Berita Peristiwa

Massa Nelayan Amankan Kapal Patroli di Air Haji, Pesisir Selatan

395
×

Massa Nelayan Amankan Kapal Patroli di Air Haji, Pesisir Selatan

Sebarkan artikel ini

Pesisir Sela­tan, SniperNew.id  – Suasana tegang ter­ja­di di kawasan pesisir Air Haji, Keca­matan Ling­go Sari Bagan­ti, Kabu­pat­en Pesisir Sela­tan, Sumat­era Barat, pada Jumat (12/9/2025). Sekelom­pok mas­sa yang ter­diri dari nelayan setem­pat melakukan aksi spon­tan den­gan menga­mankan sebuah kapal patroli yang diduga sedang melakukan penge­jaran ter­hadap kapal nelayan di perairan sek­i­tar. Peri­s­ti­wa ini terekam dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial, salah sat­un­ya diung­gah oleh akun @info_lintassumbar di plat­form Threads.

Dalam ung­ga­han terse­but, ter­li­hat sejum­lah war­ga berkumpul di tepi pan­tai. Sebuah kapal patroli tam­pak bera­da di ping­gir pan­tai den­gan beber­a­pa orang berdiri di sek­i­tarnya. Dalam video lain yang diung­gah bersamaan, ter­li­hat kepu­lan asap hitam mem­bum­bung di kejauhan, diduga berasal dari aktiv­i­tas mas­sa pas­ca-insi­d­en terse­but.

Momen ini menarik per­ha­t­ian masyarakat luas, khusus­nya war­ganet di Sumat­era Barat, kare­na menggam­barkan kete­gan­gan antara nelayan den­gan pihak patroli yang biasanya bertu­gas melakukan pen­gawasan di laut.

Berdasarkan infor­masi yang dihim­pun dari keteran­gan war­ga, kapal patroli terse­but awal­nya sedang berop­erasi di perairan sek­i­tar Air Haji. Menu­rut keteran­gan beber­a­pa nelayan, mere­ka merasa ser­ing men­gala­mi razia di ten­gah laut, yang dini­lai mere­sahkan kare­na ter­ja­di saat nelayan sedang men­cari ikan. Pada hari keja­di­an, kapal patroli terse­but dise­but-sebut melakukan aksi penge­jaran ter­hadap sebuah kapal nelayan. Meli­hat keja­di­an terse­but, war­ga dan nelayan yang bera­da di sek­i­tar pan­tai berkumpul dan berin­isi­atif menghen­tikan kapal patroli saat mer­a­p­at ke daratan.

  Warga Keluhkan Jembatan Licin di Abian Tuwung, Diduga Sering Sebabkan Kecelakaan

Pros­es penga­manan kapal berlang­sung di bawah sorotan mata masyarakat. Beber­a­pa video yang beredar mem­per­li­hatkan puluhan war­ga men­gelilin­gi kapal patroli terse­but. Sejum­lah tokoh masyarakat setem­pat tam­pak hadir di lokasi untuk memas­tikan situ­asi tetap kon­dusif. Hing­ga beri­ta ini dit­ulis, belum ada lapo­ran res­mi men­ge­nai adanya kerusakan pada kapal maupun kor­ban aki­bat peri­s­ti­wa ini.

Kon­flik antara nelayan dan kapal patroli bukan hal baru di wilayah pesisir. Menu­rut war­ga Air Haji, razia di ten­gah laut ker­ap kali dilakukan den­gan alasan pene­gakan atu­ran, tetapi dini­lai berlebi­han kare­na dilakukan saat nelayan sedang melaut. Nelayan men­geluhkan bah­wa tin­dakan terse­but menye­babkan keru­gian kare­na hasil tangka­pan berku­rang, bahkan beber­a­pa di antara mere­ka per­nah men­gala­mi peny­i­taan alat tangkap.

Tokoh nelayan setem­pat men­je­laskan bah­wa masyarakat tidak meno­lak atu­ran, tetapi mem­inta agar razia dilakukan den­gan cara yang lebih huma­n­is dan dis­osial­isas­ikan ter­lebih dahu­lu. “Kami hanya ingin men­cari nafkah. Jika ada atu­ran baru, sebaiknya ada sosial­isasi, bukan lang­sung razia dan kejar-kejaran,” ujar salah satu nelayan yang eng­gan dise­butkan namanya.

Respons Aparat dan Pemer­in­tah Daer­ah
Hing­ga siang hari, situ­asi di sek­i­tar lokasi sudah mulai kon­dusif sete­lah aparat kepolisian setem­pat datang untuk mene­nangkan mas­sa. Polisi bersama pihak keca­matan beru­paya mene­nangkan war­ga dan berdia­log den­gan para nelayan. Pemer­in­tah Kabu­pat­en Pesisir Sela­tan melalui Dinas Perikanan juga dik­abarkan segera men­gadakan perte­muan den­gan per­wak­i­lan nelayan untuk men­cari solusi.

Pihak berwe­nang belum mem­berikan perny­ataan res­mi terkait sta­tus kapal patroli yang dia­mankan. Namun, sum­ber inter­nal menye­butkan bah­wa kapal terse­but kemu­ngk­i­nan besar adalah milik instan­si pen­gawas sum­ber daya kelau­tan yang memang memi­li­ki tugas rutin melakukan patroli. Mes­ki begi­tu, penye­lidikan lebih lan­jut sedang dilakukan untuk menge­tahui apakah dalam operasi terse­but ter­da­p­at prose­dur yang dilang­gar atau tidak.

  KA Purwojaya Anjlok di Bekasi, 232 Penumpang Selamat

Sejum­lah war­ga yang menyak­sikan keja­di­an itu men­gatakan aksi mas­sa berlang­sung spon­tan. Mere­ka mene­gaskan bah­wa tin­dakan mere­ka bukan bermak­sud melawan hukum, melainkan untuk menghen­tikan penge­jaran yang dini­lai men­gan­cam kese­la­matan nelayan. “Kami tidak ingin ada ben­trok. Kami hanya minta supaya ada dia­log yang jelas antara aparat den­gan nelayan,” kata seo­rang sak­si mata.

Dari video yang beredar, mas­sa ter­li­hat men­gawasi kapal dan tidak tam­pak melakukan tin­dakan anarkis ter­hadap awak kapal. Namun, kepu­lan asap hitam yang terekam menim­bulkan per­tanyaan men­ge­nai apa yang sebe­narnya ter­ja­di sete­lah kapal dia­mankan. Beber­a­pa speku­lasi menye­butkan ada pem­bakaran ban atau barang lain­nya seba­gai ben­tuk protes, tetapi infor­masi ini belum terkon­fir­masi secara res­mi.

Dampak Sosial dan Ekono­mi
Insi­d­en ini meny­oroti hubun­gan yang sen­si­tif antara nelayan dan pihak berwe­nang di wilayah pesisir. Jika tidak segera ditan­gani, kon­flik seper­ti ini berpoten­si meng­gang­gu aktiv­i­tas melaut masyarakat dan meng­ham­bat dis­tribusi hasil tangka­pan. Pada­hal, nelayan di Air Haji dan sek­i­tarnya meng­gan­tungkan hidup mere­ka dari hasil laut, sehing­ga kete­gan­gan berkepan­jan­gan dap­at memicu kere­sa­han sosial dan meng­gang­gu perekono­mi­an lokal.

Pemer­hati kebi­jakan kelau­tan meni­lai per­lu ada pen­dekatan yang lebih par­tisi­patif dari pemer­in­tah dalam menye­le­saikan kon­flik. Dia­log antara nelayan, aparat, dan pemer­in­tah daer­ah men­ja­di kun­ci untuk mence­gah insi­d­en seru­pa. “Keti­ka pen­gawasan dilakukan tan­pa komu­nikasi yang baik, yang ter­ja­di jus­tru peno­lakan. Pada­hal tujuan pen­gawasan adalah men­ja­ga kelestar­i­an sum­ber daya ikan agar nelayan juga sejahtera dalam jang­ka pan­jang,” kata salah seo­rang akademisi kelau­tan dari Padang.

  Jadi Catatan Buruk, Kematian Bayi di Puskesmas Tirtajaya Kerawang

Pas­ca-insi­d­en, beber­a­pa tokoh masyarakat mengin­isi­asi perte­muan daru­rat antara per­wak­i­lan nelayan, pemer­in­tah keca­matan, dan aparat. Perte­muan ini dihara­p­kan men­ja­di titik awal medi­asi. Hasil perte­muan semen­tara menyepakati bah­wa operasi razia akan dieval­u­asi dan dis­esuaikan den­gan kebu­tuhan masyarakat, tan­pa men­gor­bankan pene­gakan atu­ran.

Selain itu, nelayan mem­inta pemer­in­tah untuk mem­berikan pem­bi­naan terkait alat tangkap yang sesuai atu­ran, agar mere­ka tidak lagi khawatir meng­hadapi razia. Pihak aparat pun dihara­p­kan mem­berikan jad­w­al patroli secara transparan agar tidak ter­ja­di kesalah­pa­haman di kemu­di­an hari.

Kasus penga­manan kapal patroli oleh nelayan Air Haji men­ja­di cer­min per­lun­ya komu­nikasi yang efek­tif antara masyarakat dan pihak berwe­nang. Mes­ki sem­pat menim­bulkan kete­gan­gan, aksi ini dihara­p­kan mem­bu­ka jalan bagi dia­log yang kon­struk­tif demi ter­cip­tanya ketert­iban dan kead­i­lan bagi semua pihak.

Masyarakat berharap agar keja­di­an ini men­ja­di pela­jaran pent­ing bah­wa kete­gan­gan dap­at dice­gah jika ada komu­nikasi yang baik, sosial­isasi atu­ran yang jelas, dan mekanisme pen­gad­u­an yang transparan. Den­gan demikian, nelayan dap­at melaut den­gan ten­ang, semen­tara pemer­in­tah tetap bisa men­jalankan tugas pen­gawasan sesuai atu­ran.

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, aparat kepolisian masih meman­tau situ­asi di sek­i­tar lokasi untuk memas­tikan kon­disi tetap aman. Pemer­in­tah daer­ah juga ber­jan­ji akan menin­dak­lan­ju­ti per­soalan ini melalui forum res­mi bersama per­wak­i­lan nelayan dalam wak­tu dekat. Semua pihak diim­bau untuk tetap mena­han diri dan menguta­makan penye­le­sa­ian melalui jalur musyawarah. (Abd/ABB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *