Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Hukum

Viral Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Kelas I Tanjung Gusta Medan, Pejabat Terancam Dievaluasi

101
×

Viral Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Kelas I Tanjung Gusta Medan, Pejabat Terancam Dievaluasi

Sebarkan artikel ini

Medan –Snipernew.id.

Dugaan peredaran narko­ba jenis sabu dan ekstasi (inex) di dalam Lapas Kelas I Medan kem­bali men­cu­at dan men­ja­di sorotan pub­lik. Infor­masi yang dihim­pun awak media, Selasa (24/2/2026), menye­butkan bah­wa aktiv­i­tas ile­gal terse­but diduga dik­enda­likan oleh seo­rang War­ga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berna­ma Tarmi­ji yang bera­da di Blok T3 Kamar 12. Isu ini memicu per­tanyaan besar ter­hadap komit­men pem­ber­an­tasan narko­ba di dalam lem­ba­ga pemasyarakatan.

Sebelum­nya, media online Indotodaynews.id per­nah mem­ber­i­takan perny­ataan tegas Menteri Imi­grasi dan Pemasyarakatan (Imi­pas), Agus Andrianto, yang meny­atakan akan men­copot peja­bat lapas apa­bi­la dite­mukan adanya peredaran narko­ba ser­ta penyalah­gu­naan tele­pon genggam di dalam lapas. Perny­ataan keras terse­but kini kem­bali diper­tanyakan pub­lik, apakah benar akan diwu­jud­kan atau hanya sebatas wacana.

  Ijazah Wali Kota Tebingtinggi Dipamerkan, Akun Facebook Dilaporkan ke Polda Sumut

Salah seo­rang sum­ber di dalam lapas men­gungkap­kan kepa­da awak media bah­wa peredaran narko­ba di Blok T3 diduga sudah berlang­sung lama. Bahkan, ia menye­but prak­tik terse­but diduga dike­tahui oleh sejum­lah oknum staf dan pegawai. “Sudah lama itu bang, bukan baru. Semua orang dalam tahu,” ujarnya den­gan nada kece­wa.

Sum­ber juga menu­turkan, sete­lah pem­ber­i­taan terkait peredaran narko­ba viral, pihak inter­nal lapas dise­but lang­sung melakukan tin­dakan ter­hadap Tarmi­ji. Namun menu­rut­nya, tin­dakan terse­but hanya bersi­fat semen­tara. “Biasalah bang, kalau sudah viral baru pura-pura dik­ereng supaya ter­li­hat ada penin­dakan. Tapi aslinya per­mainan tetap jalan,” ucap­nya, Selasa (24/2/2026).

  Ijazah Wali Kota Tebingtinggi Dipamerkan, Akun Facebook Dilaporkan ke Polda Sumut

Tak hanya narko­ba, prak­tik penipuan online atau yang dise­but “lodes” juga dise­but-sebut marak ter­ja­di di dalam lapas. Sum­ber mengk­laim sedik­it­nya ter­da­p­at tiga kamar yang diduga men­ja­di pusat aktiv­i­tas terse­but. “Bukan hanya narko­ba bang. Lodes pun ada di sini. Nan­ti kupastikan kamar-kamarnya,” katanya, sem­bari mem­inta iden­ti­tas­nya dira­hasi­akan demi kea­manan.

Terkait peng­gu­naan tele­pon genggam, sum­ber men­je­laskan adanya sis­tem sewa bagi WBP yang tidak memi­li­ki uang besar. Tarif rental dise­but berk­isar Rp40 ribu hing­ga Rp50 ribu per malam. Semen­tara bagi yang dise­but seba­gai “bos”, pem­ba­yaran dilakukan ming­guan den­gan kisaran Rp500 ribu hing­ga Rp1 juta tan­pa batas wak­tu pemaka­ian. “Kalau uang pas-pasan ya rental. Tapi yang pun­ya modal besar bebas saja pakai HP,” ungkap­nya.

  Ijazah Wali Kota Tebingtinggi Dipamerkan, Akun Facebook Dilaporkan ke Polda Sumut

Menang­gapi kon­fir­masi awak media melalui pesan What­sApp, Menteri Imi­pas Agus Andrianto menyam­paikan apre­si­asi atas infor­masi yang diberikan. “Ter­i­ma kasih par­tisi­pasinya. Kakan­wil Sumut dan jajaran terus melakukan upaya,” ujarnya singkat, Selasa (24/2/2026). Perny­ataan ini men­ja­di sinyal bah­wa pihak kementer­ian telah mener­i­ma lapo­ran dan ten­gah melakukan langkah tin­dak lan­jut.

Mes­ki demikian, pub­lik mende­sak agar pen­gawasan diper­ke­tat dan dilakukan inspeksi men­dadak (sidak) oleh Dirpam­intel ser­ta eval­u­asi menyelu­ruh ter­hadap jajaran pimp­inan lapas, ter­ma­suk Kala­pas dan KPLP. Jika dugaan ini ter­buk­ti, langkah tegas beru­pa pen­copotan jabatan dini­lai pent­ing seba­gai shock ther­a­py agar prak­tik seru­pa tidak terus beru­lang. Keper­cayaan masyarakat ter­hadap insti­tusi pemasyarakatan diper­taruhkan, dan komit­men pem­ber­an­tasan narko­ba di balik jeru­ji besi kini benar-benar diu­ji.

Red/Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *