Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Lifestyle

Inspirasi dari Balik Jeruji: Ribuan Warga Binaan Lapas Warungkiara Temukan Kedamaian dalam Kegiatan Keagamaan Bersama FPII

236
×

Inspirasi dari Balik Jeruji: Ribuan Warga Binaan Lapas Warungkiara Temukan Kedamaian dalam Kegiatan Keagamaan Bersama FPII

Sebarkan artikel ini

Suk­abu­mi, SniperNew.id – Suasana Masjid Al-Himayah di Lem­ba­ga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Warungkiara, Suk­abu­mi, tam­pak berbe­da pada Jumat (29/8/2025). Sejak pagi, ribuan war­ga binaan den­gan paka­ian rapi dan wajah penuh harap berbon­dong-bon­dong menu­ju masjid untuk melak­sanakan salat Jumat ber­ja­maah.

Kegiatan ini bukan sekadar ibadah rutin, tetapi momen­tum pem­bi­naan spir­i­tu­al yang sarat mak­na, sekali­gus buk­ti komit­men Lapas Warungkiara dalam mengede­pankan nilai-nilai keaga­maan seba­gai bagian pent­ing dari pros­es pemasyarakatan.

Kehadi­ran tokoh-tokoh pent­ing, seper­ti Dewan Pakar Forum Pers Inde­pen­dent Indone­sia (FPII) Adv. Lilik Adi Gunawan, S.H., bersama Kepala Lapas Warungkiara Pan­ji Kur­nia Pamekas dan jajaran, menam­bah bobot acara terse­but. Kegiatan ini men­ja­di oase kete­nan­gan di ten­gah keter­batasan, meng­hadirkan seman­gat baru bagi war­ga binaan untuk terus mem­per­bai­ki diri.

Khut­bah Jumat yang dis­am­paikan oleh Ustadz Drs. Sai­ful Bahri, S.S., anggota Pre­sid­i­um FPII sekali­gus alum­ni Pon­dok Pesantren Yapink Tam­bun, Bekasi, berhasil mengge­tarkan hati para jamaah. Dalam ceramah­nya, beli­au menekankan pent­ingnya men­jadikan masa di balik jeru­ji seba­gai kesem­patan emas untuk intro­speksi dan hijrah menu­ju prib­a­di yang lebih baik.

Jadikan seti­ap detik di tem­pat ini seba­gai pengin­gat, bah­wa Allah SWT selalu mem­beri kesem­patan ked­ua. Bukan sema­ta huku­man, tetapi jalan untuk mem­per­bai­ki diri,” ujar Ustadz Sai­ful penuh ket­e­duhan.

Suasana masjid yang penuh khid­mat mem­bu­at banyak jamaah ter­haru. Beber­a­pa war­ga binaan tam­pak menun­dukkan kepala, tak kuasa mena­han air mata. Kehadi­ran Ustadz Sai­ful tidak hanya mem­berikan pencer­a­han spir­i­tu­al, tetapi juga seman­gat hidup untuk men­jalani hari-hari di balik jeru­ji den­gan penuh keikhlasan dan kesabaran.

  Syukur dan Haru di Margakaya: Aqiqah dan Ulang Tahun ke-4 Abira Ozil Attariq Numberi

Salah satu sorotan uta­ma kegiatan ini adalah kehadi­ran Dewan Pakar FPII, Adv. Lilik Adi Gunawan, S.H. Dalam sambu­tan­nya, ia menyam­paikan bah­wa pem­bi­naan keaga­maan di Lapas adalah langkah nya­ta dalam mem­ban­gun karak­ter dan moral para war­ga binaan.

“Kegiatan seper­ti ini men­ja­di buk­ti bah­wa Lapas bukan hanya tem­pat men­jalani huku­man, tetapi juga wadah pem­bi­naan yang mem­per­si­ap­kan nara­p­i­dana kem­bali ke masyarakat den­gan lebih baik. Saya berharap kegiatan posi­tif ini terus ber­jalan dan mem­bawa man­faat luas,” ujar Lilik.

Lilik juga mene­gaskan pent­ingnya dukun­gan masyarakat ter­hadap pros­es pemasyarakatan. Menu­rut­nya, stig­ma sosial yang ker­ap melekat pada man­tan nara­p­i­dana bisa dipatahkan jika pros­es pem­bi­naan dijalankan secara serius dan berkesinam­bun­gan.

Kepala Lapas Kelas IIA Warungkiara, Pan­ji Kur­nia Pamekas, tak lupa mem­berikan apre­si­asi ting­gi atas dukun­gan FPII. Pan­ji mene­gaskan bah­wa pro­gram pem­bi­naan spir­i­tu­al adalah salah satu fokus uta­ma Lapas Warungkiara.

Dukun­gan dari berba­gai pihak, ter­ma­suk FPII, semakin mem­perku­at pro­gram pem­bi­naan kami. Tujuan kami adalah mem­per­si­ap­kan war­ga binaan agar kem­bali ke masyarakat den­gan keimanan dan akhlak yang lebih baik. Kehadi­ran tokoh-tokoh masyarakat men­ja­di moti­vasi luar biasa bagi mere­ka,” ujar Pan­ji.

Pan­ji juga menyam­paikan bah­wa pem­bi­naan keaga­maan tidak hanya berdampak posi­tif pada men­tal war­ga binaan, tetapi juga pada sta­bil­i­tas kea­manan di dalam lapas. Kegiatan religius ter­buk­ti mam­pu men­cip­takan suasana kon­dusif, mem­perku­at rasa keber­samaan, dan men­gu­ran­gi poten­si kon­flik antar war­ga binaan.

Di ten­gah keter­batasan, kegiatan keaga­maan ini men­ja­di sum­ber kete­nan­gan bagi banyak war­ga binaan. Beber­a­pa di antaranya men­gaku merasa lebih damai dan opti­mistis sete­lah mengiku­ti khut­bah.

  Ivanka Trump Ungkap Buku Inspiratif Pembentuk Perspektif 2025

“Saya merasa seper­ti men­da­p­at ener­gi baru. Di sini kami bela­jar sabar, ikhlas, dan berusa­ha men­ja­di orang yang lebih baik,” ujar salah satu war­ga binaan den­gan mata berka­ca-kaca.

Kegiatan ini juga men­ja­di ruang reflek­si bagi para nara­p­i­dana untuk mere­nun­gi kesala­han masa lalu dan menat­ap masa depan den­gan lebih bijak. Suasana masjid yang tert­ib, doa bersama untuk bangsa, dan keber­samaan dalam ibadah men­ja­di momen spir­i­tu­al yang men­guatkan tekad untuk berubah.

Trans­for­masi Lapas Warungkiara men­ja­di lem­ba­ga pem­bi­naan yang huma­n­is patut diapre­si­asi. Masjid Al-Himayah, yang men­ja­di pusat kegiatan keaga­maan, bukan hanya sekadar tem­pat ibadah, tetapi juga sim­bol hara­pan bagi war­ga binaan.

Kegiatan ini mencer­minkan pen­dekatan reha­bil­i­tatif dalam sis­tem pemasyarakatan Indone­sia, di mana nara­p­i­dana diper­lakukan bukan hanya seba­gai pelang­gar hukum, tetapi juga indi­vidu yang memi­li­ki hak untuk men­da­p­atkan pem­bi­naan moral dan spir­i­tu­al.

Den­gan pro­gram-pro­gram seper­ti pem­bi­naan keaga­maan, keter­ampi­lan ker­ja, hing­ga pem­bi­naan men­tal, Lapas Warungkiara beru­paya menc­etak war­ga binaan yang siap kem­bali ke masyarakat den­gan bekal posi­tif.

Keter­li­batan FPII dalam kegiatan ini menun­jukkan pent­ingnya sin­er­gi antara lem­ba­ga pemasyarakatan, tokoh masyarakat, dan media. Seba­gai organ­isasi pers inde­pen­den, FPII berper­an aktif dalam menge­dukasi masyarakat agar lebih bijak menyikapi isu-isu sep­utar pemasyarakatan.

“Stig­ma negatif ter­hadap man­tan nara­p­i­dana masih san­gat kuat di masyarakat. Media pun­ya per­an besar untuk mem­ban­tu mere­ka diter­i­ma kem­bali. Kami berharap pub­lik meli­hat bah­wa pem­bi­naan di Lapas Warungkiara benar-benar ber­jalan,” kata salah satu anggota FPII yang hadir.

Den­gan adanya liputan dan dukun­gan media, pesan posi­tif dari kegiatan ini dap­at menye­bar luas, men­gin­spi­rasi masyarakat untuk men­dukung pros­es rein­te­grasi sosial bagi war­ga binaan.

Di ten­gah panas­nya isu-isu sosial dan hukum, kegiatan seper­ti ini men­ja­di pengin­gat bah­wa nilai kemanu­si­aan harus tetap dijun­jung ting­gi. Ribuan war­ga binaan yang berkumpul di Masjid Al-Himayah untuk berib­adah bersama mem­buk­tikan bah­wa mes­ki hidup dalam keter­batasan, seman­gat untuk mendekatkan diri kepa­da Sang Pen­cip­ta tidak per­nah padam.

  Erick Thohir Apresiasi Ibu Indonesia dan Atlet Perempuan

Peman­dan­gan jamaah yang memenuhi masjid, lan­tu­nan doa yang khusyuk, ser­ta raut wajah yang penuh hara­pan men­cip­takan suasana yang mengge­tarkan hati sia­pa pun yang hadir. Bagi seba­gian war­ga binaan, Jumat ini men­ja­di titik balik dalam per­jalanan hidup mere­ka.

Kegiatan keaga­maan di Lapas Warungkiara mem­berikan pela­jaran pent­ing bah­wa pem­bi­naan bukan sekadar ten­tang disi­plin, tetapi juga ten­tang mem­bangk­itkan kesadaran spir­i­tu­al. Inisi­atif ini bukan hanya berdampak pada indi­vidu, tetapi juga mem­perku­at cit­ra posi­tif lem­ba­ga pemasyarakatan seba­gai insti­tusi yang mem­bi­na, bukan sekadar menghukum.

Di ten­gah tan­ta­n­gan mod­ernisasi sis­tem hukum dan pemasyarakatan, pen­dekatan berba­sis aga­ma dan nilai moral men­ja­di solusi efek­tif untuk menc­etak indi­vidu yang lebih siap meng­hadapi kehidu­pan sete­lah bebas. Masjid Al-Himayah men­ja­di sak­si bisu per­jalanan spir­i­tu­al ribuan war­ga binaan yang ten­gah berusa­ha mena­pa­ki jalan baru.

Sha­lat Jumat yang berlang­sung den­gan tert­ib dan khid­mat ini diakhiri den­gan doa bersama untuk kese­la­matan bangsa, kelu­ar­ga para war­ga binaan, ser­ta keberka­han bagi selu­ruh penghu­ni Lapas Warungkiara. Dukun­gan dari tokoh aga­ma, FPII, dan pihak lapas men­ja­di ener­gi baru bagi para war­ga binaan untuk terus mem­per­bai­ki diri.

Kegiatan seper­ti ini bukan hanya sekadar ruti­ni­tas, tetapi men­ja­di sarana meng­ha­pus sekat antara dunia luar dan dalam lapas. Di balik jeru­ji besi, seman­gat untuk berubah tetap berko­bar, dan kegiatan keaga­maan men­ja­di pengin­gat bah­wa seti­ap manu­sia selalu memi­li­ki kesem­patan ked­ua.

Penulis: (Sufiyawan)

Sum­ber: Pre­sid­i­um Forum Pers Inde­pen­dent Indone­sia (FPII)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *