Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Diskan Bangkep Latih Warga Okumel Buat Nugget Ikan, Dorong Pemberdayaan dan Reforma Agraria

290
×

Diskan Bangkep Latih Warga Okumel Buat Nugget Ikan, Dorong Pemberdayaan dan Reforma Agraria

Sebarkan artikel ini

Bang­gai Kepu­lauan, SniperNew.id – Dinas Perikanan Kabu­pat­en Bang­gai Kepu­lauan (Diskan Bangkep) melak­sanakan kegiatan Fasil­i­tasi Akses Pemasaran dan Sarana Pen­dukung bersama Kan­tor Per­tana­han (BPN) Kabu­pat­en Bang­gai Kepu­lauan seba­gai bagian dari pro­gram Akses Refor­ma Agraria Tahun 2025, pada Rabu (27/8/2025).

Acara ini dipusatkan di Bal­ai Desa Okumel, Keca­matan Liang, dan diisi den­gan pelati­han pem­bu­atan nugget ikan. Kegiatan terse­but men­ja­di langkah nya­ta pem­ber­dayaan masyarakat, khusus­nya Desa Okumel yang sela­ma ini dike­nal seba­gai desa den­gan poten­si besar di bidang perikanan.

Pelati­han pem­bu­atan nugget ikan ini diiku­ti secara lang­sung oleh masyarakat Desa Okumel yang terdaf­tar seba­gai sub­jek pro­gram Pem­ber­dayaan Tanah Masyarakat. Dalam pros­es­nya, para peser­ta men­da­p­at ara­han tek­nis men­ge­nai cara men­go­lah hasil tangka­pan ikan men­ja­di pro­duk siap kon­sum­si den­gan nilai tam­bah yang lebih ting­gi.

Kepala Dinas Perikanan Bangkep melalui tim penyu­luh menekankan bah­wa pelati­han semacam ini tidak hanya sebatas keter­ampi­lan rumah tang­ga, tetapi juga bagian dari strate­gi untuk men­dorong kemandiri­an ekono­mi masyarakat.

“Ikan adalah poten­si uta­ma di Desa Okumel. Jika masyarakat mam­pu men­go­lah­nya men­ja­di pro­duk turunan seper­ti nugget, maka nilai ekonominya akan meningkat, pasar ter­bu­ka lebih luas, dan pen­da­p­atan kelu­ar­ga bisa lebih sta­bil,” ungkap salah satu penyu­luh dalam kegiatan terse­but.

Pro­duk nugget ikan, lan­jut­nya, bukan hanya sekadar makanan alter­natif, tetapi bisa men­ja­di pro­duk ung­gu­lan daer­ah den­gan daya saing ting­gi apa­bi­la dikem­bangkan secara kon­sis­ten.

  Travel Terguling di Pacet, Rem Blong Jadi Dugaan

Kegiatan fasil­i­tasi ini meru­pakan rangka­ian dari pro­gram Akses Refor­ma Agraria yang diga­gas pemer­in­tah. Dalam pro­gram terse­but, tidak hanya sebatas redis­tribusi lahan, tetapi juga pem­ber­dayaan masyarakat melalui pen­ingkatan kap­a­sitas usa­ha.

Menu­rut Dinas Perikanan, keter­li­batan masyarakat dalam kegiatan ini meru­pakan upaya untuk memas­tikan bah­wa aset tanah dan sum­ber daya yang dim­i­li­ki war­ga dap­at diman­faatkan den­gan mak­si­mal untuk meningkatkan kese­jahter­aan.

“Refor­ma agraria bukan hanya mem­ba­gi ser­ti­fikat tanah. Lebih dari itu, ini ten­tang bagaimana masyarakat bisa meman­faatkan tanah, laut, dan sum­ber daya lain­nya untuk meningkatkan kual­i­tas hidup mere­ka. Dan hari ini kita mulai den­gan pelati­han seder­hana, pem­bu­atan nugget ikan, yang bisa jadi pin­tu masuk menu­ju usa­ha yang lebih besar,” jelas seo­rang peja­bat BPN Bangkep.

Masyarakat Desa Okumel ter­li­hat antu­sias mengiku­ti pelati­han. Para ibu rumah tang­ga, nelayan, hing­ga pemu­da desa ter­li­bat lang­sung dalam prak­tik pem­bu­atan nugget ikan. Mere­ka mem­pela­jari mulai dari pemil­i­han bahan baku ikan segar, teknik pen­go­la­han, penge­masan, hing­ga strate­gi pemasaran.

Salah satu peser­ta, Nurhay­ati, men­gaku kegiatan ini mem­bu­ka wawasan­nya men­ge­nai poten­si usa­ha baru di desanya.

“Sela­ma ini kami hanya men­jual ikan segar hasil tangka­pan. Kadang kalau musim ikan melimpah, har­ga bisa turun. Den­gan dia­jari cara mem­bu­at nugget ikan, kami bisa olah sendiri dan men­jual den­gan har­ga lebih baik. Ini bisa jadi tam­ba­han peng­hasi­lan kelu­ar­ga,” ucap­nya.

Peser­ta lain juga meni­lai bah­wa ino­vasi pro­duk ola­han ikan akan mem­ban­tu men­gatasi kendala pemasaran, teruta­ma saat stok ikan melimpah dan sulit dis­er­ap pasar segar.

Kepala Desa Okumel, Surianto U. Abbas, dalam sambu­tan­nya menyam­paikan apre­si­asi ter­hadap kegiatan ini. Menu­rut­nya, pelati­han semacam ini san­gat dibu­tuhkan agar masyarakat tidak hanya bergan­tung pada pen­jualan ikan segar.

  PLN Pringsewu Tanggap Darurat, Kabel JTR Turun di Pekon Margakaya Langsung Diperbaiki

“Okumel pun­ya laut yang kaya, ikan melimpah. Tapi kalau hanya dijual men­tah, har­ganya ser­ing tidak sta­bil. Den­gan adanya pelati­han pem­bu­atan nugget ikan, masyarakat bisa mulai beral­ih ke pro­duk ola­han. Kami berharap ini jadi pro­duk ung­gu­lan desa yang bisa dipasarkan kelu­ar daer­ah,” kata Surianto.

Ia mene­gaskan bah­wa pihak desa siap men­dukung tin­dak lan­jut pro­gram, baik dari sisi pro­mosi maupun penye­di­aan sarana pro­duk­si bagi kelom­pok masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejum­lah peja­bat terkait. Hadir di antaranya.

Dito Syafer­li, Kepala Kan­tor Per­tana­han Kabu­pat­en Bang­gai Kepu­lauan, Moham­mad Yasir, Plt. Kepala Sek­si Penataan dan Pem­ber­dayaan beser­ta staf, Edy Nashry Abubakar, Koor­di­na­tor Penyu­luh Perikanan Kabu­pat­en Bang­gai Kepu­lauan, Nurhi­day­ati H. Lasi­da, Penyu­luh Perikanan wilayah Keca­matan Liang, ser­ta Field Staff Kan­tor Per­tana­han Bangkep.

Dalam kesem­patan itu, Kepala Kan­tor Per­tana­han, Dito Syafer­li, meny­atakan bah­wa dukun­gan BPN ter­hadap pro­gram ini sejalan den­gan misi refor­ma agraria. Menu­rut­nya, pem­ber­dayaan masyarakat berba­sis sum­ber daya lokal meru­pakan bagian pent­ing untuk mewu­jud­kan masyarakat yang ber­daya saing dan mandiri.

Refor­ma agraria bukan sekadar legal­isasi aset, tetapi juga akses ter­hadap modal, pasar, dan teknolo­gi. Melalui kolab­o­rasi den­gan Dinas Perikanan, kita berharap masyarakat Desa Okumel dap­at merasakan lang­sung man­faat dari pro­gram ini,” tegas Dito.

Kegiatan fasil­i­tasi ini dihara­p­kan men­ja­di mod­el per­con­to­han bagi desa-desa lain di Bang­gai Kepu­lauan. Apala­gi, sek­tor perikanan meru­pakan salah satu pilar uta­ma perekono­mi­an daer­ah.

Koor­di­na­tor Penyu­luh Perikanan, Edy Nashry Abubakar, menyam­paikan bah­wa pihaknya akan terus melakukan pen­dampin­gan pas­ca-pelati­han.

Tidak berhen­ti di sini saja. Kami akan dampin­gi kelom­pok masyarakat, mulai dari penge­masan, ser­ti­fikasi pro­duk, hing­ga strate­gi pemasaran. Tar­get­nya, nugget ikan dari Okumel bisa masuk ke pasar yang lebih luas, bahkan sam­pai tingkat provin­si,” ujarnya.

Semen­tara itu, Penyu­luh Perikanan Keca­matan Liang, Nurhi­day­ati H. Lasi­da, menam­bahkan bah­wa kegiatan semacam ini mam­pu mem­bangk­itkan seman­gat wirausa­ha masyarakat pesisir.

Masyarakat desa biasanya iden­tik den­gan keter­gan­tun­gan pada sum­ber daya alam. Den­gan pelati­han ini, mere­ka dia­jak untuk kre­atif men­go­lah hasil laut. Ini langkah awal menu­ju kemandiri­an ekono­mi,” jelas­nya.

Pemer­in­tah daer­ah melalui Dinas Perikanan mene­gaskan komit­men­nya untuk terus mem­perku­at sek­tor UMKM perikanan. Melalui pelati­han-pelati­han seder­hana, masyarakat dihara­p­kan dap­at men­e­mukan pelu­ang usa­ha baru yang berba­sis pada poten­si lokal.

  Relawan Aceh Curhat Pedih Soal Bantuan Terhambat

Selain itu, adanya sin­er­gi den­gan Kan­tor Per­tana­han dihara­p­kan mam­pu mem­berikan jam­i­nan kepas­t­ian akses ter­hadap lahan, modal, dan fasil­i­tas lain yang diper­lukan masyarakat dalam mengem­bangkan usa­ha.

Pro­duk nugget ikan dari Okumel men­ja­di sim­bol bagaimana ino­vasi seder­hana dap­at mem­berikan dampak besar bagi perekono­mi­an lokal. Jika dikelo­la den­gan baik, pro­duk ini tidak hanya men­ja­di kon­sum­si rumah tang­ga, tetapi juga memi­li­ki pelu­ang besar men­em­bus pasar region­al bahkan nasion­al.

Den­gan dukun­gan dari pemer­in­tah, dunia usa­ha, ser­ta masyarakat, kegiatan fasil­i­tasi akses pemasaran dan sarana pen­dukung ini men­ja­di langkah nya­ta dalam mewu­jud­kan tujuan refor­ma agraria: men­cip­takan masyarakat yang sejahtera, ber­daya saing, dan berkead­i­lan.

Desa Okumel yang sela­ma ini men­gan­dalkan sek­tor perikanan, kini mulai mem­bu­ka babak baru den­gan ino­vasi pro­duk ola­han. Hara­pan­nya, nugget ikan dari desa pesisir ini bisa men­ja­di ikon baru perekono­mi­an Bang­gai Kepu­lauan.

Semoga masyarakat Okumel terus beri­no­vasi. Hari ini kita mulai den­gan nugget ikan, ke depan bisa berkem­bang den­gan pro­duk ola­han lain. Yang pent­ing, kita sama-sama mem­ban­gun seman­gat kemandiri­an dan ker­ja sama,” pungkas Kepala Desa Okumel. (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *