Malang, SniperNew.id — Hasil riset terbaru menunjukkan bahwa air hujan di wilayah Malang telah tercemar mikroplastik. Temuan ini berasal dari penelitian di lima lokasi berbeda, yakni Singosari, Sudimoro, Pasar Belimbing, Terminal Gadang, dan Merjosari. Dari seluruh titik pengambilan sampel tersebut, semuanya menunjukkan adanya kandungan mikroplastik.
Informasi ini disampaikan oleh aktivis lingkungan Prigi Arisandi melalui akun media sosialnya. Ia menjelaskan bahwa hasil penelitian tersebut akan dibahas lebih lanjut dalam konferensi pers yang digelar oleh Komunitas Brantas Mbois, Jejak, dan Ecoton.
Acara tersebut dijadwalkan berlangsung di MCC Lantai 3, tepat di bawah instalasi “kran botol plastik”, pada Minggu, 9 November 2025 pukul 14.00 WIB.
Unggahan tersebut memancing perhatian warganet. Beberapa pengguna menanyakan apakah penelitian serupa juga dilakukan di daerah lain di Jawa Timur, serta seberapa luas dampak pencemaran mikroplastik ini.
Ada pula yang menyoroti pentingnya edukasi bagi masyarakat mengenai bahaya mikroplastik yang kini tidak hanya mencemari sungai, tetapi juga air hujan.
Temuan ini menambah kekhawatiran publik akan kualitas lingkungan di Malang dan sekitarnya. Para peneliti dan aktivis lingkungan pun menyerukan pentingnya langkah nyata untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap bahaya mikroplastik bagi kesehatan dan ekosistem.
Penulis: (Iskandar.)












