Berita Peristiwa

Warga Karang Anyar Tenggelam di Sungai Musi, Pencarian Belum Berbuah Hasil

500
×

Warga Karang Anyar Tenggelam di Sungai Musi, Pencarian Belum Berbuah Hasil

Sebarkan artikel ini

Palem­bang, SniperNew.id  – Hing­ga Sab­tu pagi, pen­car­i­an ter­hadap seo­rang war­ga Desa Karang Anyar yang dila­porkan tengge­lam di Sun­gai Musi masih terus dilakukan. Mes­ki upaya pen­car­i­an telah dilakukan sejak Jumat sore hing­ga malam hari, kor­ban belum juga dite­mukan, Ming­gu (13/09).

Berdasarkan infor­masi yang beredar di media sosial melalui akun Threads berna­ma Gal­ih Jayaper­ma­di, dise­butkan bah­wa tim gabun­gan yang ter­diri dari war­ga setem­pat bersama Badan Nasion­al Pen­car­i­an dan Per­to­lon­gan (BASARNAS) masih beru­paya keras mela­cak keber­adaan kor­ban. Mere­ka melakukan pen­gawasan di beber­a­pa titik tepi­an Sun­gai Musi, khusus­nya di sek­i­tar wilayah Desa Karang Anyar dan Dusun Kepahi­ang.

Kor­ban yang meru­pakan war­ga Karang Anyar dila­porkan tengge­lam di Sun­gai Musi pada Jumat sore. Hing­ga beri­ta ini dit­ulis, iden­ti­tas kor­ban belum dise­butkan secara res­mi. Keja­di­an bermu­la keti­ka kor­ban diduga melakukan aktiv­i­tas di sek­i­tar sun­gai. Namun, tiba-tiba ia ter­jatuh ke dalam ali­ran Sun­gai Musi yang cukup deras.

War­ga yang menge­tahui keja­di­an itu segera berusa­ha mem­berikan per­to­lon­gan. Namun deras­nya arus sun­gai menyulitkan upaya penye­la­matan. Dalam wak­tu singkat, tubuh kor­ban terseret ali­ran air hing­ga akhirnya tidak ter­li­hat lagi.

Kabar tengge­lam­nya war­ga Karang Anyar terse­but cepat menye­bar ke masyarakat sek­i­tar. Tim BASARNAS segera dik­er­ahkan ke lokasi sete­lah mener­i­ma lapo­ran res­mi dari war­ga dan aparat desa.

  "Misteri Sapi Tanpa Organ: Waspadai Aksi Pencurian Hewan Ternak Jelang Idul Adha 2025"

Peri­s­ti­wa nahas ini ter­ja­di pada Jumat sore. Upaya pen­car­i­an dilakukan sejak saat itu hing­ga malam hari. Namun, hing­ga Sab­tu pagi, kor­ban masih belum dite­mukan. Pen­car­i­an akan terus dilan­jutkan hing­ga kor­ban berhasil dite­mukan, sesuai prose­dur operasi pen­car­i­an orang tengge­lam.

Keja­di­an berlang­sung di Sun­gai Musi, tepat­nya di sek­i­tar Desa Karang Anyar. Lokasi ini meru­pakan salah satu titik ali­ran sun­gai yang dike­nal cukup deras. Selain itu, kon­disi sun­gai yang lebar ser­ta banyaknya semak di tepi­annya mem­bu­at pros­es pen­car­i­an semakin sulit.

Selain Desa Karang Anyar, tim pen­car­i­an juga meny­isir wilayah Dusun Kepahi­ang, kare­na diperki­rakan ali­ran air dap­at mem­bawa kor­ban hing­ga ke daer­ah terse­but. War­ga Kepahi­ang pun dim­inta turut ser­ta men­gawasi ali­ran sun­gai yang mele­wati wilayah mere­ka, seba­gai langkah anti­si­pasi jika tubuh kor­ban ter­bawa arus.

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, pihak berwe­nang maupun BASARNAS belum mer­ilis iden­ti­tas res­mi kor­ban kepa­da pub­lik. Hal ini sesuai den­gan kode etik jur­nal­is­tik, di mana iden­ti­tas kor­ban tengge­lam tidak boleh diu­mumkan sebelum ada kon­fir­masi res­mi dan per­se­tu­juan kelu­ar­ga.

Namun, infor­masi semen­tara yang beredar di masyarakat menye­butkan bah­wa kor­ban adalah seo­rang war­ga Desa Karang Anyar yang sebelum­nya ser­ing melakukan aktiv­i­tas di sek­i­tar Sun­gai Musi.

Penye­bab pasti kor­ban tengge­lam belum bisa dipastikan. Dugaan semen­tara, kor­ban tidak sen­ga­ja ter­jatuh ke sun­gai saat berak­tiv­i­tas di sek­i­tar lokasi. Fak­tor lain yang mem­per­parah situ­asi adalah deras­nya arus Sun­gai Musi, sehing­ga menyulitkan kor­ban untuk menye­la­matkan diri.

Selain itu, tidak adanya alat kese­la­matan di sek­i­tar lokasi diduga men­ja­di salah satu kendala uta­ma yang mem­bu­at kor­ban tidak dap­at segera ter­to­long.

  Satu Orang Meninggal, Laka Mobil Truk dan Sepeda Motor di Nanga Tayap

Pros­es pen­car­i­an meli­batkan tim gabun­gan yang ter­diri dari war­ga sek­i­tar, relawan, dan tim BASARNAS. Mere­ka meny­isir tepi­an Sun­gai Musi den­gan meng­gu­nakan per­ahu ser­ta men­gawasi seti­ap titik yang berpoten­si men­ja­di lokasi ter­damparnya kor­ban.

Selain peny­isir­an den­gan per­ahu, beber­a­pa relawan juga ber­ja­ga di sejum­lah titik strate­gis sep­a­n­jang ali­ran Sun­gai Musi. Fokus pen­car­i­an diarahkan ke Desa Karang Anyar dan Dusun Kepahi­ang.

Menu­rut keteran­gan yang beredar, BASARNAS mengim­bau war­ga di sep­a­n­jang ali­ran Sun­gai Musi, khusus­nya yang bera­da di wilayah Kepahi­ang, agar aktif meman­tau perg­er­akan arus sun­gai. Par­tisi­pasi war­ga dihara­p­kan dap­at mem­per­cepat pros­es pen­car­i­an jika tubuh kor­ban ter­bawa hing­ga ke wilayah terse­but.

Sejum­lah war­ga Karang Anyar men­gaku turut cemas den­gan hilangnya kor­ban di Sun­gai Musi. Mere­ka berharap pros­es pen­car­i­an segera mem­buahkan hasil.

“Sejak kemarin sore kami ikut men­cari bersama tim BASARNAS, tapi arus sun­gai deras sekali. Semoga kor­ban cepat dite­mukan,” ujar salah satu war­ga setem­pat.

War­ga lain­nya menam­bahkan bah­wa Sun­gai Musi memang ser­ing men­ja­di lokasi aktiv­i­tas masyarakat, baik untuk man­di, men­cu­ci, maupun men­cari ikan. Namun, mere­ka juga menyadari risiko ting­gi yang selalu meng­in­tai di sek­i­tar sun­gai terse­but.

Berdasarkan keteran­gan di lapan­gan, kon­disi Sun­gai Musi di wilayah Karang Anyar cukup menan­tang. Selain lebar dan dalam, arus sun­gai yang deras ser­ta banyaknya pepo­ho­nan di tepi sun­gai mem­bu­at pen­car­i­an semakin sulit. Tim pen­car­i­an harus bek­er­ja ekstra hati-hati agar tidak ter­ja­di kece­lakaan tam­ba­han.

Foto yang beredar di media sosial mem­per­li­hatkan suasana pen­car­i­an den­gan latar belakang hutan lebat di tepi sun­gai. Ter­li­hat pula sejum­lah per­ala­tan seder­hana yang digu­nakan oleh tim pen­cari.

  Amukan Sijago Merah Kembali Lahap Tempat Masak Minyak IIIegal atau Rivenery di Babat Toman

BASARNAS mengim­bau kepa­da masyarakat agar lebih berhati-hati saat berak­tiv­i­tas di sek­i­tar Sun­gai Musi. Mere­ka menekankan pent­ingnya peng­gu­naan alat kese­la­matan seper­ti pelam­pung apa­bi­la harus berak­tiv­i­tas dekat atau di dalam sun­gai.

Selain itu, war­ga di sep­a­n­jang ali­ran Sun­gai Musi juga dim­inta bek­er­ja sama den­gan tim pen­car­i­an untuk mela­porkan segera jika meli­hat tan­da-tan­da keber­adaan kor­ban.

Kelu­ar­ga kor­ban berharap agar pros­es pen­car­i­an dap­at segera men­e­mukan kor­ban, dalam kon­disi apa pun. Dukun­gan moral dari masyarakat sek­i­tar terus men­galir, baik melalui doa maupun keter­li­batan lang­sung dalam pen­car­i­an.

“Yang pent­ing kor­ban cepat dite­mukan, supaya kelu­ar­ga bisa ten­ang. Semua war­ga di sini ikut men­doakan,” ujar salah satu ker­abat kor­ban.

Peri­s­ti­wa tengge­lam­nya seo­rang war­ga Karang Anyar di Sun­gai Musi men­ja­di pengin­gat akan pent­ingnya kewas­padaan saat berak­tiv­i­tas di sek­i­tar sun­gai. Mes­ki pen­car­i­an telah dilakukan sejak kemarin sore, hing­ga pagi ini kor­ban belum dite­mukan.

Tim gabun­gan dari war­ga dan BASARNAS masih terus berusa­ha meny­isir ali­ran Sun­gai Musi, khusus­nya di wilayah Karang Anyar dan Kepahi­ang. Keter­li­batan masyarakat luas san­gat diper­lukan untuk mem­per­cepat pros­es pen­car­i­an.

Bagi masyarakat yang ting­gal di sep­a­n­jang ali­ran Sun­gai Musi, diim­bau agar turut ser­ta meman­tau arus sun­gai dan segera mela­por jika men­e­mukan tan­da-tan­da keber­adaan kor­ban.

Den­gan ker­ja sama yang sol­id antara BASARNAS, war­ga, dan selu­ruh pihak terkait, dihara­p­kan kor­ban dap­at segera dite­mukan sehing­ga mem­berikan kepas­t­ian bagi kelu­ar­ga yang ten­gah menan­ti den­gan cemas. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *