Solo, SniperNew.id – Suasana Kota Solo pagi ini dikejutkan dengan kabar kebakaran di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Solo yang terjadi dini hari. Peristiwa ini ramai diperbincangkan warganet setelah sejumlah foto dan video kondisi bangunan pasca-kebakaran tersebar di media sosial, Sabtu (30/08).
Dalam sebuah unggahan di platform Threads, akun @rocky_gerung__ membagikan sebuah video berdurasi singkat yang memperlihatkan kondisi gedung DPRD Solo. Dalam keterangan unggahan tersebut, ditulis. “Kondisi pagi ini gedung DPRD Kota Solo yang dini hari tadi dibakar oleh masa aksi.”
Video itu memperlihatkan suasana halaman gedung dengan sisa-sisa kebakaran. Bagian luar bangunan tampak hangus, atap lantai dua sebagian besar terbakar, dan sejumlah jendela pecah. Di area halaman terlihat dedaunan berserakan, sisa ranting, serta genangan air bekas penyemprotan mobil pemadam kebakaran.
Peristiwa kebakaran ini terjadi pada dini hari, Sabtu (30/8/2025), di gedung DPRD Kota Solo, Jawa Tengah. Menurut keterangan sementara dari beberapa saksi mata, kebakaran diduga terjadi setelah aksi massa yang berlangsung sejak malam sebelumnya. Hingga pagi hari, petugas pemadam kebakaran masih melakukan pendinginan untuk memastikan api tidak kembali menyala.
Meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian terkait penyebab kebakaran, informasi awal menyebutkan kebakaran diduga dipicu aksi anarkis yang terjadi saat massa melakukan unjuk rasa.
Peristiwa ini menuai banyak komentar dari masyarakat, terutama di media sosial. Beberapa tangkapan layar komentar warganet menunjukkan reaksi beragam, mulai dari kritik, keprihatinan, hingga sindiran. Berikut adalah kutipan lengkap komentar warganet yang muncul dalam unggahan tersebut:
1. purwanto_ahmed menulis. “Renovasi gedung dg anggaran miliaran pastinya. Trs peluang dikorupsi, gt aja trs.”
Komentar ini menyinggung potensi anggaran renovasi yang diperkirakan sangat besar dan menyoroti isu korupsi dalam proyek infrastruktur pemerintahan.
2. manzzadaolshop01 menulis. “Di Bandung sama kemarin rumah MPR ada yg dibakar.”
Pengguna ini membandingkan insiden kebakaran di Solo dengan peristiwa serupa di Bandung yang terjadi sebelumnya.
3. sukmawan00 menulis. “Klo DPR dibubarkan agenda pemakzulan gmn?”
Komentar ini bernada sarkastis sekaligus kritis terhadap isu politik nasional dan fungsi DPR.
4. ranie17_ menulis.“Menyala Indonesia.. semoga merdeka.”
Ungkapan ini terdengar bernada dukungan terhadap gerakan masyarakat, meski tidak secara eksplisit mengomentari perusakan fasilitas negara.
5. hijrah_salsa menulis. “Luar biasa.”
Komentar singkat ini memicu interpretasi beragam di kalangan warganet lainnya.
Berdasarkan rekaman video yang diunggah di media sosial, suasana di sekitar gedung DPRD Solo pagi ini terlihat mencekam. Bagian luar bangunan memperlihatkan sisa kebakaran dengan bekas jelaga di dinding dan atap yang hangus.
Tumpukan material sisa kebakaran seperti meja-meja kantor dan peralatan lainnya tampak rusak dan berserakan. Beberapa unit pendingin ruangan (AC) yang menempel di dinding lantai dua juga terlihat rusak akibat paparan panas.
Genangan air yang terlihat di halaman menandakan upaya pemadaman yang dilakukan petugas pada dini hari. Sejumlah ranting dan dedaunan berserakan, kemungkinan akibat angin atau aktivitas pemadaman.
Meski situasi di lokasi sudah relatif terkendali pagi ini, garis polisi dilaporkan telah dipasang untuk mengamankan area sekitar.
Kepolisian Resor Kota Solo dikabarkan sedang melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kebakaran. Tim inafis bersama forensik kebakaran akan mengumpulkan barang bukti di lokasi. Sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian telah dimintai keterangan.
Seorang sumber internal kepolisian yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa aparat keamanan juga tengah mengidentifikasi kelompok massa yang terlibat dalam aksi anarkis tersebut. Dugaan sementara, insiden kebakaran ini merupakan buntut dari aksi protes terhadap kebijakan pemerintah yang berlangsung sejak beberapa hari terakhir.
Pemerintah Kota Solo belum memberikan pernyataan resmi. Namun, sejumlah sumber di lingkungan DPRD menyebutkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Beberapa staf administrasi yang sempat berada di dalam gedung dilaporkan berhasil dievakuasi tepat waktu.
Ketegangan politik dan sosial di sejumlah daerah belakangan ini meningkat akibat ketidakpuasan publik terhadap kebijakan pemerintah pusat maupun daerah. Gelombang unjuk rasa yang meluas ke beberapa kota, termasuk Solo, disebut sebagai respons masyarakat terhadap isu-isu seperti.
Transparansi anggaran pemerintah daerah. Penanganan inflasi dan harga kebutuhan pokok. Ketidakpuasan publik terhadap kinerja parlemen.
Beberapa pengamat politik menilai bahwa insiden pembakaran gedung DPRD Solo adalah bentuk puncak kemarahan publik terhadap lembaga legislatif daerah. Namun, aksi anarkis ini tetap menuai kritik karena merusak fasilitas umum yang dibangun dengan uang rakyat.
Peristiwa ini dengan cepat viral di media sosial. Unggahan akun @rocky_gerung__ di Threads hanya dalam beberapa menit sudah ditonton lebih dari 900 kali. Sementara itu, tangkapan layar komentar menunjukkan lebih dari 1.100 tayangan dan puluhan komentar dari pengguna lain.
Fenomena ini memperlihatkan bagaimana media sosial menjadi saluran utama publik untuk memantau situasi terkini. Namun, penyebaran informasi yang cepat juga menimbulkan risiko munculnya spekulasi dan berita bohong.
Pakar komunikasi publik menekankan pentingnya verifikasi informasi sebelum membagikannya, terutama terkait peristiwa sensitif seperti kebakaran fasilitas pemerintah.
Beberapa tokoh masyarakat Solo menyampaikan keprihatinan atas insiden ini. Menurut seorang aktivis sosial yang tidak ingin disebutkan namanya, aksi protes publik memang sah secara konstitusi, namun harus tetap menjaga ketertiban umum.
“Protes adalah hak demokratis, tapi merusak fasilitas negara justru merugikan rakyat itu sendiri karena biaya perbaikan akan diambil dari APBD atau APBN,” ujarnya.
Sementara itu, warga sekitar lokasi kejadian mengaku khawatir atas eskalasi aksi massa yang mulai menjurus pada tindakan kekerasan. “Kami takut kalau nanti aksi seperti ini makin sering terjadi, keamanan kota jadi taruhannya,” kata seorang warga yang tinggal tidak jauh dari kompleks DPRD Solo.
Kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Beberapa ruang rapat dan kantor anggota DPRD di lantai dua dilaporkan rusak parah. Pemerintah kota direncanakan akan segera melakukan pendataan kerusakan dan mempersiapkan anggaran darurat untuk renovasi.
Namun, isu anggaran renovasi justru memicu komentar sinis di kalangan publik. Banyak warga khawatir biaya renovasi besar akan membuka peluang korupsi jika tidak diawasi ketat.
“Ini harus jadi pelajaran. Jangan sampai anggaran perbaikan justru jadi ajang memperkaya diri oknum tertentu,” ujar seorang aktivis antikorupsi Solo.
Insiden kebakaran gedung DPRD Solo dini hari tadi memperlihatkan eskalasi ketidakpuasan publik terhadap pemerintah. Meskipun penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan, peristiwa ini menegaskan pentingnya komunikasi dan transparansi antara pemerintah dan masyarakat.
Aparat keamanan diminta segera mengusut tuntas kasus ini, sementara masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa protes seharusnya disampaikan dengan damai, tanpa merusak fasilitas negara yang dibangun dengan dana publik. (Ahmad)



















