Berita Nasional

Wakil Jaksa Agung Dr. Sunarta: Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Kejaksaan RI Tekankan Kepada Aspek Integritas

265
×

Wakil Jaksa Agung Dr. Sunarta: Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Kejaksaan RI Tekankan Kepada Aspek Integritas

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id — Pada Kamis 2 Mei 2024, Wak­il Jak­sa Agung Dr. Sunar­ta mem­berikan pen­gara­han saat melakukan kun­jun­gan ker­janya ke wilayah hukum Kejak­saan Ting­gi Kali­man­tan Sela­tan.

Kun­jun­gan terse­but dalam rang­ka Asis­ten­si Indek­sasi dan Pem­ban­gu­nan Zona Integri­tas menu­ju Wilyah Bebas Korupsi/Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBK/WBBM) di Kejak­saan Ting­gi Kali­man­tan Sela­tan.

Men­gawali ara­han­nya, Wak­il Jak­sa Agung menyam­paikan bah­wa kegiatan ini mem­berikan man­faat dan esen­si dari pent­ingnya Refor­masi Birokrasi untuk per­baikan dan pen­ingkatan insti­tusi Kejak­saan secara kelem­ba­gaan, untuk itu Wak­il Jak­sa Agung mem­inta agar mengiku­ti kegiatan ini secara sung­guh-sung­guh.

“Kegiatan ini men­ja­di momen­tum untuk ter­ben­tuknya komit­men bersama bagi selu­ruh insan Adhyak­sa di wilayah Kejak­saan Ting­gi Kali­man­tan Sela­tan guna imple­men­tasi pelak­sanaan Refor­masi Birokrasi secara opti­mal, dalam rang­ka ter­cip­tanya tata kelo­la pemer­in­ta­han yang lebih baik dan pen­ingkatan pelayanan pub­lik seba­gai wujud men­ja­ga mar­wah insti­tusi Kejak­saan RI,” ujar Wak­il Jak­sa Agung.

Menu­rut Wak­il Jak­sa Agung, Refor­masi Birokrasi secara his­toris meru­pakan jawa­ban dari tun­tu­tan ter­cip­tanya birokrasi Pemer­in­tah yang pro­fe­sion­al, bebas dan bersih dari Korup­si, Kolusi, Nepo­tisme ser­ta penye­leng­garaan negara yang menaati asas-asas umum penye­leng­garaan negara.
Pres­i­den Joko Wido­do meny­atakan bah­wa Refor­masi Birokrasi meru­pakan salah satu pri­or­i­tas pem­ban­gu­nan nasion­al seba­gai sarana melakukan pem­be­na­han dan per­baikan ter­hadap sis­tem penye­leng­garaan pemer­in­ta­han yang bertu­juan untuk men­cip­takan birokrasi kelas dunia (world class bureau­cra­cy) dan ter­ben­tuknya tata kelo­la pemer­in­ta­han yang baik (good gov­er­nance).

  Kemenkes RI Hadirkan Edukasi Layanan Rujukan Bersama Komisi IX DPR-RI di Karangpawitan

Tak hanya itu, Refor­masi Birokrasi juga meru­pakan sebuah jawa­ban dari per­an organ­isasi pemer­in­tah yang ditun­tut untuk adap­tif dan respon­sif ter­hadap peruba­han dunia secara glob­al ser­ta tun­tu­tan dan kebu­tuhan masyarakat yang semakin berkem­bang yang bercirikan Volatile, Uncer­tain, Com­plex and Ambi­gious (VUCA).

“Ten­tun­ya dalam men­gatasi tun­tu­tan hal terse­but, organ­isasi Kejak­saan memi­li­ki kewa­jiban agar selu­ruh insan Adhyak­sa segera melakukan peruba­han baik pola pikir, pola sikap dan pola tin­dak sehing­ga kita mam­pu untuk hadir dalam mewu­jud­kan organ­isasi Kejak­saan yang memi­li­ki kap­a­sitas dan mam­pu mem­berikan man­faat khusus­nya bagi masyarakat peng­gu­na layanan Kejak­saan” ujar Wak­il Jak­sa Agung.

Hal ini sejatinya bukan­lah sesu­atu yang sulit bagi selu­ruh insan Adhyak­sa dikare­nakan sejarah men­catat bah­wa sesung­guh­nya insti­tusi Kejak­saan meru­pakan pio­neer dalam pelak­sanaan Refor­masi Birokrasi yaitu den­gan dibuk­tikan pada tahun 2001, Kejak­saan RI bek­er­jasama den­gan UNDP telah melakukan Audit Tata Kepe­mer­in­ta­han Kejak­saan RI jauh sebelum pro­gram Refor­masi Birokrasi dilak­sanakan oleh Kementerian/Lembaga lain.

  PKN Raih 7 Piagam Negara, Bukti Peran Masyarakat Dalam Membongkar Korupsi

Salah satu pro­gram yang saat ini sedang difokuskan adalah pen­ingkatan kese­jahter­aan bagi selu­ruh aparatur Kejak­saan melalui pen­ingkatan tun­jan­gan kinerja/remunerasi. Syarat yang harus dipenuhi untuk mewu­jud­kan hal terse­but adalah.

Per­tim­ban­gan perkem­ban­gan Refor­masi Birokrasi dan kemam­puan kap­a­sitas fiskal. Opi­ni BPK harus Wajar Tan­pa Penge­cualian (WTP). Indeks Refor­masi Birokrasi harus kat­e­gori A (Memuaskan).

Berdasarkan hal terse­but maka keber­hasi­lan pelak­sanaan Refor­masi Birokrasi den­gan para­me­ternya Indeks Refor­masi Birokrasi meru­pakan instru­men ter­pent­ing yang sam­pai saat ini belum dap­at kita penuhi.

Wak­il Jak­sa Agung menyam­paikan bah­wa, indeks Refor­masi Birokrasi seba­gai nilai ukur ter­hadap keber­hasi­lan Refor­masi Birokrasi pada instan­si pemer­in­ta­han yang seti­daknya menyangkut aspek kelem­ba­gaan (organ­isasi), ketata­lak­sanaan (busi­ness process) dan sum­ber daya aparatur dap­at terus diper­bai­ki dan dit­ingkatkan jika selu­ruh insan Adhyak­sa bek­er­jasama dan sama-sama bek­er­ja.

Berdasarkan Per­at­u­ran Menteri PAN RB Nomor 9 Tahun 2023 ten­tang Eval­u­asi Refor­masi Birokrasi meny­atakan ter­da­p­at 24 (dua puluh empat) indek­sasi yang ter­ma­suk dalam ruang lingkup pelak­sanaan Refor­masi Birokrasi den­gan sasaran Ter­cip­tanya Tata Kelo­la Pemer­in­ta­han Dig­i­tal yang Efek­tif, Linc­ah dan Kolab­o­ratif ser­ta Ter­cip­tanya Budaya Birokrasi BerAKHLAK den­gan ASN yang Pro­fe­sion­al.

Pelak­sanaan indek­sasi terse­but, pada tahun 2023 ter­ja­di pen­ingkatan nilai yaitu dari 76,69 men­ja­di 76,99 ser­ta masih tetap dalam kat­e­gori “BB”. Hal terse­but masih belum men­ca­pai tar­get yang seharus­nya adalah kat­e­gori “A”.

  BARA HATI Serukan Perlawanan Terbuka: Masyarakat Siantar-Simalungun Diajak Turun Ke Jalan Desak Polisi Tegakkan Hukum Dan Tindak Tegas Para Begal Berkedok Debt Collector

Berdasarkan eval­u­asi, fak­tor yang men­gak­i­batkan belum ter­penuhinya kat­e­gori “A” terkait indek­sasi adalah belum adanya pema­haman bersama terkait pem­ba­gian tugas ser­ta tang­gung­jawab terkait indek­sasi antara Kejak­saan Agung, Kejak­saan Ting­gi, Kejak­san Negeri dan Cabang Kejak­saan Negeri.

“Untuk itu, saya minta dalam rang­ka pen­ingkatan indek­sasi Kejak­saan RI agar jajaran pada Kejak­san Ting­gi Kali­man­tan Sela­tan mema­ha­mi secara kom­pre­hen­sif ten­tang pent­ingnya indek­sasi ser­ta menin­dak­lan­ju­ti langkah-langkah yang harus dilak­sanakan dalam rang­ka men­dukung pen­ingkatan indek­sasi Kejak­saan RI,” ungkap Wak­il Jak­sa Agung.

Pelak­sanaan Refor­masi Birokrasi Kejak­saan RI meni­tik­ber­atkan kepa­da pem­ban­gu­nan aspek budaya dan cara ker­ja den­gan pen­guatan ter­hadap 3 (tiga) aspek yaitu integri­tas, etos ker­ja dan seman­gat ker­jasama yang secara filosofis hal terse­but meru­pakan penge­ja wan­ta­han dari nilai-nilai yang terkan­dung dalam dok­trin Tri Kra­ma Adhyak­sa.

“Instru­men yang harus dilakukan guna mem­per­oleh predikat WBK/WBBM adalah patuh ter­hadap selu­ruh taha­pan baik dari segi ketepatan wak­tu, keaku­ratan data yang pastinya dibu­tuhkan per­an dari pimp­inan sat­u­an ker­ja den­gan meng­gu­nakan instru­men Instruk­si Jak­sa Agung Nomor 4 Tahun 2023 ten­tang Kepatuhan Inter­nal di lingkun­gan Kejak­saan RI.” pungkas Wak­il Jak­sa Agung. (Ris/K.3.3.1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *