Berita Investigasi

Diduga Pangkalan Gas LPG 3Kg Subsidi Melon Milik Saparidah Diduga Dijual Bukan Harga HET

511
×

Diduga Pangkalan Gas LPG 3Kg Subsidi Melon Milik Saparidah Diduga Dijual Bukan Harga HET

Sebarkan artikel ini

Ketapang, SniperNew.id – Masyarakat dusun kelelawar desa pelapis Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat mengeluhkan mahalnya harga liquefied petroleum gas (LPG), khususnya jenis LPG, bersubsidi 3kg nyatanya tidak sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET), Kamis (28/11/2024).

Salah satu warga dusun kelelawar berinisal S dan L saat diwawancarai mengatakan bahwa isi ulang tabung gas 3kg tidak hanya mahal namun juga langka dan diduga dijual ke orang lain (pengusaha) atau dijual dengan dalih habis

“Saya beli isi ulang Gas LPG 3kg harga 40,45 bahkan 55 itupun sistem siapa cepat dia dapat, padahal data penerima gas bersubdisi sudah jelas harga dan waktunya kami menduga adanya permainan harga oleh pangkalan di dusun kelelawar dan penjualan kepada pihak yang tidak seharusnya menerima gas bersubdisi,” kata warga saat diwawancarai awak media SniperNeswID Ketapang Kalbar, Jum’at (15/11/2024)

  Pangulu Nagori Dolok Saribu Bangun Klarifikasi Terkait Pemberitaan Miring Pengangkatan Gamot.

Tabung gas LPG 3kg yang bersubsidi oleh pemerintah dapat dilihat dibagian tabungnya terdapat tulisan “hanya untuk masyarakat miskin”.

Memastikan, mendengarkan keluhan masyarakat dan mengumpulkan informasi tim investigasi JNNTV bersama ikatan wartawan online (IWOI) kabupaten Ketapang turun langsung ke dusun kelelawar desa Pelapis

Dari informasi dan data yang didapatkan bahwa harga gas elpiji 3kg di pangkalan milik saparidah yang merupakan istri dari kepala desa pelapis berinisial (RH) tidak sesuai dengan yang tertera si plang pangkalan

Kades Pelapis berinisial RH menjelaskan bahwa pihaknya menjual Gas LPG 3kg sesuai dengan HET.

  GPKN Soroti MoU APDESI-HAM, Jangan Jadikan Hukum Tameng Dana Desa

“Bisa dilihat dari plang bahwa harga yang kami jual wakni sesuai HET Rp.33.100” kata RH saat dikonfirmasi awak media ini.

Penjelasan kades Pelapis berinisal RH tersebut dinilai tidak sesuai dengan yang masyarakat rasakan bahwa harga yang dijual yakni 40-55 ribu rupiah per tabung gas 3kg menanggapi hal tersebut ketua IWOI kabupaten Ketapang mustakim mendesak aparat penegak hukum (APH) dan dinas perdagangan KKU menindak tegas pangkalan milik saparidah.

“Kami meminta kepada APH dan Disperindag Kayong Utara untuk mencabut izin pangkalan milik saparidah di dusun kelelawar desa pelapis yang menjual gas subsidi tidak sesuai HET yang telah ditetapkan kami juga menduga ada penimbunan serta penjual gas melon tersebut yang tidak tepat sasaran dan kami meminta untuk menangkap pangkalan yang diduga Mafia migas,” tegas mustakim, Kamis (28/11/2024)

  Pembangunan Rumah Negara tipe D dan E pada Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Tahun Anggaran 2024 diduga Mangkrak

Mustakim bersama media yang terafiliasi IWOI Indonesia kab Ketapang mengungkapkan bahwa adanya hasil temuan harga yang ditawarkan dan akun FB saparidah wakni 40 ribu rupiah dan sistemnya menggunakan siapa dapat di dapat.

“Kami dapat lihat bahwa adanya perbedaan harga plang pangkalan dengan harga dan laporan masyarakat yang mencapai 40-55 ribu kami berharap APH dan dinas terkait agar segera menindaklanjuti laporan masyarakat yang menjerit dengan harga gas elpiji bersubsidi,” Pungkasnya kepada awak media ini.

(Penulis: Jumadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *