. Tujuan kon­sol­i­dasi ini adalah mem­per­cepat real­isasi tun­tu­tan agar pemer­in­tah tidak menun­da-nun­da.

Aksi ini juga dike­mas den­gan disi­plin organ­isasi yang baik, ter­li­hat dari koor­di­nasi maha­siswa di lapan­gan dan pesan yang dis­am­paikan secara jelas melalui media.

Sejarah di Indone­sia telah men­catat bah­wa maha­siswa selalu memi­li­ki per­an pent­ing dalam peruba­han sosial-poli­tik. Dari era 1966, 1998, hing­ga berba­gai momen­tum refor­masi kebi­jakan, maha­siswa men­ja­di aktor pent­ing yang menyuarakan kepentin­gan raky­at.

Maha­siswa ITB khusus­nya, dike­nal den­gan ide­al­isme dan komit­men akademiknya yang ting­gi. Den­gan latar belakang kam­pus yang sarat den­gan ilmu penge­tahuan dan teknolo­gi, maha­siswa ITB ker­ap men­em­patkan diri seba­gai pen­gaw­al moral bangsa.

Aksi damai yang dige­lar di depan DPR RI ini sekali lagi mem­per­li­hatkan bah­wa maha­siswa bukan hanya bera­da di ruang kelas, tetapi juga di gar­da depan keti­ka bangsa mem­bu­tuhkan suara kri­tis.

  Masjid di Depok Digembok Gegara Anak-anak Main, Mantan Marbot Ungkap Kekecewaan: "Dulu Minta Remaja Aktif, Sekarang Malah Ditutup"

Aksi damai maha­siswa ITB berpoten­si meman­tik respons yang lebih luas dari masyarakat. Keti­ka maha­siswa menye­but akan men­ga­jak berba­gai ele­men masyarakat untuk bersatu, ini bisa men­ja­di ger­akan moral yang melu­as.

Di sisi lain, pemer­in­tah ditun­tut bijak dalam mere­spons. Apa­bi­la tun­tu­tan maha­siswa tidak segera ditang­gapi, bukan tidak mungkin ter­ja­di gelom­bang aksi yang lebih besar. Namun, jika pemer­in­tah berse­dia berdia­log, ini bisa men­ja­di momen­tum pent­ing untuk mem­per­bai­ki komu­nikasi pub­lik.

Masyarakat luas, khusus­nya war­ganet, turut mem­per­hatikan aksi ini. Den­gan adanya tagar #demo #itb #dpr #viral #fyp, ter­li­hat bah­wa aksi maha­siswa ini tidak hanya berhen­ti di jalanan, tetapi juga mer­am­bah ruang dig­i­tal yang mam­pu mem­per­lu­as pen­garuh dan gaungnya.

Aksi damai maha­siswa ITB di depan DPR RI meru­pakan ben­tuk nya­ta par­tisi­pasi pub­lik dalam men­gaw­al kebi­jakan pemer­in­tah. Den­gan mem­bawa 17 + 8 poin tun­tu­tan, maha­siswa menun­jukkan keseriu­san mere­ka untuk men­gawasi dan memas­tikan pemer­in­tah bek­er­ja sesuai den­gan amanah raky­at.

Perny­ataan tegas dari Ket­ua Kabi­net KM ITB, Farell Faiz Fir­man­syah, mene­gaskan komit­men bah­wa maha­siswa tidak akan berhen­ti hing­ga tun­tu­tan ter­penuhi. Bahkan, mere­ka siap meny­atukan berba­gai ele­men masyarakat untuk mem­perku­at suara aspi­rasi.

Sejarah selalu men­catat per­an maha­siswa seba­gai agen peruba­han. Aksi ini men­ja­di salah satu bab ter­baru dalam per­jalanan pan­jang per­juan­gan maha­siswa Indone­sia. (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *