Berita Peristiwa

Banjir Dadakan Lumpuhkan Jalan Protokol Padang, Akibat Hujan

240
×

Banjir Dadakan Lumpuhkan Jalan Protokol Padang, Akibat Hujan

Sebarkan artikel ini

Padang, SniperNew.id – Jumat 8 Agustus 2025 Hujan deras yang mengguyur Kota Padang sejak pukul 10.00 WIB hari ini menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, termasuk beberapa jalan protokol yang menjadi akses utama aktivitas masyarakat. Salah satu lokasi yang terdampak cukup parah adalah Jalan Raden Saleh, sebagaimana terekam dalam video yang diunggah akun info.minang di platform Threads pada Jumat sore.

Dalam video yang diunggah tersebut, terlihat derasnya aliran air yang menggenangi ruas jalan dan trotoar. Kamera mengabadikan situasi dari balik pagar sebuah bangunan, dengan fokus pada curahan air yang mengalir dari atas dan menimpa jalan di bawahnya. Tampak seorang pengendara sepeda motor yang harus berjibaku melintasi jalan yang tergenang, sementara hujan masih mengguyur lebat dan angin menggerakkan pohon-pohon palem di sepanjang trotoar. Dalam tayangan itu pula, terlihat plang dan baliho yang nyaris tak terlihat karena lebatnya hujan dan tingginya genangan.

  Insiden di Pantai Binasi Sorkam: Pengunjung Kecewa Usai Bara Api dan Ikan Bakar Ditendang

Dari keterangan unggahan tersebut tertulis:”Sejak pukul 10.00 WIB menyebabkan sejumlah wilayah dan jalan protokol terendam banjir, Jumat 8 Agustus 2025 sekira pukul 14.30 WIB.

Lokasi di video Jalan Raden Saleh Kota Padang.
#infominang”

 

Genangan air diperkirakan mencapai kedalaman antara 30 hingga 50 cm di beberapa titik, membuat kendaraan bermotor sulit melintasi kawasan tersebut. Banjir juga menyebabkan kemacetan dan keterlambatan berbagai aktivitas masyarakat. Para pejalan kaki yang hendak melintas terpaksa berteduh atau mencari jalur alternatif untuk menghindari genangan.

Warga sekitar yang sempat ditemui oleh jurnalis Sniper News mengaku tidak heran dengan banjir yang terjadi. Menurut mereka, drainase di kawasan tersebut sudah lama tidak berfungsi optimal.

“Sebenarnya ini kejadian yang berulang. Setiap hujan lebat lebih dari satu jam, pasti air naik. Saluran pembuangan air mampet, ditambah permukaan jalan lebih rendah dari gedung sekitar,” ujar Andri, salah seorang pemilik toko di kawasan Raden Saleh.

Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang telah mengerahkan petugas lapangan untuk melakukan pemantauan dan upaya penanganan. Dalam keterangannya kepada media lokal, Kepala Dinas PUPR menyampaikan bahwa pihaknya telah mencatat lebih dari 15 titik genangan serius yang tersebar di pusat kota dan sekitarnya.

  Bayar Rutin, Rumah Tetap Dilelang: Dugaan Kejanggalan di Balik Kredit Bank

“Kami sudah turunkan tim satgas drainase sejak siang untuk membantu melancarkan aliran air. Selain itu, kami juga imbau warga untuk tidak membuang sampah ke saluran air karena menjadi salah satu penyebab utama penyumbatan,” ujarnya.

Fenomena banjir yang terjadi di Kota Padang kali ini bukan hanya disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi, tetapi juga diduga diperparah oleh buruknya sistem drainase, alih fungsi lahan, serta kurangnya ruang resapan air.

Pakar tata kota dari Universitas Andalas, Ir. Lestari Yuniarti, MT, dalam wawancara terpisah menyatakan bahwa permasalahan banjir di kota-kota pesisir seperti Padang bisa menjadi semakin kompleks jika tidak segera ditangani secara sistematis.

“Jika pembangunan hanya fokus pada infrastruktur tanpa memperhatikan aspek lingkungan seperti saluran air, daerah serapan, dan pengendalian limbah, maka banjir seperti ini akan terus berulang. Perlu ada pengawasan dan audit rutin terhadap sistem drainase kota,” tegasnya.

Sejumlah warga mengaku tidak bisa beraktivitas secara normal akibat banjir. Sekolah-sekolah di sekitar lokasi banjir bahkan membolehkan siswa untuk pulang lebih awal karena akses jalan yang terhambat. Pengemudi ojek online dan sopir angkutan umum pun harus mengubah rute untuk menghindari genangan yang cukup tinggi.

  Tiga Debt Collector Diamankan Warga Usai Diduga Rampas Motor Mahasiswi

“Kami terpaksa tutup lebih cepat karena pelanggan tidak bisa datang. Air masuk sampai ke halaman toko,” kata Yulita, pemilik toko elektronik di Jalan Raden Saleh.

Masyarakat berharap agar pemerintah daerah bisa segera melakukan perbaikan terhadap sistem drainase yang rusak serta membangun infrastruktur penunjang yang lebih tahan terhadap cuaca ekstrem. Tidak sedikit warga yang mengusulkan perlunya early warning system dan kanal pengalir air yang terintegrasi di seluruh wilayah Padang.

“Kalau terus begini, kasihan warga yang bekerja harian. Sekali banjir, mereka kehilangan pendapatan,” tutur Sari, warga lainnya.

Banjir yang terjadi pada Jumat sore ini menjadi pengingat bahwa Kota Padang perlu langkah serius dan kolaboratif dari semua pihak dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.

Sumber: Threads @info.minang | Lokasi: Jalan Raden Saleh, Kota Padang
Waktu Kejadian: Jumat, 8 Agustus 2025 pukul 10.00–14.30 WIB
Reporter: (Tim SniperNew.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *