TAPANULI, SNIPERNEW.id – Sebuah unggahan di akun media sosial Threads @suaraakarrumputt menyoroti aktivitas pengangkutan kelapa sawit yang masih terus berlangsung dari Desa Garoga, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, meskipun wilayah tersebut dilaporkan masih terdampak bencana banjir dan longsor, Minggu (28/12/2025).
Dalam unggahan tersebut tertulis bahwa sawit terus diangkut keluar dari Desa Garoga, sementara kondisi bencana alam belum sepenuhnya usai. Pada saat yang sama, warga disebut masih kebingungan mencari bantuan pascabencana yang melanda wilayah mereka.
Unggahan itu juga menyinggung alih fungsi hutan menjadi kebun sawit, yang disebut terjadi sebelum bencana. Dalam narasi yang disampaikan, akun tersebut menggambarkan bahwa truk pengangkut sawit tetap beroperasi, keluar-masuk wilayah terdampak, seolah tidak terpengaruh oleh kondisi darurat yang sedang dialami warga sekitar.
Video yang menyertai unggahan memperlihatkan kondisi lingkungan desa, termasuk area permukiman dan pepohonan di sekitar lokasi, yang disebut sebagai wilayah terdampak bencana. Tidak ada keterangan resmi dari pihak perusahaan maupun pemerintah daerah dalam unggahan tersebut.
Unggahan ini disertai dengan tagar #sawit #bencan alam #banjir #tapsel #viral, dan menuai perhatian warganet karena menampilkan kontras antara aktivitas ekonomi dan kondisi sosial masyarakat pascabencana.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat klarifikasi atau pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai aktivitas pengangkutan sawit tersebut maupun langkah penanganan lanjutan bagi warga terdampak di Desa Garoga. (Iskandar)






