WAMENA, SNIPERNEW.id — Sebuah unggahan akun media sosial suaraakarrumputt menyoroti momen kunjungan Gibran Rakabuming Raka ke Wamena, Papua, yang diwarnai keluhan warga terkait tingginya harga bahan bakar minyak (BBM).
Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa saat berada di Wamena, Gibran mendengar langsung aspirasi masyarakat mengenai harga BBM yang mencapai kisaran Rp20.000 hingga Rp25.000 per liter. Keluhan ini mencerminkan kondisi ekonomi yang dirasakan warga setempat, mengingat mahalnya BBM selama ini berdampak pada naiknya harga kebutuhan pokok.
Masih berdasarkan keterangan unggahan, Gibran tidak secara langsung menanggapi solusi penurunan harga BBM, melainkan menekankan pentingnya prioritas perbaikan infrastruktur jalan sebagai langkah jangka panjang untuk menekan inflasi dan memperlancar distribusi logistik di wilayah Papua.
Respons singkat tersebut kemudian memicu beragam tanggapan dari warganet. Sejumlah pengguna media sosial menilai bahwa mahalnya harga BBM di Papua telah lama menjadi persoalan yang ikut membebani kehidupan masyarakat sehari-hari, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar.
Dalam video yang diunggah bersamaan, tampak Gibran berada di tengah kerumunan warga dengan pengawalan aparat keamanan. Video tersebut memperlihatkan suasana kunjungan lapangan dan interaksi langsung di lokasi, tanpa memperlihatkan pernyataan panjang secara visual.
Unggahan ini kemudian ramai diperbincangkan di media sosial dan disertai tagar #papua #bbm #gibran #fyp #viral, menandakan isu harga BBM di Papua masih menjadi perhatian publik secara luas.
Gibran Rakabuming Raka terlihat berada di tengah warga saat kunjungan lapangan di Wamena, Papua, dengan pengawalan aparat keamanan.
Penulis: (Iskandar).



















