Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Investigasi

Warga Pulau Maya Tuntut AMDAL PT Dharma Inti Bersama Tinjau Kembali

443
×

Warga Pulau Maya Tuntut AMDAL PT Dharma Inti Bersama Tinjau Kembali

Sebarkan artikel ini

Keta­pang, SniperNew.id — War­ga pulau maya ter­diri dari Lima Desa, Tan­jung Satai, Satai Lestari, Kam­bo­ja, Dusun kecil dan Dusun besar. may­ori­tas masyarakat den­gan berpeng­hasi­lan laut ( Nelayan) bersukur adanya ren­cana pem­ban­gu­nan smelter di pulau penebang.

Namun, pem­ban­gun smelter terse­but harus betul betul mem­per­hatikan aspek lingkun­gan dan jan­gan abai, ker­e­na di area pulau penebang tem­pat para nelayan tra­di­sion­al menagkap ikan.

  Kapolres Tegal Resmikan Robot Anti Knalpot Brong

Hal terse­but diungkap­kan Hasy­im, mewak­ili masyarakat pulau maya, pihaknya mem­berikan Apre­si­asi kepa­da pemer­in­tah dan pihak perusa­haan PT Dhar­ma Inti Bersama Den­gan Ada nya pem­ban­gu­nan Smelter di pulau penebang Desa Pelapis kepu­lauan Kari­ma­ta.

“Ada nya pem­ban­gu­nan perusa­haan (smelter) di lokasi pulau penebang jarak dari pesisir diperki­rakan hanya 9 mil, Ini pasti Akan berdampak lan­sung den­gan kami seba­gai masyarakat nelayan atau lingkun­gan ker­na kawasan atau area (laut) sudah men­ja­di satu kesat­u­an para Nelayan pulau maya berak­tiv­i­tas sehari-hari dalam men­cari nafkah, kede­pan­nya akan berpen­garuh kepa­da kami masyarakat pulau maya khusus nelayan. Nelayan Pulau Maya hanya nelayan tra­di­sion­al,” ungkap Hasy­im.

  303 Warga Pesawaran Terima ATENSI Kemensos

Menu­rut Hasy­im, sam­pai saat ini pihak perusa­haan masih abai, pasal­nya ditem­pat mere­ka belum ada sosial­isasi atau pen­je­lasan ten­tang AMDAL perusa­haan.

“Kami seba­gai Masyarakat pulau maya merasa dia­baikan ten­tang masalah lingkun­gan, sam­pai saat ini kami masyarakat belum ada pen­je­lasan atau sosial­isasi ten­tang AMDAL. Pemer­in­tah sudah men­gatur uu pasal 22 tahun 2021 ten­tang AMDAL ter­diri tiga bagian 1.Pendekatan stu­di tung­gal
2.Pendekatan stu­di ter­padu
3.Pendekatan stu­di kawasan
Namun tiga poin diatas belum dilak­sanakan kepa­da Masyarakat Pulau Maya. Seharus­nya pulau maya (masyarakat) juga men­ja­di ring satu seper­ti desa Pelapis mengi­gat dampak lingkun­gan berpen­garuh besar kepa­da kami khusus Nelayan,” jelas­nya, kepa­da media ini, Jum,at (21/2/2025).

  Dugaan Pupuk Subsidi Dijual di Atas HET, LSM HAMMER Minta APH Turun Tangan

Lan­jut Hasy­im, pihaknya berharap kepa­da pemer­in­tah agar dap­at menin­jau kem­bali ter­hadap AMDAL perusa­haan terse­but.

“Hara­pan Masyarakat Pulau Maya kepa­da Pemer­in­tah Dinas Lingkun­gan hidup, Dinas PUTR, Dinas kelau­tan Kay­ong Utara, dan Dinas lingkun­gan hidup provin­si Kali­man­tan Barat.”

Agar dap­at menin­jau kem­bali ten­tang AMDAL oleh perusa­haan PT Dhar­ma Inti Bersama, mengin­gat Dampak kede­pan­nya kepa­da Nelayan san­gat besar maka dari itu kami masyarakat pulau maya mem­inta kepa­da dinas terkait masalah AMDAL secepat­nya men­gadakan perte­muan agar kami seba­gai Masyarakat Pulau Maya tidak merasa dia­baikan,” hara­p­nya.

Penulis: (Juma­di)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *