Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Rumah Ahmad Sahroni di Tanjung Priok Diserbu Massa

699
×

Rumah Ahmad Sahroni di Tanjung Priok Diserbu Massa

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id - Sebuah peri­s­ti­wa ker­icuhan ter­ja­di di kawasan Tan­jung Priok, Jakar­ta Utara. Rumah milik Ahmad Sahroni, seo­rang anggota DPR RI, dik­abarkan men­ja­di sasaran amukan mas­sa. Dalam reka­man video yang beredar luas di media sosial, ter­li­hat keru­mu­nan war­ga mema­su­ki kedia­man, merusak fasil­i­tas yang ada, ser­ta mem­bawa kelu­ar sejum­lah barang berhar­ga, Sab­tu (30/08).

Infor­masi ini per­ta­ma kali diung­gah oleh akun media sosial info­jawabarat melalui plat­form Threads. Dalam ung­ga­han­nya dise­butkan bah­wa mas­sa meng­han­curkan sebuah mobil mewah merek Lexus yang ter­parkir di garasi rumah. Selain itu, sejum­lah barang rumah tang­ga, per­ab­otan, hing­ga sebuah kolek­si berben­tuk robot Iron Man turut diam­bil oleh mas­sa yang menyer­bu.

Peri­s­ti­wa ini menim­bulkan per­ha­t­ian pub­lik dan lang­sung men­ja­di perbin­can­gan hangat. Reka­man video mem­per­li­hatkan suasana kacau di area rumah. Beber­a­pa orang tam­pak mema­su­ki garasi, semen­tara yang lain ter­li­hat melem­parkan barang dari lan­tai atas rumah ke arah luar pagar.

Berdasarkan keteran­gan yang beredar di media sosial, rumah Ahmad Sahroni men­ja­di sasaran amukan war­ga. Mas­sa melakukan aksi perusakan dan pen­jara­han. Mobil Lexus yang ter­parkir di garasi men­ja­di kor­ban per­ta­ma. Bagian kaca mobil pec­ah, dan bodi kendaraan rusak aki­bat lem­paran ben­da keras.

Tak hanya itu, mas­sa juga ter­li­hat mengam­bil berba­gai barang rumah tang­ga, mulai dari fur­ni­tur hing­ga kolek­si prib­a­di. Salah satu barang yang men­curi per­ha­t­ian dalam keteran­gan ung­ga­han adalah “robot Iron Man” yang dise­but turut diam­bil.

  Tongkang Bermuatan Batu Bara Terbakar di Laut Makassar

Selain itu, dalam video yang beredar, ter­li­hat keru­mu­nan memenuhi area garasi dan hala­man rumah. Suasana tam­pak tidak terk­endali den­gan teri­akan, doron­gan, ser­ta beber­a­pa barang dilem­par kelu­ar dari jen­dela lan­tai atas rumah.

Pihak uta­ma yang men­ja­di kor­ban dalam peri­s­ti­wa ini adalah Ahmad Sahroni, seo­rang anggota DPR RI yang dike­nal pub­lik. Ia dike­nal berasal dari daer­ah Tan­jung Priok dan ker­ap diju­lu­ki seba­gai “crazy rich Tan­jung Priok” kare­na latar belakang kehidu­pan­nya yang beraw­al dari seder­hana hing­ga kini memi­li­ki kehidu­pan mapan.

Ada­pun pihak yang ter­li­bat dalam ker­icuhan adalah mas­sa yang belum teri­den­ti­fikasi secara res­mi. Mere­ka meru­pakan keru­mu­nan war­ga yang datang berbon­dong-bon­dong ke lokasi rumah. Hing­ga beri­ta ini dit­ulis, belum ada keteran­gan res­mi men­ge­nai sia­pa saja yang ter­li­bat, bera­pa jum­lah mas­sa yang hadir, ser­ta apa moti­vasi uta­ma aksi terse­but.

Namun, jika meli­hat dari kolom komen­tar di ung­ga­han media sosial, banyak war­ga yang men­gaitkan peri­s­ti­wa ini den­gan isu keti­dakpuasan masyarakat ter­hadap peja­bat pub­lik dan dugaan adanya tin­dak korup­si di kalan­gan leg­is­latif.

Berdasarkan ung­ga­han yang beredar, peri­s­ti­wa ini dila­porkan ter­ja­di pada Sab­tu, 30 Agus­tus 2025. Infor­masi per­ta­ma muncul sek­i­tar satu jam sebelum tangka­pan layar diam­bil, menun­jukkan bah­wa ker­icuhan berlang­sung di siang hing­ga sore hari.

Hing­ga saat ini, ung­ga­han terse­but telah diton­ton ribuan kali oleh war­ganet. Video dan foto keja­di­an menye­bar den­gan cepat di berba­gai plat­form media sosial, menim­bulkan perde­batan dan komen­tar keras dari pub­lik.

Lokasi peri­s­ti­wa bera­da di kedia­man Ahmad Sahroni di kawasan Tan­jung Priok, Jakar­ta Utara. Tan­jung Priok dike­nal seba­gai kawasan pelabuhan terbe­sar di Jakar­ta dan salah satu titik padat aktiv­i­tas masyarakat.

Rumah Ahmad Sahroni yang men­ja­di sasaran dike­nal seba­gai hun­ian mewah den­gan garasi luas. Dari video yang beredar, ter­li­hat garasi besar berisi mobil mewah dan beber­a­pa fur­ni­tur, yang kemu­di­an dijarah oleh mas­sa.

  Bendera Robek Berkibar, Disiplin Aparatur Pekon Dipertanyakan

Hing­ga beri­ta ini dit­ulis, belum ada keteran­gan res­mi dari pihak kepolisian maupun dari Ahmad Sahroni sendiri men­ge­nai penye­bab mas­sa melakukan penyer­buan ke rumah­nya.

Namun, dari komen­tar pub­lik yang beredar, ter­li­hat adanya narasi bah­wa keja­di­an ini berkai­tan den­gan keti­dakpuasan masyarakat ter­hadap per­i­laku peja­bat pub­lik.

Seo­rang peng­gu­na menulis. “KaloRUU per­am­pasan aset ga bisa DPR sahin biar raky­at yang ram­pas aset anggota dewan yg korup.”

Komen­tar lain menye­butkan. ““Hajarterus haha­hah… Dasar belagu sama raky­at kau lawan ya jadi begi­ni keja­di­an­nya resiko.”

Komen­tar terse­but mengindikasikan bah­wa seba­gian pub­lik meli­hat peri­s­ti­wa ini seba­gai ben­tuk kemara­han raky­at ter­hadap peja­bat yang diang­gap menyalah­gu­nakan kekuasaan. Meskipun demikian, motif sebe­narnya masih menung­gu klar­i­fikasi res­mi dari pihak berwe­nang.

Dari video yang beredar, kro­nolo­gi semen­tara dap­at dije­laskan seba­gai berikut:

1. Mas­sa berkumpul di depan rumah Ahmad Sahroni di Tan­jung Priok. Jum­lah­nya ter­li­hat puluhan orang.

2. Mas­sa kemu­di­an masuk ke garasi rumah dan lang­sung merusak sebuah mobil Lexus.

3. Beber­a­pa orang ter­li­hat mengam­bil barang-barang dari dalam rumah, baik fur­ni­tur maupun ben­da kolek­si prib­a­di.

4. Dari lan­tai atas rumah, barang-barang dilem­par kelu­ar oleh sekelom­pok orang, kemu­di­an diam­bil oleh mas­sa yang bera­da di bawah.

5. Suasana ter­li­hat ricuh dan tidak ada aparat kea­manan di lokasi pada saat video direkam.

Sejauh ini, tidak ada lapo­ran res­mi men­ge­nai kor­ban luka ataupun jum­lah keru­gian materi aki­bat peri­s­ti­wa terse­but.

Komen­tar war­ganet atas peri­s­ti­wa ini san­gat beragam. Ada yang menyetu­jui tin­dakan mas­sa seba­gai sim­bol per­lawanan ter­hadap peja­bat, ada pula yang mengkri­tik keras tin­dakan main hakim sendiri.

  Satu Korban Hanyut di Wisata Bislab Ditemukan Tim Pencarian

Beber­a­pa komen­tar pub­lik yang muncul di ung­ga­han adalah:

imyoggs_: “Kalo RUU per­am­pasan aset ga bisa DPR sahin biar raky­at yang ram­pas aset anggota dewan yg korup.”

dharma_dudi: “Hajar terus haha­hah… Dasar belagu sama raky­at kau lawan ya jadi begi­ni keja­di­an­nya resiko.”

listiyo_dpk: “Ada sepe­da RB nya yg ratu­san juta itu.”

ahmadtho­hain­sani: “Lan­jut miskin kan.”

genam.id: “Mal­ing teri­ak pejuang raky­at, apa bedanya.”

Komen­tar-komen­tar terse­but mem­per­li­hatkan adanya sen­ti­men negatif pub­lik ter­hadap peja­bat yang diang­gap tidak berpi­hak kepa­da raky­at. Namun, seba­gian komen­tar juga berna­da sinis ter­hadap tin­dakan mas­sa yang merusak dan men­jarah.

Dari sisi hukum, tin­dakan mas­sa yang merusak rumah dan mengam­bil barang-barang jelas ter­ma­suk tin­dak pidana perusakan dan pen­jara­han. Aparat kepolisian dihara­p­kan segera turun tan­gan untuk menga­mankan lokasi ser­ta melakukan penye­lidikan ter­hadap pelaku.

Semen­tara dari sisi eti­ka sosial, keja­di­an ini mem­per­li­hatkan adanya keti­dakper­cayaan seba­gian masyarakat ter­hadap lem­ba­ga leg­is­latif. Mes­ki demikian, penyam­pa­ian aspi­rasi seharus­nya dilakukan melalui jalur hukum dan mekanisme res­mi, bukan den­gan tin­dakan kek­erasan atau per­am­pasan aset prib­a­di.

Peri­s­ti­wa penyer­buan rumah Ahmad Sahroni di Tan­jung Priok men­ja­di sorotan pub­lik pada Sab­tu, 30 Agus­tus 2025. Hing­ga kini, belum ada klar­i­fikasi res­mi dari pihak kor­ban maupun aparat kea­manan. Motif aksi mas­sa pun masih sim­pang siur dan banyak dikaitkan den­gan isu poli­tik ser­ta keti­dakpuasan pub­lik ter­hadap peja­bat.

Keja­di­an ini men­ja­di pengin­gat bah­wa kete­gan­gan antara masyarakat dan peja­bat pub­lik bisa beru­jung pada tin­dakan anarkis apa­bi­la tidak ada salu­ran komu­nikasi yang efek­tif. Penan­ganan hukum yang tegas diper­lukan agar kasus ini tidak men­ja­di preseden buruk bagi demokrasi dan ketert­iban sosial di Indone­sia. (Lin­da)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *