Berita Peristiwa

Gempa Sumenep Guncang Pulau Sapudi, Warga Panik dan Sejumlah Rumah Rusak

711
×

Gempa Sumenep Guncang Pulau Sapudi, Warga Panik dan Sejumlah Rumah Rusak

Sebarkan artikel ini

Sumenep, SniperNew.id – Getaran kuat mengguncang wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada Senin malam, 30/09/2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,5 terjadi pada pukul 23:49:43 WIB. Episenter gempa berada di koordinat 7,25 Lintang Selatan (LS) dan 114,22 Bujur Timur (BT), tepatnya 50 kilometer tenggara Sumenep, dengan kedalaman 11 kilometer.

Informasi awal yang beredar luas di media sosial, salah satunya melalui unggahan akun Threads bernama erllygenze.id, menyebutkan bahwa pusat gempa cukup dekat dengan Pulau Sapudi, salah satu pulau berpenghuni di wilayah Kabupaten Sumenep. Pulau ini masuk dalam gugusan Kepulauan Kangean, yang terkenal padat aktivitas nelayan serta sebagian besar masyarakatnya bergantung pada sektor perikanan.

Unggahan tersebut juga menyertakan pernyataan harapan agar masyarakat tetap berada dalam lindungan Tuhan. “Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah Aamiin,” tulis akun tersebut disertai dengan tagar #Gempa #Sumenep #PulauSepudi.

BMKG memastikan bahwa meskipun gempa berkekuatan cukup besar, fenomena ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Informasi resmi yang disampaikan memperlihatkan peta episenter dengan keterangan “6,5 – Tidak Berpotensi Tsunami.”

Selain informasi teknis dari BMKG, unggahan di Threads itu juga menampilkan dua visual berbeda. Pertama, tangkapan layar peta BMKG yang memperlihatkan posisi gempa. Kedua, video berdurasi pendek memperlihatkan kondisi di dalam sebuah rumah yang terdampak.

Dalam video tersebut, terlihat reruntuhan material bangunan berupa pecahan tembok dan plesteran yang berserakan di lantai ruang tamu. Sebuah meja kayu dengan taplak biru masih berdiri, namun lantai di sekitarnya penuh puing. Bagian dinding rumah terlihat retak, bahkan beberapa bagian lapisan tembok sudah terkelupas. Kondisi ini menggambarkan adanya kerusakan yang dialami warga akibat guncangan gempa.

  Bangunan Majelis Taklim di Bogor Ambruk, Tiga Meninggal dan Puluhan Luka-Luka

Meskipun unggahan itu tidak menyebutkan secara spesifik lokasi rumah, konteks keterangan memperkuat dugaan bahwa kerusakan terjadi di Pulau Sapudi atau sekitarnya yang berjarak paling dekat dengan pusat gempa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari media sosial dan keterangan warga, gempa terasa cukup kuat hingga menimbulkan kepanikan. Beberapa warga dilaporkan berlarian keluar rumah saat guncangan terjadi, apalagi mengingat kejadian berlangsung pada malam hari ketika sebagian besar masyarakat tengah beristirahat.

“Guncangan sangat keras, terasa beberapa detik. Kami langsung keluar rumah karena takut bangunan runtuh,” ujar salah seorang warga Sapudi melalui sambungan pesan singkat yang sempat dibagikan dalam grup percakapan masyarakat setempat.

Di Sumenep daratan, getaran juga terasa signifikan meski tidak menimbulkan kerusakan parah. Namun, banyak warga tetap memilih waspada dengan berada di luar rumah untuk sementara waktu.

BMKG dalam keterangan resminya menegaskan bahwa gempa tersebut merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar di bawah laut. Kedalaman yang hanya 11 kilometer membuat getarannya dirasakan cukup kuat hingga ke permukaan, terutama di daerah yang berdekatan dengan episenter.

“Gempa tektonik dengan magnitudo 6,5 terjadi di wilayah tenggara Sumenep. Kedalaman gempa 11 kilometer, dengan pusat gempa terletak di laut pada jarak 50 kilometer tenggara Sumenep. Gempa ini tidak berpotensi tsunami,” demikian pernyataan BMKG.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya. BMKG juga mengingatkan agar warga menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa karena dikhawatirkan bisa roboh saat terjadi gempa susulan.

  Akibar Rem Blong Dua Orang Meninggal Dunia Ditempat

Gempa dengan magnitudo di atas 6 biasanya cukup berpotensi menimbulkan kerusakan, terutama di daerah padat penduduk dengan struktur bangunan yang tidak tahan gempa. Pulau Sapudi, sebagai daerah terdekat dari pusat gempa, kemungkinan besar menerima dampak paling signifikan.

Pakar kebencanaan menyebutkan, gempa dangkal seperti ini bisa memicu guncangan susulan. “Meski tidak semua gempa diikuti susulan yang besar, masyarakat tetap harus meningkatkan kewaspadaan. Pastikan selalu ada jalur evakuasi dan siapkan kebutuhan darurat,” kata seorang peneliti kegempaan dari universitas di Jawa Timur.

Unggahan di Threads yang menjadi salah satu rujukan informasi publik memperlihatkan bagaimana warga memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan kabar secara cepat. Selain data teknis yang dicuplik dari BMKG, akun erllygenze.id juga memperlihatkan video kondisi rumah warga yang rusak.

Dalam keterangan unggahan tersebut, tertulis dua kali data identik mengenai gempa.

“Info Gempa Mag:6,5, 30-Sep-25 23:49:43 WIB, Lok:7.25 LS,114.22 BT (50 km Tenggara SUMENEP-JATIM), Kedlmn:11 Km ::BMKG. Pulau Sapudi dekat pusat gempa M 6.1 Sumenep. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah Aamiin. #Gempa #Sumenep #PulauSepudi.”

Dari potongan teks itu terlihat bahwa ada kekeliruan kecil dalam penulisan magnitudo. Pada bagian awal disebut magnitudo 6,5, sementara di bagian berikutnya tertulis M 6,1. Namun, klarifikasi BMKG tetap menyatakan kekuatan gempa berada di angka 6,5.

Pemerintah Kabupaten Sumenep segera melakukan koordinasi setelah gempa terjadi. Aparat desa di Pulau Sapudi diminta untuk mendata dampak kerusakan serta memastikan kondisi warga. Beberapa rumah dilaporkan mengalami retakan dan kerusakan ringan hingga sedang.

“Kami masih melakukan pendataan. Prioritas saat ini memastikan keselamatan warga dan memberikan bantuan darurat bagi yang rumahnya terdampak,” ujar pejabat BPBD Sumenep.

  VIRAL! Dua Truk Tabrakan di Akses Jalan Menuju PT BAI, Satu Terbalik dan Korban Luka Serius

Selain itu, aparat juga mengimbau warga agar tidak mudah percaya isu-isu hoaks yang sering muncul pascagempa, seperti kabar palsu soal tsunami atau gempa susulan yang lebih besar.

Di tengah kepanikan, masyarakat juga menunjukkan solidaritas dengan saling berbagi informasi dan doa di media sosial. Ungkapan harapan agar semua warga dalam lindungan Tuhan banyak bertebaran di berbagai platform, termasuk Threads.

“Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah,” tulis akun erllygenze.id yang viral tersebut. Unggahan ini mendapatkan respons simpati dari warganet lain yang ikut mendoakan keselamatan masyarakat Sumenep dan sekitarnya.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa sebagian besar wilayah Indonesia berada di zona rawan gempa. Pulau Sapudi dan Kepulauan Kangean termasuk dalam jalur aktif tektonik. Karena itu, para ahli mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap mitigasi bencana.

Beberapa langkah yang disarankan antara lain:

1. Mengetahui jalur evakuasi terdekat di sekitar tempat tinggal.

2. Mempersiapkan tas siaga darurat berisi kebutuhan pokok seperti air minum, makanan instan, obat, senter, hingga dokumen penting.

3. Menghindari bangunan yang rusak setelah gempa.

4. Mengikuti informasi resmi hanya dari BMKG, BPBD, atau aparat berwenang.

Gempa bumi magnitudo 6,5 yang mengguncang Sumenep pada Senin malam 30 September 2025 meninggalkan kepanikan sekaligus kerusakan di Pulau Sapudi dan sekitarnya. Meski tidak berpotensi tsunami, getaran kuat cukup merusak sejumlah rumah warga. Media sosial menjadi salah satu jalur cepat penyebaran informasi, baik berupa data teknis dari BMKG maupun dokumentasi langsung kondisi di lapangan.

Hingga kini, pemerintah daerah bersama aparat terkait masih terus melakukan pendataan kerusakan dan memastikan kondisi warga terdampak. Masyarakat diimbau tetap waspada, tidak panik, serta selalu mengacu pada informasi resmi. (Ahm/abd).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *