Palembang, SniperNew.id – Hingga Sabtu pagi, pencarian terhadap seorang warga Desa Karang Anyar yang dilaporkan tenggelam di Sungai Musi masih terus dilakukan. Meski upaya pencarian telah dilakukan sejak Jumat sore hingga malam hari, korban belum juga ditemukan, Minggu (13/09).
Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial melalui akun Threads bernama Galih Jayapermadi, disebutkan bahwa tim gabungan yang terdiri dari warga setempat bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) masih berupaya keras melacak keberadaan korban. Mereka melakukan pengawasan di beberapa titik tepian Sungai Musi, khususnya di sekitar wilayah Desa Karang Anyar dan Dusun Kepahiang.
Korban yang merupakan warga Karang Anyar dilaporkan tenggelam di Sungai Musi pada Jumat sore. Hingga berita ini ditulis, identitas korban belum disebutkan secara resmi. Kejadian bermula ketika korban diduga melakukan aktivitas di sekitar sungai. Namun, tiba-tiba ia terjatuh ke dalam aliran Sungai Musi yang cukup deras.
Warga yang mengetahui kejadian itu segera berusaha memberikan pertolongan. Namun derasnya arus sungai menyulitkan upaya penyelamatan. Dalam waktu singkat, tubuh korban terseret aliran air hingga akhirnya tidak terlihat lagi.
Kabar tenggelamnya warga Karang Anyar tersebut cepat menyebar ke masyarakat sekitar. Tim BASARNAS segera dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan resmi dari warga dan aparat desa.
Peristiwa nahas ini terjadi pada Jumat sore. Upaya pencarian dilakukan sejak saat itu hingga malam hari. Namun, hingga Sabtu pagi, korban masih belum ditemukan. Pencarian akan terus dilanjutkan hingga korban berhasil ditemukan, sesuai prosedur operasi pencarian orang tenggelam.
Kejadian berlangsung di Sungai Musi, tepatnya di sekitar Desa Karang Anyar. Lokasi ini merupakan salah satu titik aliran sungai yang dikenal cukup deras. Selain itu, kondisi sungai yang lebar serta banyaknya semak di tepiannya membuat proses pencarian semakin sulit.
Selain Desa Karang Anyar, tim pencarian juga menyisir wilayah Dusun Kepahiang, karena diperkirakan aliran air dapat membawa korban hingga ke daerah tersebut. Warga Kepahiang pun diminta turut serta mengawasi aliran sungai yang melewati wilayah mereka, sebagai langkah antisipasi jika tubuh korban terbawa arus.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang maupun BASARNAS belum merilis identitas resmi korban kepada publik. Hal ini sesuai dengan kode etik jurnalistik, di mana identitas korban tenggelam tidak boleh diumumkan sebelum ada konfirmasi resmi dan persetujuan keluarga.
Namun, informasi sementara yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa korban adalah seorang warga Desa Karang Anyar yang sebelumnya sering melakukan aktivitas di sekitar Sungai Musi.
Penyebab pasti korban tenggelam belum bisa dipastikan. Dugaan sementara, korban tidak sengaja terjatuh ke sungai saat beraktivitas di sekitar lokasi. Faktor lain yang memperparah situasi adalah derasnya arus Sungai Musi, sehingga menyulitkan korban untuk menyelamatkan diri.
Selain itu, tidak adanya alat keselamatan di sekitar lokasi diduga menjadi salah satu kendala utama yang membuat korban tidak dapat segera tertolong.
Proses pencarian melibatkan tim gabungan yang terdiri dari warga sekitar, relawan, dan tim BASARNAS. Mereka menyisir tepian Sungai Musi dengan menggunakan perahu serta mengawasi setiap titik yang berpotensi menjadi lokasi terdamparnya korban.
Selain penyisiran dengan perahu, beberapa relawan juga berjaga di sejumlah titik strategis sepanjang aliran Sungai Musi. Fokus pencarian diarahkan ke Desa Karang Anyar dan Dusun Kepahiang.
Menurut keterangan yang beredar, BASARNAS mengimbau warga di sepanjang aliran Sungai Musi, khususnya yang berada di wilayah Kepahiang, agar aktif memantau pergerakan arus sungai. Partisipasi warga diharapkan dapat mempercepat proses pencarian jika tubuh korban terbawa hingga ke wilayah tersebut.
Sejumlah warga Karang Anyar mengaku turut cemas dengan hilangnya korban di Sungai Musi. Mereka berharap proses pencarian segera membuahkan hasil.
“Sejak kemarin sore kami ikut mencari bersama tim BASARNAS, tapi arus sungai deras sekali. Semoga korban cepat ditemukan,” ujar salah satu warga setempat.
Warga lainnya menambahkan bahwa Sungai Musi memang sering menjadi lokasi aktivitas masyarakat, baik untuk mandi, mencuci, maupun mencari ikan. Namun, mereka juga menyadari risiko tinggi yang selalu mengintai di sekitar sungai tersebut.
Berdasarkan keterangan di lapangan, kondisi Sungai Musi di wilayah Karang Anyar cukup menantang. Selain lebar dan dalam, arus sungai yang deras serta banyaknya pepohonan di tepi sungai membuat pencarian semakin sulit. Tim pencarian harus bekerja ekstra hati-hati agar tidak terjadi kecelakaan tambahan.
Foto yang beredar di media sosial memperlihatkan suasana pencarian dengan latar belakang hutan lebat di tepi sungai. Terlihat pula sejumlah peralatan sederhana yang digunakan oleh tim pencari.
BASARNAS mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar Sungai Musi. Mereka menekankan pentingnya penggunaan alat keselamatan seperti pelampung apabila harus beraktivitas dekat atau di dalam sungai.
Selain itu, warga di sepanjang aliran Sungai Musi juga diminta bekerja sama dengan tim pencarian untuk melaporkan segera jika melihat tanda-tanda keberadaan korban.
Keluarga korban berharap agar proses pencarian dapat segera menemukan korban, dalam kondisi apa pun. Dukungan moral dari masyarakat sekitar terus mengalir, baik melalui doa maupun keterlibatan langsung dalam pencarian.
“Yang penting korban cepat ditemukan, supaya keluarga bisa tenang. Semua warga di sini ikut mendoakan,” ujar salah satu kerabat korban.
Peristiwa tenggelamnya seorang warga Karang Anyar di Sungai Musi menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai. Meski pencarian telah dilakukan sejak kemarin sore, hingga pagi ini korban belum ditemukan.
Tim gabungan dari warga dan BASARNAS masih terus berusaha menyisir aliran Sungai Musi, khususnya di wilayah Karang Anyar dan Kepahiang. Keterlibatan masyarakat luas sangat diperlukan untuk mempercepat proses pencarian.
Bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Musi, diimbau agar turut serta memantau arus sungai dan segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Dengan kerja sama yang solid antara BASARNAS, warga, dan seluruh pihak terkait, diharapkan korban dapat segera ditemukan sehingga memberikan kepastian bagi keluarga yang tengah menanti dengan cemas. (Red)



















