Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

Debt Collector Semakin Brutal Di Pekanbaru, LSM Bara Api Minta Polisi Tindak Tegas

279
×

Debt Collector Semakin Brutal Di Pekanbaru, LSM Bara Api Minta Polisi Tindak Tegas

Sebarkan artikel ini

Pekanbaru,Snipernew.id-Sete­lah beber­a­pa wak­tu lalu pub­lik di Kota Pekan­baru dihe­bohkan den­gan aksi per­am­pasan secara pak­sa oleh para tukang tarik mobil atau Debt Col­lec­tor (DC). Kini muncul lagi aksi seru­pa di Kota Pekan­baru tepat­nya di Jalan Setia Budi Keca­matan Lima Puluh Kota Pekan Baru pada, Rabu 24/7) sek­i­tar pukul 16.20 WIB

Kali ini per­am­pasan pak­sa diala­mi oleh Kiki Veri­ani (44), war­ga Jalan Setia Budi Keca­matan Lima Puluh Kota Pekan Baru. Kepa­da wartawan, Kiki mencer­i­takan kro­nol­o­gis peri­s­ti­wa per­am­pasan pak­sa mobil­nya yang dilakukan oleh sejum­lah pria berbadan besar yang meny­er­amkan

“Pada saat itu, saya sedang men­gen­darai Mobil Agya plat BM 1560 OY war­na kun­ing. Dimana mobil terse­but atas nama saya sendiri. Saat saya mau memarkirkan mobil saya untuk men­jem­put anak saya pulang seko­lah. Tiba tiba saya didatan­gi oleh lima orang DC atau Ekster­nal leas­ing dari PT TAF dan lang­sung mer­am­pas mobil yang saya bawa secara pak­sa di depan anak saya, “ujar Kiki.

  Fun Walk di Lapangan Drh. Soepardi Magelang Meriahkan Hari BPR BPRS Nasional

Sete­lah saya berde­bat den­gan beradu mulut untuk mem­per­ta­hankan mobil saya, kata Kiki, lima orang pemu­da dari PT. TAF lang­sung menderek mobil Agya saya dan mema­sukkan­nya ke gudang PT. TAF yang bera­da di Jalan Sudirman.

” Aki­bat dari kegaduhan dip­ing­gir Jalan Sudirman Pekan Baru. Masyarakat ramai meli­hat peri­s­ti­wa penarikan pak­sa terse­but. Anak saya men­ja­di trau­ma kare­na meli­hat aksi para debt col­lec­tor yang seper­ti pre­man mer­am­pas pak­sa mobil saya di jalan, “tegas Kiki.

Pada­hal, kata KIki, dirinya sem­pat tetap mem­per­ta­hankan hak kepemi­likan mobil Agya miliknya. Untuk menghin­dari kon­flik hor­i­zon­tal. Namun kare­na ia sendiri,sedangkan debt col­lec­tor lebih banyak. Maka mobil miliknya ditarik pak­sa.

” Pada­hal pem­ba­yaran kred­it mobil Agya den­gan leas­ing PT TAF,sudah men­ca­pai 4 tahun den­gan per bulan­nya Rp 3.300.000,00. Namun pihak PT TAF tetap melakukan penarikan tan­pa melakukan prose­dur yang baik, “pungkas Kiki

Ter­pisah, Sekre­taris Jen­dral (Sek­jen) Dewan Pimp­inan Pusat Lem­ba­ga Swa­daya Masyarakat Barisan Raky­at Anti Korup­si (DPP LSM BARA-API), Afi­fud­din didampin­gi Sekre­taris DPD Daeng Johan yang dite­mui wartawan,Jumat (26/7) men­gaku san­gat menge­cam tin­dakan debt col­lec­tor yang main tarik pak­sa mobil seo­rang wani­ta dide­pan anaknya sehing­ga mem­bu­at men­tal anaknya men­ja­di trau­ma.

  Polres Muara Enim Gelar Olahraga Bersama dalam rangka Hari Bhayangkara ke-78

“Penag­ih utang dap­at disangkakan melakukan per­bu­atan tidak menye­nangkan di Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan debt col­lec­tor yang menarik kendaraan secara pak­sa dari pemi­lik yang sah adalah per­bu­atan pidana, ” ger­am Afi­fud­din

Dikatakan Afi­fud­din, penag­ih utang terse­but dap­at disangkakan melakukan per­bu­atan tidak menye­nangkan di Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 335 ayat 1 den­gan pasal berlapis Pen­cu­ri­an den­gan Kek­erasan (Pasal 365 jo Pasal 53 KUHP) den­gan anca­man huku­man sem­bi­lan tahun pen­jara

” Tin­dakan mengam­bil kendaraan bermo­tor secara pak­sa (per­am­pasan) dap­at dijerat/dikenakan Pasal 365 KUHAP men­ge­nai pen­cu­ri­an den­gan kek­erasan seba­gai pem­ber­atan dari pasal pen­cu­ri­an biasa, seba­gai mana dimak­sud dalam pasal 362 KUHAP,” tegas Afi­fud­din

Den­gan adanya tin­dakan per­am­pasan pak­sa ini, kata Afi­fud­din, pihaknya akan men­dampin­gi kor­ban untuk mem­bu­at pen­gad­u­an ke Pol­da Riau.

“Tadi kami sudah mela­porkan para penarik mobil dan PT. TAF ke Mapol­da Riau, den­gan pasal per­am­pasan dan pen­cu­ri­an mobil . Semoga den­gan lapo­ran kami ini, Polisi segera menangkap para pelaku.. Agar jan­gan ada lagi kasus kasus seper­ti ini menim­pa masyarakat Pekan­baru dan Riau, “pungkas Afi­fud­din

  Pengesahan Warga Baru Tingkat 1 Setia Hati Terate Cabang Mesuji

Sek­jen DPP LSM BARA API, Afi­fud­din juga mener­i­ma kepa­da wartawan,Jumat (26/7) mem­inta dan mende­sak Kapol­da Riau, Irjen Muham­mad Iqbal SIK untuk segera menangkap dan meng­gu­lung para debt col­lec­tor yang sudah mere­sahkan masyarakat Pekan­baru Riau.

Kare­na, aksi dan tin­dakan para oknum pre­man bayaran yang berlin­dung diba­lik PT jasa penarikan PT. TAF sudah san­gat meng­gang­gu kea­manan dan kenya­manan para ked­i­tur.

“Kami minta Kapol­da Riau segera menangkap para debt col­lec­tor. Bila per­lu PT. TAF selaku pihak keti­ga dalam penarikan mobil kred­i­tur yang menung­gak harus segera ditangkap. Kare­na mere­ka menarik tan­pa ada SOP yang jelas. Saat menarik mobil kred­i­tur. Seharus­nya mere­ka hamem­bawa Surat Kuasa, Ser­ti­fikasi Pro­fe­si Pem­bi­ayaan Indone­sia (SPPI), Surat Somasi dan Ser­ti­fikat Fidu­sia. Fidu­sia itu ada ser­ti­fikat­nya. Ser­ti­fikat­nya itu sama den­gan kepu­tu­san pen­gadi­lan, “tan­das­nya Afifuddin.(Roni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *