Banyuasin, SniperNew.id – Sebuah video berdurasi 43 detik yang beredar di media sosial menampilkan aksi nekat kawanan pelaku bajing loncat di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang-Betung, tepatnya di Kilometer 25, Kabupaten Banyuasin. Video tersebut langsung menjadi perbincangan hangat publik karena memperlihatkan aksi berbahaya yang meresahkan sopir truk maupun pengguna jalan lainnya, Selasa (30/09).
Dalam rekaman, terlihat dua orang pelaku menggunakan sepeda motor tanpa nomor polisi. Mereka dengan sengaja mengejar sebuah truk besar yang tengah melintas. Salah seorang pelaku kemudian naik ke atas bak truk, merobek terpal penutup muatan, dan melemparkan sejumlah kotak barang ke jalan. Kotak-kotak itu kemudian diambil oleh rekan pelaku yang sudah menunggu di belakang dengan sepeda motor.
Aksi berani namun membahayakan ini bukan hanya merugikan pemilik barang dan sopir truk, tetapi juga membahayakan keselamatan pelaku sendiri maupun pengguna jalan lain.
Kejadian ini adalah tindak kejahatan bajing loncat, di mana pelaku naik ke truk yang sedang melaju untuk merampas barang muatan. Kotak-kotak barang dilempar ke jalan lalu dikumpulkan oleh rekannya yang menunggu di belakang dengan sepeda motor.
Dalam video terlihat dua orang pria dengan sepeda motor tanpa pelat nomor. Identitas mereka belum terungkap. Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan dan pengejaran.
Lokasi peristiwa berada di Jalintim Palembang-Betung, tepatnya KM 25, wilayah Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Jalur ini dikenal sebagai salah satu ruas sibuk yang dilintasi kendaraan barang dari dan menuju Palembang.
Peristiwa ini terekam dalam video berdurasi 43 detik dan viral di media sosial dalam dua jam terakhir setelah diunggah. Walau waktu persis kejadian belum dikonfirmasi, diperkirakan terjadi pada jam rawan siang hingga sore hari.
Motif utama pelaku adalah mencuri barang dari truk yang sedang melintas. Modus bajing loncat sudah lama dikenal di jalur lintas Sumatera, terutama di titik rawan seperti Banyuasin. Faktor ekonomi, lemahnya pengawasan, dan keberanian pelaku menjadi alasan praktik ini masih terus terjadi.
Pelaku menggunakan motor tanpa nomor polisi untuk mengejar truk. Salah seorang naik ke atas truk, merobek terpal, dan menjatuhkan kotak berisi barang ke jalan. Rekannya mengamankan barang tersebut. Aksi berlangsung cepat, hanya hitungan detik, sementara sopir truk tampak tidak menyadari.
Video yang diunggah akun media online ini langsung menuai ragam komentar dari warganet. Ada yang mengecam aksi pelaku, ada yang menyindir lemahnya aparat, bahkan ada yang melontarkan kritik keras terhadap kondisi keamanan di Jalintim.
Beberapa komentar yang muncul antara lain. “Kota rampok,” tulis akun jasmanputram.indihome menandai Banyuasin sebagai daerah yang rawan kejahatan jalanan.
Akun indra.warsito.2 berkomentar sinis, “Yg ada nti bagi hasil ma mrk.”
Netizen lain, jak_nengg, menyayangkan perekam video yang hanya merekam tanpa berupaya memberi peringatan, “Koq hanya di videoin aj, kejar truknya dan ingatkan bang supirnya.. bisa toh.”
Akun hasibuan653 mengkritik aparat setempat, “Mana polisi setempat.. apa cuman makan tidur aja di kantor.. ttruzzz pulang.”
Akun sadewodimas menyoroti sisi bahaya aksi ini, “Itu klo truknya ngerem ngedadak wasallam yg di atas.”
kubusbatako menyarankan alternatif, “Lebih aman pakai mobil box.”
dedyaljunaid melontarkan komentar pedas, “Knp gak kau tabrak bang, ksh mampus sekalian biar berkurang sampah akhirat didunia ini.”
Komentar-komentar tersebut menunjukkan kekecewaan masyarakat terhadap maraknya aksi bajing loncat serta lemahnya antisipasi keamanan di jalur lintas.
Menanggapi viralnya video tersebut, pihak kepolisian setempat turun tangan. Aparat berjanji akan meningkatkan patroli, terutama pada jam-jam rawan, di sepanjang Jalintim Palembang-Betung.
“Polisi kini turun tangan dan berjanji akan meningkatkan patroli, terutama di jam rawan,” tulis akun media tersebut.
Patroli akan difokuskan pada titik-titik rawan seperti KM 25 Banyuasin, yang kerap dijadikan lokasi aksi pelaku bajing loncat. Selain itu, polisi juga mendorong masyarakat, khususnya sopir truk, agar tetap waspada, melaporkan kejadian mencurigakan, dan segera menghubungi aparat terdekat bila menjadi korban.
Para sopir truk yang kerap melintasi Jalintim tentu merasa was-was dengan kejadian seperti ini. Selain risiko kehilangan barang, keselamatan mereka juga terancam. Jika pelaku tiba-tiba terjatuh, sopir bisa terkena tuduhan atau bahkan kecelakaan beruntun bisa terjadi.
Beberapa sopir yang menanggapi di lapangan mengaku sudah sering melihat aksi serupa, meski tidak selalu terekam kamera. “Kami sudah biasa dengar ada bajing loncat. Tapi kalau siang bolong gini jelas bikin ngeri, soalnya jalanan ramai,” ujar seorang sopir yang enggan disebut namanya.
Aksi bajing loncat bukanlah hal baru di jalur lintas Sumatera. Praktik ini biasanya dilakukan oleh kawanan yang sudah berpengalaman, memanfaatkan kelengahan sopir, minimnya patroli, serta kondisi jalan yang sepi atau jauh dari keramaian.
Menurut catatan, modus bajing loncat bisa dilakukan dengan berbagai cara:
1. Mengikuti truk dengan sepeda motor lalu naik ke atas bak untuk merobek terpal.
2. Mengadang truk di jalan sepi, lalu memaksa sopir berhenti.
3. Menggunakan mobil kecil untuk menutupi pandangan sopir lain sehingga aksi pencurian tidak terlihat.
Dari sisi hukum, perbuatan ini jelas masuk kategori pencurian dengan pemberatan (curat) yang ancaman hukumannya bisa mencapai tujuh tahun penjara sesuai KUHP.
Masyarakat berharap kepolisian tidak hanya sebatas meningkatkan patroli, tetapi juga melakukan tindakan preventif yang lebih nyata. Misalnya:
Memasang pos pengamanan di titik rawan. Menambah jumlah petugas patroli pada jam rawan. Menggunakan teknologi kamera pengawas (CCTV) di sepanjang Jalintim. Memberikan penyuluhan dan pelatihan keselamatan bagi para sopir truk.
Selain itu, pemerintah daerah diminta memperbaiki pencahayaan jalan, menutup jalur tikus, serta menggandeng organisasi sopir untuk saling menjaga keamanan.
Kasus bajing loncat di Jalintim Palembang-Betung KM 25 Banyuasin kembali membuka mata masyarakat akan rawannya tindak kriminal di jalan raya. Video berdurasi 43 detik yang viral menunjukkan betapa beraninya pelaku menjalankan aksinya di siang hari bolong, menggunakan motor tanpa nopol, dan tanpa rasa takut akan risiko.
Polisi telah berjanji meningkatkan patroli, tetapi masyarakat masih menunggu langkah nyata di lapangan. Reaksi warganet yang beragam-mulai dari marah, prihatin, hingga menyindir-menjadi bukti keresahan publik.
Selama aparat tidak bertindak tegas dan konsisten, kasus bajing loncat akan tetap menghantui sopir truk dan pengguna jalan lainnya. (abd/abhm).













