Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Bajing Loncat Gentayangan di Jalintim: Warga Resah, Polisi Bergerak

273
×

Bajing Loncat Gentayangan di Jalintim: Warga Resah, Polisi Bergerak

Sebarkan artikel ini

Banyuasin, SniperNew.id – Sebuah video berdurasi 43 detik yang beredar di media sosial menampilkan aksi nekat kawanan pelaku bajing lon­cat di Jalan Lin­tas Timur (Jal­in­tim) Palem­bang-Betung, tepat­nya di Kilo­me­ter 25, Kabu­pat­en Banyuasin. Video terse­but lang­sung men­ja­di perbin­can­gan hangat pub­lik kare­na mem­per­li­hatkan aksi berba­haya yang mere­sahkan sopir truk maupun peng­gu­na jalan lain­nya, Selasa (30/09).

Dalam reka­man, ter­li­hat dua orang pelaku meng­gu­nakan sepe­da motor tan­pa nomor polisi. Mere­ka den­gan sen­ga­ja menge­jar sebuah truk besar yang ten­gah melin­tas. Salah seo­rang pelaku kemu­di­an naik ke atas bak truk, mer­obek ter­pal penut­up muatan, dan melem­parkan sejum­lah kotak barang ke jalan. Kotak-kotak itu kemu­di­an diam­bil oleh rekan pelaku yang sudah menung­gu di belakang den­gan sepe­da motor.

Aksi berani namun mem­ba­hayakan ini bukan hanya merugikan pemi­lik barang dan sopir truk, tetapi juga mem­ba­hayakan kese­la­matan pelaku sendiri maupun peng­gu­na jalan lain.

Keja­di­an ini adalah tin­dak keja­hatan bajing lon­cat, di mana pelaku naik ke truk yang sedang mela­ju untuk mer­am­pas barang muatan. Kotak-kotak barang dilem­par ke jalan lalu dikumpulkan oleh rekan­nya yang menung­gu di belakang den­gan sepe­da motor.

Dalam video ter­li­hat dua orang pria den­gan sepe­da motor tan­pa pelat nomor. Iden­ti­tas mere­ka belum terungkap. Polisi saat ini masih melakukan penye­lidikan dan penge­jaran.

  Sungai Tersumbat Ribuan Kayu, Warga Pidie Jaya Minta Pemerintah Turun Tangan

Lokasi peri­s­ti­wa bera­da di Jal­in­tim Palem­bang-Betung, tepat­nya KM 25, wilayah Kabu­pat­en Banyuasin, Sumat­era Sela­tan. Jalur ini dike­nal seba­gai salah satu ruas sibuk yang dil­in­tasi kendaraan barang dari dan menu­ju Palem­bang.

Peri­s­ti­wa ini terekam dalam video berdurasi 43 detik dan viral di media sosial dalam dua jam ter­akhir sete­lah diung­gah. Walau wak­tu per­sis keja­di­an belum dikon­fir­masi, diperki­rakan ter­ja­di pada jam rawan siang hing­ga sore hari.

Motif uta­ma pelaku adalah men­curi barang dari truk yang sedang melin­tas. Modus bajing lon­cat sudah lama dike­nal di jalur lin­tas Sumat­era, teruta­ma di titik rawan seper­ti Banyuasin. Fak­tor ekono­mi, lemah­nya pen­gawasan, dan keberan­ian pelaku men­ja­di alasan prak­tik ini masih terus ter­ja­di.

Pelaku meng­gu­nakan motor tan­pa nomor polisi untuk menge­jar truk. Salah seo­rang naik ke atas truk, mer­obek ter­pal, dan men­jatuhkan kotak berisi barang ke jalan. Rekan­nya menga­mankan barang terse­but. Aksi berlang­sung cepat, hanya hitun­gan detik, semen­tara sopir truk tam­pak tidak menyadari.

Video yang diung­gah akun media online ini lang­sung men­u­ai ragam komen­tar dari war­ganet. Ada yang menge­cam aksi pelaku, ada yang menyindir lemah­nya aparat, bahkan ada yang mel­on­tarkan kri­tik keras ter­hadap kon­disi kea­manan di Jal­in­tim.

Beber­a­pa komen­tar yang muncul antara lain. “Kota ram­pok,” tulis akun jasmanputram.indihome menandai Banyuasin seba­gai daer­ah yang rawan keja­hatan jalanan.

Akun indra.warsito.2 berko­men­tar sinis, “Yg ada nti bagi hasil ma mrk.”

Neti­zen lain, jak_nengg, menyayangkan perekam video yang hanya merekam tan­pa beru­paya mem­beri peringatan, “Koq hanya di videoin aj, kejar truknya dan ingatkan bang supirnya.. bisa toh.”

Akun hasibuan653 mengkri­tik aparat setem­pat, “Mana polisi setem­pat.. apa cuman makan tidur aja di kan­tor.. ttruzzz pulang.”

  Tragis, Seorang Remaja Putri Alami Kekerasan Seksual oleh Ayah Tirinya

Akun sade­wodi­mas meny­oroti sisi bahaya aksi ini, “Itu klo truknya ngerem ngedadak wasal­lam yg di atas.”

kubus­batako men­yarankan alter­natif, “Lebih aman pakai mobil box.”

dedyalju­naid mel­on­tarkan komen­tar pedas, “Knp gak kau tabrak bang, ksh mam­pus sekalian biar berku­rang sam­pah akhi­rat didunia ini.”

Komen­tar-komen­tar terse­but menun­jukkan keke­ce­waan masyarakat ter­hadap maraknya aksi bajing lon­cat ser­ta lemah­nya anti­si­pasi kea­manan di jalur lin­tas.

Menang­gapi viral­nya video terse­but, pihak kepolisian setem­pat turun tan­gan. Aparat ber­jan­ji akan meningkatkan patroli, teruta­ma pada jam-jam rawan, di sep­a­n­jang Jal­in­tim Palem­bang-Betung.

“Polisi kini turun tan­gan dan ber­jan­ji akan meningkatkan patroli, teruta­ma di jam rawan,” tulis akun media terse­but.

Patroli akan difokuskan pada titik-titik rawan seper­ti KM 25 Banyuasin, yang ker­ap dijadikan lokasi aksi pelaku bajing lon­cat. Selain itu, polisi juga men­dorong masyarakat, khusus­nya sopir truk, agar tetap was­pa­da, mela­porkan keja­di­an men­curi­gakan, dan segera menghubun­gi aparat ter­dekat bila men­ja­di kor­ban.

Para sopir truk yang ker­ap melin­tasi Jal­in­tim ten­tu merasa was-was den­gan keja­di­an seper­ti ini. Selain risiko kehi­lan­gan barang, kese­la­matan mere­ka juga ter­an­cam. Jika pelaku tiba-tiba ter­jatuh, sopir bisa terke­na tuduhan atau bahkan kece­lakaan berun­tun bisa ter­ja­di.

Beber­a­pa sopir yang menang­gapi di lapan­gan men­gaku sudah ser­ing meli­hat aksi seru­pa, mes­ki tidak selalu terekam kam­era. “Kami sudah biasa den­gar ada bajing lon­cat. Tapi kalau siang bolong gini jelas bikin ngeri, soal­nya jalanan ramai,” ujar seo­rang sopir yang eng­gan dise­but namanya.

Aksi bajing lon­cat bukan­lah hal baru di jalur lin­tas Sumat­era. Prak­tik ini biasanya dilakukan oleh kawanan yang sudah berpen­gala­man, meman­faatkan kelen­ga­han sopir, min­im­nya patroli, ser­ta kon­disi jalan yang sepi atau jauh dari kera­ma­ian.

  Kisruh di Bus: Pria Mengaku Nabi Diturunkan di Terminal Bungurasih

Menu­rut catatan, modus bajing lon­cat bisa dilakukan den­gan berba­gai cara:

1. Mengiku­ti truk den­gan sepe­da motor lalu naik ke atas bak untuk mer­obek ter­pal.

2. Men­gadang truk di jalan sepi, lalu memak­sa sopir berhen­ti.

3. Meng­gu­nakan mobil kecil untuk menu­tupi pan­dan­gan sopir lain sehing­ga aksi pen­cu­ri­an tidak ter­li­hat.

Dari sisi hukum, per­bu­atan ini jelas masuk kat­e­gori pen­cu­ri­an den­gan pem­ber­atan (curat) yang anca­man huku­man­nya bisa men­ca­pai tujuh tahun pen­jara sesuai KUHP.

Masyarakat berharap kepolisian tidak hanya sebatas meningkatkan patroli, tetapi juga melakukan tin­dakan pre­ven­tif yang lebih nya­ta. Mis­al­nya:

Memasang pos penga­manan di titik rawan. Menam­bah jum­lah petu­gas patroli pada jam rawan. Meng­gu­nakan teknolo­gi kam­era pen­gawas (CCTV) di sep­a­n­jang Jal­in­tim. Mem­berikan penyu­luhan dan pelati­han kese­la­matan bagi para sopir truk.

Selain itu, pemer­in­tah daer­ah dim­inta mem­per­bai­ki penc­a­hayaan jalan, menut­up jalur tikus, ser­ta meng­gan­deng organ­isasi sopir untuk sal­ing men­ja­ga kea­manan.

Kasus bajing lon­cat di Jal­in­tim Palem­bang-Betung KM 25 Banyuasin kem­bali mem­bu­ka mata masyarakat akan rawan­nya tin­dak krim­i­nal di jalan raya. Video berdurasi 43 detik yang viral menun­jukkan beta­pa beraninya pelaku men­jalankan aksinya di siang hari bolong, meng­gu­nakan motor tan­pa nopol, dan tan­pa rasa takut akan risiko.

Polisi telah ber­jan­ji meningkatkan patroli, tetapi masyarakat masih menung­gu langkah nya­ta di lapan­gan. Reak­si war­ganet yang beragam-mulai dari marah, pri­hatin, hing­ga menyindir-men­ja­di buk­ti kere­sa­han pub­lik.

Sela­ma aparat tidak bertin­dak tegas dan kon­sis­ten, kasus bajing lon­cat akan tetap meng­han­tui sopir truk dan peng­gu­na jalan lain­nya. (abd/abhm).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *