Berita Daerah

Jabu Sihol Bawa Aksara dan Ukiran Batak Mendunia: Misi Budaya Menggetarkan Hati ke Eropa 2025

189
×

Jabu Sihol Bawa Aksara dan Ukiran Batak Mendunia: Misi Budaya Menggetarkan Hati ke Eropa 2025

Sebarkan artikel ini

Siantar |Snipernew.id

Jabu Sihol Bawa Misi Budaya Batak ke Eropa 2025 — Sebuah per­jalanan yang sarat mak­na dan emosi ten­gah disi­ap­kan oleh komu­ni­tas budaya Jabu Sihol. Tahun 2025, langkah kaki mere­ka akan men­je­jak tanah Eropa, mem­bawa harum warisan leluhur Batak ke tiga negara: Italia, Den­mark, dan Belan­da. Dalam rentang wak­tu 16 hing­ga 30 Novem­ber 2025, misi ini akan men­ja­di pang­gung bagi Aksara Batak dan Uki­ran Batak untuk berbicara kepa­da dunia.

  "Aksi Senyap Bhabinkamtibmas di Malam Hari"

Wajah Budaya Batak di Jan­tung Eropa

Dua sosok men­ja­di wajah dari per­jalanan berse­jarah ini: Daniel Tua Ompusung­gu, pendiri Jabu Sihol, dan Jupi­ta Sin­u­rat, pemer­hati sekali­gus pelestari seni ukir Batak. Di tan­gan mere­ka, budaya Batak tidak hanya dipamerkan, tetapi dihidupkan—dalam seti­ap gore­san aksara, seti­ap lekuk uki­ran, dan seti­ap ceri­ta yang dibawa dari tanah Toba ke jan­tung Eropa, Senin (03/11/2025)

Ked­u­anya bertekad mem­perke­nalkan kekayaan warisan leluhur Batak kepa­da masyarakat inter­na­sion­al. Mere­ka ingin mene­gaskan bah­wa aksara dan uki­ran tra­di­sion­al bukan sekadar pen­ing­galan masa lalu, melainkan iden­ti­tas bangsa yang patut dija­ga dan dibang­gakan.

Anuger­ah dan Hara­pan dari Tanah Batak

  Petani Berlindung Daun Pisang di Tengah Terik, Cuaca Panas Ekstrem Kian Memprihatinkan

Jabu Sihol meman­dang kesem­patan ini seba­gai anuger­ah Tuhan, bukan hasil keku­atan prib­a­di sema­ta. Melalui dukun­gan banyak pihak yang berhati mulia, pin­tu menu­ju Eropa ter­bu­ka lebar. Dalam perny­ataan resminya, Jabu Sihol menyam­paikan den­gan penuh syukur dan hara­pan:

“Semoga Aksara Batak dan Uki­ran Batak dap­at men­dunia, men­ja­di berkat, ser­ta kebang­gaan bersama.”

Kali­mat seder­hana itu meny­im­pan getar emosi yang dalam—sebuah doa agar karya leluhur yang diwariskan turun-temu­run bisa dike­nal luas dan tetap hidup di ten­gah deras­nya arus mod­ernisasi.

Men­ga­jak Dunia Bergan­den­gan Tan­gan

Tidak berhen­ti di sana, Jabu Sihol juga mem­bu­ka kesem­patan bagi sia­pa pun yang ingin ikut berkon­tribusi dalam misi kebu­dayaan ini. Kolab­o­rasi men­ja­di kun­ci agar seman­gat pelestar­i­an budaya tidak hanya berhen­ti pada satu per­jalanan, tetapi tum­buh men­ja­di ger­akan bersama.
Bagi mere­ka yang ingin men­dukung atau bek­er­ja sama, Jabu Sihol dap­at dihubun­gi lang­sung melalui akun Insta­gram res­mi @jabusihol.

  Adat Buay Belunguh Geram, Pemkab Tanggamus Dinilai Abaikan Pemangku Tanah

Budaya yang Menyen­tuh Dunia

Misi budaya ini bukan sekadar per­jalanan seni, tetapi per­jalanan hati. Dari tepi­an Danau Toba hing­ga ke pang­gung-pang­gung Eropa, Aksara Batak dan Uki­ran Batak akan berbicara dalam bahasa uni­ver­sal: kein­da­han dan kebang­gaan.

Melalui langkah kecil namun penuh mak­na ini, Jabu Sihol mem­buk­tikan bah­wa budaya bukan­lah sesu­atu yang harus dilu­pakan, tetapi sesu­atu yang harus diperjuangkan—hingga dunia men­ge­nal dan meng­hor­mati kekayaan Batak seba­gai bagian tak ter­pisahkan dari mozaik budaya dunia.

Penulis: Maha Rajagukguk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *