Terupdate

Dinas Peternakan dan Perikanan Purwakarta Gelar Sosialisasi dan Pembinaan Pemotongan Hewan 

269
×

Dinas Peternakan dan Perikanan Purwakarta Gelar Sosialisasi dan Pembinaan Pemotongan Hewan 

Sebarkan artikel ini

Pur­wakar­ta, SniperNew.id — Men­je­lang Hari Raya ldul Adha, Dinas Peter­nakan dan Perikanan Kabu­pat­en Pur­wakar­ta mengge­lar kegiatan sosial­isasi dan pem­bi­naan pemo­ton­gan hewan kur­ban secara Aman Sehat Utuh Halal (ASUH). Rabu,5 Juni 2024.

Acara ini dihadiri oleh per­wak­i­lan Dewan Ket­ua Masjid (DKM) dari 17 keca­matan di Pur­wakar­ta. Selain itu, kegiatan ini juga menampilkan pema­paran dari Ket­ua Komisi Fatvwa Majelis Ula­ma Indone­sia (MUI) Kabu­pat­en Pur­wakar­ta men­ge­nai stan­dar ser­ti­fikasi penyem­be­li­han halal.

Kepala Dinas Peter­nakan dan Perikanan Pur­wakar­ta, Dra. Siti lda Hami­dah, men­je­laskan bah­wa sosial­isasi ini bertu­juan untuk mem­berikan pema­haman yang baik kepa­da para ket­ua DKM men­ge­nai cara pemo­ton­gan hewan kur­ban sesuai syari­at Islam.

  Belajar Serius tapi Tetap Kocak di Villa Ivan

“Alham­dulil­lah tadi dari tiap keca­matan per­wak­i­lan 17 keca­matan semua hadir mengiku­ti sosial­isasi pelak­sanaan bagaimana cara mem­o­tong hewan kur­ban den­gan baik sesuai den­gan syari­at Islam,” ujar lda.

Selain cara pemo­ton­gan hewan, sosial­isasi ini juga mem­ba­has jenis-jenis penyak­it hewan. Ida menam­bahkan bah­wa petu­gas dari Diskanak akan men­dampin­gi pelak­sanaan pemo­ton­gan hewan kur­ban di 17 keca­matan. Sebanyak 88 petu­gas akan bertu­gas memerik­sa kese­hatan hewan satu hari sebelum pemo­ton­gan untuk memas­tikan tidak ada hewan yang sak­it dipo­tong.

Semen­tara itu Ket­ua Komisi Fat­wa dan Hukum MUI Pur­wakar­ta, Dr. H. Azi Ahmad Tad­judin,
M.Ag., mene­gaskan pent­ingnya mema­ha­mi kaidah syari dalam pemo­ton­gan hewan kur­ban.

“Komisi Fat­wa dan Hukum MUI Kabu­pat­en Pur­wakar­ta telah men­sosial­isas­ikan
ten­tang fat­wa stan­darisasi penyem­be­li­han halal dalam menyam­but ldul Adha. Pemo­ton­gan hewan kur­ban harus sesuai den­gan kaidah syari agar hewan yang dikon­sum­si benar-benar halal, sehat, dan layak,” kata H. Azi Ahmad.

  Putus Fanbelt, UKW Lulus, Semangat Tak Putus

Beli­au juga men­je­laskan empat kon­disi hewan yang tidak boleh dikur­bankan:
1. Hewan cacat matanya (buta). 2. Hewan sak­it den­gan kon­disi fisik yang ter­li­hat.
3. Hewan pin­cang.
4. Hewan kurus yang tidak memi­li­ki cukup dag­ing untuk dikon­sum­si.

Dr. H. Azi Ahmad juga menekankan bah­wa hewan kur­ban tidak boleh dijual
bagian-bagian­nya.

“Yang tidak diper­bolehkan itu sia­papun yang berkur­ban tidak boleh men­jual apapun bagian dari hewan terse­but. Kalau memang ada transak­si, maka sifat­nya bukan yang berkur­ban, tapi harus disedekahkan dulu ke pihak pani­tia,” ujar H. Azi Ahmad.

Di tem­pat yang sama Kepala Bidang Kese­hatan Hewan, drh. Wini Karmi­la, MP, men­gatakan bah­wa koor­di­nasi den­gan MUI sudah dilakukan sejak beber­a­pa tahun sebelum­nya. Kegiatan ini dihara­p­kan dap­at mem­berikan edukasi kepa­da masyarakat ten­tang pemo­ton­gan hewan kur­ban yang sesuai den­gan keten­tu­an syari­at dan kese­hatan.

  Pasar Inpres: Kebijakan yang Menabrak Aturan

“Kami juga berko­or­di­nasi den­gan
Per­him­punan Dok­ter Hewan Indone­sia yang ada di Kabu­pat­en Pur­wakar­ta untuk memas­tikan pemerik­saan hewan dilakukan den­gan baik,” kata Drh. Wini.

Untuk men­dukung kegiatan ini, Diskanak telah menye­barkan nomor tele­pon yang dap­at dihubun­gi untuk mela­porkan kon­disi kese­hatan hewan kur­ban. Diskanak juga akan melepas 88 petu­gas pemerik­sa hewan kur­ban pada 10 Juni 2024, yang akan dilepas secara res­mi oleh Pj Bupati.

Kegiatan sosial­isasi dan pem­bi­naan ini dihara­p­kan dap­at memas­tikan
pemo­ton­gan hewan kur­ban di
Pur­wakar­ta dilakukan sesuai den­gan stan­dar ASUH, mem­berikan man­faat bagi masyarakat, dan meningkatkan kese­jahter­aan masyarakat melalui penyem­be­li­han hewan kur­ban yang sehat dan halal. (Tris­na M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *