Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Sejarah

Uang Kuno Kesultanan Banten Jadi Sorotan, Simbol Sejarah dan Budaya Nusantara

317
×

Uang Kuno Kesultanan Banten Jadi Sorotan, Simbol Sejarah dan Budaya Nusantara

Sebarkan artikel ini

LAMPUNG, SNIPERNEW.id — Sebuah unggahan media sosial Facebook dari akun Sejarah Cirebon menjadi perhatian warganet setelah menampilkan foto uang kuno bertuliskan aksara Jawa. Dalam keterangan unggahan tersebut disebutkan bahwa tulisan pada uang itu jika dibaca berbunyi “Pangeran Ratu”, yang diyakini merupakan mata uang resmi Kesultanan Banten dan pertama kali dicetak sekitar tahun 1580.


Mengutip ung­ga­han terse­but, uang kuno ini tidak hanya memi­li­ki nilai his­toris, tetapi juga mencer­minkan kuat­nya iden­ti­tas budaya dan sis­tem pemer­in­ta­han pada masa kejayaan Kesul­tanan Ban­ten.

  Rahasia Nanas Hias Langka yang Dipercaya Menyembuhkan

Ben­tuknya yang khas den­gan lubang di ten­gah ser­ta uki­ran aksara tra­di­sion­al menun­jukkan pen­garuh budaya lokal yang berpadu den­gan sis­tem ekono­mi ker­a­jaan pada abad ke-16.

Keber­adaan aksara Jawa pada mata uang terse­but men­ja­di buk­ti bah­wa tra­disi tulis dan bahasa lokal telah digu­nakan secara luas dalam aktiv­i­tas res­mi ker­a­jaan, ter­ma­suk dalam bidang perda­gan­gan dan ekono­mi.

  Bukan Horor, Ini Ciamis: Makam Keramat dengan Jejak Sejarah Panjang

Hal ini mem­perku­at pan­dan­gan bah­wa per­ad­a­ban Nusan­tara pada masa itu telah memi­li­ki tata kelo­la ekono­mi yang ter­struk­tur dan berdaulat.

Ung­ga­han terse­but men­u­ai beragam tang­ga­pan dari war­ganet, mulai dari keter­tarikan ter­hadap nilai sejarah­nya hing­ga doron­gan agar pen­ing­galan semacam ini terus diteliti dan dilestarikan.

Seba­gian neti­zen juga meni­lai bah­wa uang kuno terse­but layak dike­nalkan kepa­da gen­erasi muda seba­gai bagian dari edukasi sejarah dan budaya bangsa.

  Jejak Tiket Kuning Menuju Gerbang Profesionalisme Jurnalistik

Mes­ki demikian, infor­masi ini bersum­ber dari ung­ga­han media sosial dan belum dis­er­tai keteran­gan res­mi dari lem­ba­ga sejarah atau arke­olo­gi. Oleh kare­na itu, diper­lukan kajian lan­ju­tan dari para ahli untuk memas­tikan keaslian, kon­teks peng­gu­naan, ser­ta nilai his­toris uang kuno terse­but secara akademis.

Seba­gai warisan budaya, keber­adaan mata uang kuno Kesul­tanan Ban­ten ini men­ja­di pengin­gat akan kekayaan sejarah Nusan­tara yang patut dija­ga, ditelusuri, dan diwariskan kepa­da gen­erasi men­datang.

Penulis: [skan­dar]


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *