MOJOKERTO, SNIPERNEW.id — Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di jalur wisata Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis sore, 1 Januari 2026. Sebuah mobil travel dilaporkan terguling di turunan tajam Desa Sendi, Kecamatan Pacet.
Mobil travel tersebut diketahui bernomor polisi L 7791 AF. Kendaraan membawa sekitar 16 penumpang. Rombongan berasal dari Kota Batu. Mereka hendak menuju kawasan wisata pemandian air panas Pacet.
Informasi kecelakaan ini pertama kali disampaikan melalui unggahan media sosial Radio RFM 94 Mojokerto. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa kecelakaan terjadi saat kendaraan melintas di jalur turunan yang cukup curam.
Menurut keterangan pengemudi bernama Arifin, kendaraan mengalami gangguan pada sistem pengereman. Rem kendaraan diduga tidak berfungsi secara normal. Kondisi tersebut membuat pengemudi kehilangan kendali.
“Ketika melintas di turunan tajam Desa Sendi, kendaraan mengalami rem blong dan kehilangan kendali hingga akhirnya terguling,” demikian keterangan yang disampaikan dalam informasi awal.
Setelah kendaraan terguling, warga sekitar segera memberikan pertolongan. Pengguna jalan lain juga ikut membantu proses evakuasi awal. Lokasi kejadian berada di jalur yang sering dilalui wisatawan.
Petugas kepolisian dan tenaga medis tiba di lokasi tidak lama kemudian. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap. Seluruh korban luka langsung dibawa ke fasilitas kesehatan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah korban luka berat maupun luka ringan. Kondisi terkini para korban masih dalam pemantauan pihak rumah sakit.
Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Dugaan awal mengarah pada kerusakan sistem pengereman, namun aparat menegaskan bahwa penyebab kecelakaan akan dipastikan melalui pemeriksaan kendaraan dan keterangan saksi-saksi di lokasi.
Jalur Pacet sendiri dikenal sebagai salah satu akses utama menuju kawasan wisata pegunungan di Mojokerto. Selain memiliki panorama alam yang indah, jalur ini juga menyimpan risiko tinggi karena kontur jalan yang menanjak dan menurun tajam, terutama saat kondisi lalu lintas padat.
Aparat mengimbau kepada seluruh pengemudi, khususnya kendaraan travel dan angkutan umum, untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan sebelum melakukan perjalanan.
Pemeriksaan rutin pada rem, ban, dan mesin dinilai sangat penting demi keselamatan penumpang.
Selain itu, pengguna jalan diminta untuk selalu waspada dan menyesuaikan kecepatan saat melintas di jalur Pacet, terutama pada jam-jam ramai kunjungan wisata dan kondisi cuaca yang tidak menentu.
Peristiwa kecelakaan ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan berkendara di kawasan wisata pegunungan. Diharapkan, evaluasi terhadap kelayakan kendaraan dan pengawasan di jalur rawan kecelakaan dapat terus ditingkatkan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Penulis: [Iskandar]






