Berita Sejarah

Prasasti Bikin Netizen Penasaran: Antara Penataran, Kelut, dan Yang Posting Lagi Setres

316
×

Prasasti Bikin Netizen Penasaran: Antara Penataran, Kelut, dan Yang Posting Lagi Setres

Sebarkan artikel ini

Kediri, SniperNew.id – Jumat (14/11/2025). Sebuah unggahan dari akun Facebook Budy Wijaya pada 7 November 2025 mendadak memancing perhatian netizen, setelah ia memotret sebuah batu prasasti bertuliskan aksara Jawa Kuno yang berdiri teduh di bawah atap joglo kecil di lereng Gunung Kelud.

  Mata Air Keramat Rowo Bayu... Air Kehidupan atau Jejak Gaib yang Tersembunyi?

Dalam unggahannya, Budy menuliskan:
“Batu bertuliskan Jawa kuno peninggalan kerajaan kediri fi lereng gunung kelud.”
Sederhana, singkat, namun cukup membuat warganet mendadak menjadi arkeolog semalam.

Komentar-komentar pun mengalir deras. Sebagian memberikan identifikasi serius, sebagian lagi memberikan semangat, dan sebagian… entah apa maksudnya.

Pengguna bernama Nursalim Wongmanut langsung bersuara:
“Candi Penataran kui boss.”

Sementara Ni Made Sriwati kebingungan. “Arti tulisannya apa ya mas?”

Ada juga yang tak kalah suportif, seperti Irvantv Bolang yang berkomentar penuh motivasi. “wow kren kk semangat.”

  Tugu Batu Pejuang RI: Saksi Bisu Tragedi Berdarah 25 Maret 1949 di Tanah Anai

Di sisi lain, diskusi sejarah mulai menggelinding: Mazlan menulis. “Peninggalan raja terakhir Kediri yaitu raja Kertajaya.”

Sementara Madi Sumadi terheran-heran melihat banyaknya peninggalan di wilayah Kelud. “Banyak amat ya peninggalan yg ada di gunung kelut. gmn ya sejarahnya.”

Beberapa komentar lain melayang antara dugaan, nostalgia, dan satire.
Rajawalii Putra bahkan sempat berkomentar getir. “Yang Bikin ponstingan setres.”

Tak sedikit pula yang menduga batu tersebut merupakan prasasti tapal batas atau bagian dari kompleks Candi Penataran, yang memang terletak tidak jauh dari kawasan lereng Kelud dan dikenal memiliki sejumlah batu bertulis kuno dari era Kerajaan Kadiri.

  Makam Raja Tersembunyi di Hutan Sawit, Misteri Sultan Moesa Syah yang Terlupakan

Meski hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai isi tulisan pada batu tersebut, antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa peninggalan sejarah bahkan hanya berupa batu dengan aksara kuno tetap mampu memancing rasa ingin tahu warga dunia maya.

Di tengah derasnya komentar itu, satu hal menjadi jelas: prasasti kuno ini mungkin diam dan tak bersuara, tetapi netizen-lah yang akhirnya “bersuara paling lantang”.

Penulis: (Iskandar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *