Pekanbaru, SniperNew.id – Seorang anak perempuan bernama Siti (12 tahun) dilaporkan hilang di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Simpang Lebong, yang berada tidak jauh dari kompleks SMKN 4, pada Rabu malam (20/8/2025). Hingga lewat pukul 01.00 WIB dini hari, masyarakat sekitar masih melakukan pencarian di lokasi tersebut.
Menurut keterangan sejumlah saksi mata, Siti terakhir kali terlihat berada di area pemakaman, tepatnya di bawah sebuah pohon beringin besar. Informasi ini kemudian memicu perhatian masyarakat setempat, sehingga puluhan warga berbondong-bondong ke lokasi untuk membantu upaya pencarian.
Salah seorang tokoh masyarakat, Azuar, mengungkapkan bahwa warga sempat menduga hilangnya Siti berkaitan dengan hal-hal gaib. Menurutnya, ada keyakinan lokal yang berkembang bahwa anak tersebut kemungkinan “disembunyikan” oleh makhluk halus di sekitar pohon beringin tersebut.
“Beberapa warga melihat Siti berada di bawah beringin, tapi setelah dicari, ia tidak ada lagi. Banyak yang meyakini anak itu mungkin ditutupi makhluk halus,” ujar Azuar ketika dimintai keterangan di lokasi.
Meski begitu, Azuar menegaskan bahwa dugaan tersebut masih sebatas kepercayaan masyarakat. Ia meminta agar semua pihak tetap mengedepankan ikhtiar nyata, yakni melakukan pencarian secara menyeluruh serta berkoordinasi dengan pihak keluarga dan aparat berwenang.
Pantauan di lapangan, puluhan masyarakat, baik pemuda maupun orang tua, terlibat dalam pencarian yang berlangsung hingga tengah malam. Sejumlah warga menggunakan senter, obor, serta alat penerangan seadanya untuk menyisir area pemakaman.
Suasana pencarian berlangsung penuh keprihatinan, namun juga diwarnai kekhawatiran. Beberapa warga tampak membaca doa dan ayat-ayat suci di sekitar lokasi, dengan harapan Siti segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Selain di sekitar pohon beringin, pencarian juga dilakukan ke sejumlah sudut pemakaman, jalan setapak, hingga area kebun warga yang berdekatan. Upaya pencarian diperluas agar tidak hanya terfokus pada dugaan supranatural, tetapi juga kemungkinan bahwa anak tersebut tersesat atau pergi ke tempat lain.
Keluarga Siti yang ditemui di rumahnya mengaku sangat cemas atas hilangnya putri mereka. Orang tua korban berharap agar masyarakat terus membantu, dan meminta agar siapa pun yang memiliki informasi mengenai keberadaan Siti segera melapor.
“Kami mohon doanya agar anak kami cepat ditemukan. Kami juga sangat berharap kalau ada warga yang melihat Siti, segera menghubungi pihak keluarga atau aparat,” ungkap salah seorang anggota keluarga dengan suara bergetar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian disebut sudah menerima laporan mengenai hilangnya anak tersebut. Aparat masih melakukan koordinasi dengan pihak keluarga serta tokoh masyarakat guna memperluas upaya pencarian.
Sejumlah anggota kepolisian bersama relawan masyarakat akan melanjutkan penyisiran di sekitar lokasi, termasuk kemungkinan mengerahkan bantuan tambahan dari tim SAR atau aparat setempat jika diperlukan.
Pihak kepolisian juga meminta masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi di media sosial, terutama terkait dugaan-dugaan mistis yang bisa memperkeruh suasana. Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan anak yang hilang.
Hilangnya Siti di kawasan pemakaman memang menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan warga. Cerita tentang “makhluk halus” yang dipercaya mendiami pohon besar di area pemakaman sudah lama beredar di masyarakat setempat.
Kendati demikian, sejumlah tokoh agama dan masyarakat menegaskan agar warga tidak larut dalam isu-isu mistis semata. Menurut mereka, pencarian tetap harus dilakukan dengan cara-cara nyata, sambil tetap berdoa dan memohon perlindungan Tuhan.
“Kalau pun ada yang percaya pada hal gaib, itu sah-sah saja. Tapi yang lebih penting adalah usaha nyata. Kita harus fokus mencari bersama, agar anak itu cepat ditemukan,” kata seorang tokoh agama setempat.
Informasi hilangnya Siti juga ramai dibicarakan di berbagai platform media sosial, setelah akun lokal “Treands Manaberita” mengunggah kabar tersebut. Unggahan itu menuai ribuan komentar dari warganet yang sebagian besar menyampaikan doa dan dukungan moral.
Sebagian warganet juga mengingatkan agar masyarakat tetap berhati-hati dan tidak mudah termakan isu yang belum tentu benar. “Semoga cepat ketemu. Jangan terlalu percaya hal-hal gaib, tetap fokus usaha di lapangan,” tulis salah satu pengguna media sosial.
Kasus hilangnya anak di area pemakaman ini menjadi perhatian serius masyarakat. Selain menimbulkan kepedulian, peristiwa tersebut juga menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap anak-anak, terutama di area-area rawan yang sepi dan berpotensi berbahaya.
Masyarakat berharap agar Siti segera ditemukan dalam keadaan selamat, dan peristiwa ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Baik keluarga, masyarakat, maupun aparat berkomitmen untuk melanjutkan pencarian hingga ada kepastian mengenai keberadaan Siti.
“Kami semua berharap Siti kembali dengan selamat. Semoga pencarian ini membuahkan hasil secepatnya,” tutur salah seorang warga yang turut serta di lokasi pencarian.
Hingga Kamis dini hari (21/8/2025), proses pencarian masih terus dilakukan. Belum ada keterangan resmi terbaru dari pihak kepolisian mengenai perkembangan lebih lanjut. Warga diimbau tetap tenang, tidak menyebarkan hoaks, dan mendukung upaya pencarian agar Siti segera ditemukan.
Editor: (Ahmad)













