Berita Hukum

Warga Desak Evaluasi Kapolres Padanglawas Usai Bentrok di PT Barapala

196
×

Warga Desak Evaluasi Kapolres Padanglawas Usai Bentrok di PT Barapala

Sebarkan artikel ini

Padang Lawas,—Snipernew.id

Ben­trok antara war­ga Luat Unteru­dang dan sekelom­pok orang yang diduga oknum seku­ri­ti PT Bara­pala ter­ja­di pada Selasa (18/11) malam. Dua war­ga men­gala­mi luka panah, semen­tara sejum­lah kendaraan dirusak dalam insi­d­en yang kini memicu desakan agar Kapolda­su mengeval­u­asi kin­er­ja Kapol­res Padanglawas.

Peny­eran­gan Ter­ja­di Saat War­ga Meng­i­nap di Lokasi.

  Diduga Demi Dibeli Murah, Tujuh Sapi Warga Nganjuk Diracun

War­ga sebelum­nya melakukan aksi damai dan meng­i­nap (nge­camp) di area PT Bara­pala sam­bil menung­gu pihak man­a­je­men perusa­haan mem­bu­ka dia­log. Sek­i­tar pukul malam hari, puluhan oknum seku­ri­ti dise­but datang dan meny­erang war­ga meng­gu­nakan panah ser­ta tombak.

Aki­bat seran­gan terse­but, dua war­ga men­ja­di kor­ban: Adi Ansor Hara­hap yang ter­lu­ka di bagian kaki kanan dan Saripud­din Hasi­buan yang terke­na panah di dada kanan.

Salah satu sak­si mata, Rus­lan Abdul­lah Hasi­buan, menu­turkan sebelum peny­eran­gan, sekelom­pok orang yang men­gaku seku­ri­ti sem­pat mem­inta izin kepa­da war­ga. Mere­ka berdal­ih ingin men­jem­put rekan mere­ka di pos satu. Kare­na diang­gap alasan logis, war­ga pun mem­beri izin mere­ka lewat.

  Proyek BUMDesma Sei Bamban Disorot, Kandang Rp85 Juta Diduga Sarat Korupsi

“Namun saat mere­ka kem­bali, tepat di dekat jem­bat­an, sek­i­tar 25 orang lang­sung meny­erang mem­babibu­ta den­gan panah dan tombak,” kata Rus­lan.
Selain melukai war­ga, para pelaku juga merusak sepe­da motor dan kendaraan milik mas­sa aksi.

 

Per­wak­i­lan maha­siswa, Arsa Riz­ki Sire­gar, men­je­laskan bah­wa aksi meng­i­nap war­ga sebelum­nya sudah men­da­p­atkan izin res­mi dari Pol­res Padanglawas. War­ga hanya menung­gu pihak perusa­haan berse­dia hadir dan mem­berikan pen­je­lasan terkait per­soalan lahan.

Namun, ben­trok jus­tru ter­ja­di sete­lah aparat mening­galkan lokasi. “Kami mem­inta Kapolda­su dan Guber­nur Sumut agar mem­berikan per­ha­t­ian serius dan turun lang­sung meli­hat kon­disi di lapan­gan,” ujar Arsa. Ia menam­bahkan, war­ga dan maha­siswa beren­cana mengge­lar aksi besar-besaran ke Pol­da Sumut.

  Ijazah Wali Kota Tebingtinggi Dipamerkan, Akun Facebook Dilaporkan ke Polda Sumut

Infor­masi yang beredar menye­but Kapol­res Padanglawas telah mem­bu­at lapo­ran ke Polda­su terkait dugaan pen­grusakan dan pem­bakaran aset perusa­haan, yang menu­rut war­ga ter­ja­di sete­lah mere­ka dis­erang lebih dulu.

War­ga meni­lai lapo­ran terse­but tidak objek­tif dan menyayangkan adanya pela­po­ran ter­hadap tokoh adat ser­ta tokoh masyarakat Luat Unteru­dang.

War­ga mem­inta man­a­je­men PT Barapala—yang dise­but berang­gotakan Sapri­jal, Ahok, dan Aspin—bertanggung jawab atas tin­dakan oknum seku­ri­ti. Mere­ka juga mende­sak Kapolda­su Irjen Pol Whis­nu Her­mawan Feb­ruan­to untuk mengeval­u­asi hing­ga men­copot Kapol­res Padanglawas jika ter­buk­ti tidak pro­fe­sion­al.

Hing­ga beri­ta ini diter­bitkan, Kapol­res Padanglawas belum mem­berikan tang­ga­pan res­mi.

Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *