Berita Peristiwa

Longsor Tambang Batu di Asahan: 3 Penambang Tewas, 1 Kritis

441
×

Longsor Tambang Batu di Asahan: 3 Penambang Tewas, 1 Kritis

Sebarkan artikel ini

Asa­han, SniperNew.id - Peri­s­ti­wa tragis kem­bali menye­limu­ti dunia per­tam­ban­gan raky­at di Kabu­pat­en Asa­han, Sumat­era Utara. Sebuah long­sor besar ter­ja­di di area tam­bang batu padas yang bera­da di Dusun I, Desa Mar­jan­ji Aceh, Keca­matan Aek Song­songan, Kabu­pat­en Asa­han, pada Sab­tu (6/9/2025).

Dalam keja­di­an terse­but, tiga orang penam­bang dila­porkan mening­gal dunia, semen­tara satu orang lain­nya men­gala­mi luka kri­tis dan saat ini masih men­jalani per­awatan inten­sif di rumah sak­it setem­pat.

Infor­masi men­ge­nai trage­di ini per­ta­ma kali terungkap melalui ung­ga­han media sosial Threads akun @andreli_48, yang mengabarkan secara lang­sung kon­disi lapan­gan, ter­ma­suk video evakuasi war­ga. Dalam ung­ga­han­nya, akun terse­but menuliskan.

“Trage­di Long­sor ter­ja­di di area tam­bang batu padas. Lokasi keja­di­an di Dusun I, Desa Mar­jan­ji Aceh, Keca­matan Aek Song­songan, Kab. Asa­han, Sumut. Berdasarkan keteran­gan, ada tiga orang penam­bang tewas tertim­pa mate­r­i­al long­sor dan satu orang lain­nya kri­tis. 3 kor­ban mening­gal dunia, 2 war­ga Kilo­me­ter, ser­ta 1 war­ga desa Man­is, Aek Loba. Semen­tara 1 orang kri­tis dirawat di RS.”

Ung­ga­han itu juga dis­er­tai poton­gan video yang mem­per­li­hatkan war­ga bersama-sama melakukan evakuasi ter­hadap kor­ban, den­gan kon­disi area tam­bang dipenuhi mate­r­i­al long­sor, batu besar, ser­ta lumpur yang menyulitkan pros­es penye­la­matan.

Keja­di­an ini meru­pakan ben­cana long­sor di area tam­bang batu padas. Mate­r­i­al tanah dan batu besar tiba-tiba long­sor dari tebing galian tam­bang dan menim­pa para penam­bang yang sedang berak­tiv­i­tas. Aki­bat­nya, empat orang men­ja­di kor­ban, tiga di antaranya mening­gal dunia di lokasi keja­di­an.

  Banjir Belum Reda, Truk Sawit Tetap Gas Pol dari Garoga

Long­sor di lokasi tam­bang raky­at bukan hal yang baru. Aktiv­i­tas per­tam­ban­gan man­u­al tan­pa pen­gawasan kese­la­matan yang memadai mem­bu­at para peker­ja san­gat rentan ter­hadap kece­lakaan ker­ja, teruta­ma keti­ka struk­tur tebing galian tidak sta­bil.

Berdasarkan infor­masi yang dis­am­paikan akun Threads @andreli_48, kor­ban mening­gal dunia adalah tiga penam­bang lokal. Dua kor­ban berasal dari wilayah Kilo­me­ter, semen­tara satu kor­ban lain­nya meru­pakan war­ga Desa Man­is, Aek Loba.

Selain itu, ter­da­p­at satu kor­ban lain yang men­gala­mi kon­disi kri­tis. Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, iden­ti­tas lengkap para kor­ban masih menung­gu kon­fir­masi res­mi dari pihak berwe­nang, namun telah dipastikan mere­ka semua adalah peker­ja tam­bang raky­at yang sedang men­cari nafkah di lokasi terse­but.

War­ga sek­i­tar yang ter­gabung dalam tim evakuasi daru­rat lang­sung berin­isi­atif mengevakuasi jenazah kor­ban den­gan alat seadanya, sebelum akhirnya jenazah dibawa ke rumah duka mas­ing-mas­ing. Semen­tara kor­ban kri­tis segera dilarikan ke rumah sak­it ter­dekat untuk men­da­p­atkan per­to­lon­gan medis.

Lokasi long­sor bera­da di Dusun I, Desa Mar­jan­ji Aceh, Keca­matan Aek Song­songan, Kabu­pat­en Asa­han, Sumat­era Utara.

Daer­ah ini dike­nal memi­li­ki banyak tam­bang batu padas yang digarap oleh masyarakat secara tra­di­sion­al. Aktiv­i­tas tam­bang biasanya dilakukan secara man­u­al, meng­gu­nakan alat berat seder­hana seper­ti ekska­va­tor dan truk untuk men­gangkut hasil galian.

Namun, kon­disi geografis beru­pa tebing curam dan tanah labil mem­bu­at area tam­bang san­gat rawan ter­ja­di long­sor, teruta­ma pada musim hujan. Foto dan video yang diung­gah menun­jukkan medan tam­bang penuh bebat­u­an dan lumpur, mem­per­li­hatkan beta­pa berba­hayanya peker­jaan di lokasi terse­but.

Menu­rut infor­masi awal, long­sor ini ter­ja­di pada Sab­tu, 6 Sep­tem­ber 2025. Ung­ga­han akun Threads @andreli_48 muncul sek­i­tar 11 menit sete­lah keja­di­an, menun­jukkan bah­wa peri­s­ti­wa ini ter­go­long baru dan masih dalam tahap penan­ganan daru­rat keti­ka infor­masi dibagikan ke pub­lik.

  Kesalahpahaman Evakuasi Banjir Picu Keributan Soal ‘Angka

Hing­ga malam hari, pros­es evakuasi masih berlang­sung. War­ga, aparat desa, dan tim peno­long berusa­ha mem­ber­sihkan mate­r­i­al long­sor sam­bil men­cari kemu­ngk­i­nan adanya kor­ban lain yang ter­tim­bun.

Penye­bab long­sor di lokasi tam­bang batu padas ini belum dis­am­paikan secara res­mi oleh pihak berwe­nang. Namun, dari keteran­gan war­ga yang dihim­pun dari ung­ga­han media sosial, long­sor kemu­ngk­i­nan dipicu oleh struk­tur tanah yang labil aki­bat galian tam­bang.

Penam­ban­gan man­u­al yang terus-menerus meng­gali tebing batu padas bisa melemahkan keku­atan tanah, sehing­ga rawan run­tuh kapan saja. Fak­tor cua­ca, teruta­ma hujan deras dalam beber­a­pa hari ter­akhir, diduga turut mem­per­cepat ter­jadinya long­sor.

Selain itu, absen­nya sis­tem pen­gawasan kese­la­matan ker­ja ser­ta per­ala­tan stan­dar kea­manan juga men­ja­di masalah klasik dalam tam­bang raky­at. Hal ini­lah yang mem­bu­at risiko kece­lakaan semakin ting­gi.

Video yang dibagikan akun Threads @andreli_48 mem­per­li­hatkan suasana drama­tis di lokasi. War­ga tam­pak bahu-mem­bahu mengevakuasi kor­ban den­gan tan­du daru­rat, mele­wati lumpur dan bat­u­an besar.

Sebuah truk pen­gangkut mate­r­i­al ter­li­hat ter­je­bak di lokasi keja­di­an, seba­gian ter­tim­bun mate­r­i­al long­sor. Kon­disi ini mem­bu­at pros­es penye­la­matan semakin sulit.

Mes­ki per­ala­tan ter­batas, war­ga tetap berusa­ha keras mengevakuasi kor­ban den­gan cepat. Kor­ban kri­tis segera dibawa ke rumah sak­it ter­dekat meng­gu­nakan kendaraan war­ga.

Hing­ga malam hari, aparat kepolisian dan tim Badan Penang­gu­lan­gan Ben­cana Daer­ah (BPBD) Kabu­pat­en Asa­han turun ke lokasi untuk melakukan pen­car­i­an tam­ba­han dan memas­tikan tidak ada kor­ban lain yang masih ter­tim­bun.

Peri­s­ti­wa ini meny­isakan duka men­dalam bagi kelu­ar­ga kor­ban. Tiga nyawa yang hilang semuanya adalah pen­cari nafkah kelu­ar­ga yang bek­er­ja di tam­bang demi memenuhi kebu­tuhan sehari-hari.

War­ga setem­pat menyam­paikan kepri­hati­nan men­dalam atas keja­di­an terse­but. Mere­ka berharap pemer­in­tah daer­ah segera turun tan­gan melakukan inves­ti­gasi sekali­gus mem­berikan ban­tu­an kepa­da kelu­ar­ga kor­ban.

  Chat Singkat, Polemik Panjang

Selain itu, seba­gian war­ga juga mende­sak agar tam­bang raky­at yang rawan long­sor lebih diawasi secara ketat. Mes­ki tam­bang men­ja­di sum­ber mata penc­a­har­i­an uta­ma, kese­la­matan peker­ja seharus­nya men­ja­di pri­or­i­tas.

Trage­di long­sor di Asa­han menam­bah pan­jang daf­tar kece­lakaan di tam­bang raky­at di Indone­sia. Aktiv­i­tas tam­bang raky­at yang min­im reg­u­lasi ser­ing kali diwar­nai kece­lakaan fatal, mulai dari run­tuh­nya tebing galian, kece­lakaan alat berat, hing­ga ban­jir lumpur.

Menu­rut data nasion­al, kece­lakaan tam­bang raky­at ker­ap ter­ja­di kare­na lemah­nya pen­gawasan ser­ta kurangnya pema­haman peker­ja men­ge­nai stan­dar kese­la­matan. Pada­hal, tam­bang batu padas dan galian C lain­nya banyak terse­bar di berba­gai daer­ah dan meli­batkan ribuan penam­bang lokal.

Trage­di di Desa Mar­jan­ji Aceh ini dihara­p­kan men­ja­di momen­tum bagi pemer­in­tah Kabu­pat­en Asa­han, Pemer­in­tah Provin­si Sumat­era Utara, hing­ga Kementer­ian ESDM untuk lebih serius mem­per­hatikan tam­bang raky­at.

Masyarakat menung­gu langkah nya­ta beru­pa:

1. Inves­ti­gasi res­mi penye­bab long­sor dan memas­tikan tidak ada kor­ban tam­ba­han.

2. Ban­tu­an daru­rat bagi kelu­ar­ga kor­ban, baik beru­pa san­tu­nan maupun dukun­gan logis­tik.

3. Pen­ingkatan pen­gawasan tam­bang raky­at agar peker­ja men­da­p­atkan per­lin­dun­gan lebih baik.

4. Pen­er­a­pan stan­dar kese­la­matan ker­ja untuk mem­i­ni­mal­isir kece­lakaan seru­pa di masa depan.

Peri­s­ti­wa long­sor di tam­bang batu padas Asa­han ini men­ja­di peringatan keras akan bahaya aktiv­i­tas tam­bang raky­at tan­pa pen­gawasan. Tiga nyawa melayang, satu kri­tis, dan puluhan kelu­ar­ga kini dirun­dung duka men­dalam.

Ung­ga­han akun Threads @andreli_48 men­ja­di sak­si awal yang mem­bu­ka mata pub­lik ter­hadap trage­di ini. Kini, per­ha­t­ian ter­tu­ju pada bagaimana pemer­in­tah daer­ah dan aparat terkait mere­spons, agar keja­di­an seru­pa tidak kem­bali teru­lang. (Red/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *