Berita Sejarah

Uang Kuno Kesultanan Banten Jadi Sorotan, Simbol Sejarah dan Budaya Nusantara

230
×

Uang Kuno Kesultanan Banten Jadi Sorotan, Simbol Sejarah dan Budaya Nusantara

Sebarkan artikel ini

LAMPUNG, SNIPERNEW.id – Sebuah unggahan media sosial Facebook dari akun Sejarah Cirebon menjadi perhatian warganet setelah menampilkan foto uang kuno bertuliskan aksara Jawa. Dalam keterangan unggahan tersebut disebutkan bahwa tulisan pada uang itu jika dibaca berbunyi “Pangeran Ratu”, yang diyakini merupakan mata uang resmi Kesultanan Banten dan pertama kali dicetak sekitar tahun 1580.


Mengutip unggahan tersebut, uang kuno ini tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga mencerminkan kuatnya identitas budaya dan sistem pemerintahan pada masa kejayaan Kesultanan Banten.

Bentuknya yang khas dengan lubang di tengah serta ukiran aksara tradisional menunjukkan pengaruh budaya lokal yang berpadu dengan sistem ekonomi kerajaan pada abad ke-16.

Keberadaan aksara Jawa pada mata uang tersebut menjadi bukti bahwa tradisi tulis dan bahasa lokal telah digunakan secara luas dalam aktivitas resmi kerajaan, termasuk dalam bidang perdagangan dan ekonomi.

Hal ini memperkuat pandangan bahwa peradaban Nusantara pada masa itu telah memiliki tata kelola ekonomi yang terstruktur dan berdaulat.

Unggahan tersebut menuai beragam tanggapan dari warganet, mulai dari ketertarikan terhadap nilai sejarahnya hingga dorongan agar peninggalan semacam ini terus diteliti dan dilestarikan.

Sebagian netizen juga menilai bahwa uang kuno tersebut layak dikenalkan kepada generasi muda sebagai bagian dari edukasi sejarah dan budaya bangsa.

Meski demikian, informasi ini bersumber dari unggahan media sosial dan belum disertai keterangan resmi dari lembaga sejarah atau arkeologi. Oleh karena itu, diperlukan kajian lanjutan dari para ahli untuk memastikan keaslian, konteks penggunaan, serta nilai historis uang kuno tersebut secara akademis.

Sebagai warisan budaya, keberadaan mata uang kuno Kesultanan Banten ini menjadi pengingat akan kekayaan sejarah Nusantara yang patut dijaga, ditelusuri, dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Penulis: [skandar]