Berita Nasional

Polri dan Kemenimipas Teken MoU, Sinergi Penegakan Hukum Diperkuat

510
×

Polri dan Kemenimipas Teken MoU, Sinergi Penegakan Hukum Diperkuat

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id — Kepolisian Negara Repub­lik Indone­sia (Pol­ri) res­mi menan­datan­gani Nota Kesep­a­haman (MoU) den­gan Kementer­ian Imi­grasi dan Pemasyarakatan (Kemenimi­pas) dalam rang­ka mem­perku­at sin­er­gisi­tas antar-lem­ba­ga, pada Senin (04/08) Penan­datan­ganan yang berlang­sung di Jakar­ta ini dilakukan lang­sung oleh Kapol­ri Jen­der­al Listyo Sig­it Prabowo bersama Menteri Imi­pas, Agus Andrianto, Selasa (05/08).

Nota Kesep­a­haman ini menyangkut ker­ja sama strate­gis dalam pelak­sanaan tugas dan fungsi di bidang kepolisian, keimi­grasian, ser­ta pemasyarakatan. Kegiatan terse­but turut dihadiri oleh sejum­lah peja­bat ting­gi dari ked­ua insti­tusi, ser­ta para undan­gan dari unsur pemer­in­tah dan instan­si pene­gak hukum lain­nya.

Kapol­ri Listyo Sig­it dalam sambu­tan­nya menyam­paikan hara­pan besar dari penan­datan­ganan ini, yakni agar sin­er­gisi­tas antara Pol­ri dan Kemenimi­pas semakin opti­mal, solid­i­tas semakin kuat, dan koor­di­nasi dalam pelayanan pub­lik semakin ter­in­te­grasi.

“Ten­tun­ya kita semua berharap agar sin­er­gisi­tas antara Pol­ri dan Kementer­ian Imi­pas, solid­i­tas, dan juga ker­ja-ker­ja kita dalam mem­berikan pelayanan ter­baik kepa­da masyarakat, bangsa, dan negara akan terus bisa ter­ja­ga dan semakin baik,” ujar Sig­it.

Sig­it juga menekankan pent­ingnya ker­ja sama ini seba­gai bagian dari dukun­gan ter­hadap visi dan misi Pres­i­den Prabowo Subianto dalam men­ja­ga kea­manan nasion­al dan meningkatkan kual­i­tas pelayanan pub­lik di ten­gah tan­ta­n­gan glob­al yang semakin kom­pleks.

  Bahas Dugaan Praktik Tak Manusiawi, Mensos Terima Aktivis di Kemensos

Dalam pidatonya, Kapol­ri meng­garis­bawahi bah­wa MoU ini men­ja­di san­gat pent­ing mengin­gat dinami­ka glob­al yang memen­garuhi sta­bil­i­tas nasion­al. Salah satu tan­ta­n­gan besar yang dihadapi Indone­sia saat ini adalah meningkat­nya keja­hatan lin­tas negara atau Transna­tion­al Crime.

Ia menye­but sejum­lah ben­tuk keja­hatan yang harus diantisi­pasi secara serius, seper­ti penyelundu­pan narko­ba, perda­gan­gan orang, ile­gal fish­ing, dan penyelundu­pan sen­ja­ta api. Menu­rut­nya, keja­hatan terse­but tidak hanya ter­ja­di di jalur-jalur tikus, tetapi juga melalui pelabuhan dan ban­dara res­mi.

“Belum lagi keja­hatan yang ter­ja­di di jalur-jalur res­mi seper­ti pelabuhan inter­na­sion­al, kita pun­ya 96 pelabuhan, belum ter­ma­suk 20 ban­dara. Ini men­ja­di jalur yang ser­ing diman­faatkan oleh pelaku ile­gal,” tegas Sig­it.

Den­gan adanya MoU ini, dihara­p­kan koor­di­nasi dan pen­gawasan ter­hadap titik-titik rawan terse­but bisa lebih tajam dan efek­tif. Hal ini diang­gap pent­ing untuk mence­gah berba­gai anca­man yang tidak hanya berdampak pada kea­manan nasion­al, tetapi juga sta­bil­i­tas ekono­mi negara.

Nota Kesep­a­haman yang ditan­datan­gani oleh ked­ua belah pihak ter­diri dari tujuh poin strate­gis yang men­gatur ruang lingkup sin­er­gisi­tas antara Pol­ri dan Kemenimi­pas. Meskipun tidak dirin­ci satu per satu dalam acara terse­but, poin-poin terse­but men­cakup:

  Sukan SEA 2027 Jadi Momentum Perpaduan Nasional Malaysia

1. Per­tukaran data dan infor­masi intelijen terkait keja­hatan lin­tas negara.

2. Pen­ingkatan kap­a­sitas sum­ber daya manu­sia melalui pelati­han bersama.

3. Operasi gabun­gan di wilayah per­batasan dan titik rawan keja­hatan.

4. Peman­faatan teknolo­gi infor­masi untuk pen­gawasan imi­grasi dan pemasyarakatan.

5. Dukun­gan logis­tik dan fasil­i­tas operasional.6. Pem­ben­tukan tim koor­di­nasi lin­tas lem­ba­ga.

7. Eval­u­asi dan mon­i­tor­ing berkala atas imple­men­tasi ker­ja sama.

Kapol­ri menye­but bah­wa tujuh poin terse­but san­gat rel­e­van dan mende­sak untuk dijalankan mengin­gat kon­disi kea­manan yang terus berubah.

Lebih lan­jut, Sig­it meny­oroti bagaimana ker­ja sama ini akan meningkatkan efisien­si dan efek­tiv­i­tas dalam mem­berikan pelayanan pub­lik. Ia men­con­tohkan per­lun­ya kecepatan dalam penan­ganan doku­men imi­grasi, pen­gawasan nara­p­i­dana, hing­ga pela­cakan buro­nan lin­tas negara.

Menu­rut­nya, MoU ini juga men­cakup strate­gi pen­ingkatan SDM (sum­ber daya manu­sia) melalui pelati­han bersama, inte­grasi sis­tem infor­masi, dan pengem­ban­gan kuriku­lum pelati­han yang ter­stan­darisasi.

“Den­gan nota kesep­a­haman ini, kecepatan layanan, peman­faatan fasil­i­tas, hing­ga pen­ingkatan kap­a­sitas SDM akan men­ja­di semakin baik. Koor­di­nasi lapan­gan akan jauh lebih mudah,” kata Sig­it.

Sig­it juga menekankan pent­ingnya ker­ja sama yang ter­ban­gun tidak hanya di tingkat pusat, tetapi juga harus menyen­tuh jajaran pal­ing bawah. Ia berharap selu­ruh ele­men di Pol­ri dan Kemenimi­pas bisa men­jalankan kolab­o­rasi secara menyelu­ruh dan ter­struk­tur.

“Sin­er­gisi­tas ini adalah kun­ci. Kalau keku­atan ini kita satukan dan padukan dari atas hing­ga bawah, maka kita bisa berg­er­ak serentak dan lebih efek­tif,” tam­bah­nya.

  Bara Rokok Picu Kebakaran Petasan, Detik-Detik Mencekam Terekam Video

Dalam kon­teks pelak­sanaan di lapan­gan, hal ini berar­ti pen­ingkatan koor­di­nasi antara kan­tor-kan­tor imi­grasi, rumah tahanan, lem­ba­ga pemasyarakatan, dan jajaran kepolisian daer­ah.

Menteri Imi­grasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menyam­but baik penan­datan­ganan MoU ini dan meny­atakan kesi­a­pan penuh dari pihaknya untuk men­jalankan butir-butir kesep­a­haman terse­but.

Ia menyam­paikan bah­wa tugas Kemenimi­pas tidak bisa dip­isahkan dari per­an Pol­ri, teruta­ma dalam kon­teks pene­gakan hukum, pen­gawasan orang asing, dan pen­gelo­laan nara­p­i­dana.

“Kami yakin bah­wa ker­ja sama ini akan mem­perku­at sis­tem kea­manan nasion­al dan meningkatkan akunt­abil­i­tas dalam seti­ap pelak­sanaan tugas kami,” ujar Agus.

Penan­datan­ganan nota kesep­a­haman ini men­ja­di sim­bol komit­men bersama dalam mem­perku­at sis­tem hukum dan kea­manan nasion­al. Langkah ini sekali­gus mencer­minkan arah kebi­jakan pemer­in­tah yang fokus pada pen­guatan kelem­ba­gaan, efek­tiv­i­tas birokrasi, dan pen­ingkatan pelayanan pub­lik.

Den­gan tan­ta­n­gan yang semakin kom­pleks, ter­ma­suk kema­juan teknolo­gi dan mobil­i­tas glob­al, sin­er­gi antar­lem­ba­ga men­ja­di kebu­tuhan mende­sak yang tidak bisa ditun­da.

Kapol­ri dan Menteri Imi­pas pun menut­up acara den­gan hara­pan bah­wa ker­ja sama ini akan men­ja­di fon­dasi kuat bagi sis­tem pene­gakan hukum yang lebih respon­sif, inklusif, dan mod­ern.

“Semoga nota kesep­a­haman ini mem­bawa kebaikan untuk bangsa, mem­perku­at sin­er­gi antar-lem­ba­ga, dan men­ja­di tong­gak pent­ing dalam trans­for­masi sis­tem kea­manan nasion­al kita,” tut­up Sig­it.

Penulis/Editor: (Ahm/rilis,)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *