Berita Peristiwa

Usai Viral, Oknum Pungli Sibolangit Tampil dan Minta Maaf ke Publik

333
×

Usai Viral, Oknum Pungli Sibolangit Tampil dan Minta Maaf ke Publik

Sebarkan artikel ini

Sibolan­git, SniperNew.id – Seo­rang pria yang diduga melakukan pung­utan liar (pungli) ter­hadap wisa­tawan di kawasan wisa­ta Air Ter­jun Dua War­na, Sibolan­git, Kabu­pat­en Deli Ser­dang, Sumat­era Utara, akhirnya muncul ke pub­lik dan menyam­paikan per­mintaan maaf secara ter­bu­ka. Per­mintaan maaf ini dis­am­paikan sete­lah videonya viral di media sosial dan men­da­p­at per­ha­t­ian luas dari masyarakat, Selasa (19/08/2025).

Video klar­i­fikasi terse­but diung­gah oleh akun media lokal Pos­metro Medan di Face­book dan Insta­gram. Dalam video berdurasi singkat itu, pria paruh baya terse­but ter­li­hat berdiri den­gan latar belakang papan yang biasanya digu­nakan oleh pihak kepolisian. Den­gan wajah serius dan nada suara yang ter­den­gar tulus, ia menyam­paikan per­mintaan maaf kepa­da selu­ruh pihak, khusus­nya para pen­gun­jung yang per­nah merasa dirugikan.

“Saya minta maaf dan ber­jan­ji tidak akan pungli lagi,” ujarnya dalam poton­gan video yang kini ramai dibagikan war­ganet.

Namun, kali­mat itu jus­tru memanc­ing beragam reak­si dari masyarakat. Seba­gian neti­zen meni­lai perny­ataan per­mintaan maaf terse­but seo­lah belum mem­berikan jam­i­nan peruba­han yang serius. Bahkan, sejum­lah war­ganet meny­oroti poton­gan kali­mat tam­ba­han yang beredar, yakni: “Dan kalau ketahuan pungli, saya jan­ji minta maaf lagi.”

  CCTV Sahur: Rumah DPRD Bogor Nyaris Dibobol

Ungka­pan terse­but menim­bulkan speku­lasi bah­wa per­mintaan maaf yang dis­am­paikan hanya bersi­fat for­mal­i­tas tan­pa adanya komit­men nya­ta untuk menghen­tikan prak­tik pung­utan liar di kawasan wisa­ta terse­but.

Klar­i­fikasi ini lang­sung memicu berba­gai komen­tar dari war­ganet. Pada ung­ga­han akun Pos­metro Medan, kolom komen­tar diban­jiri ribuan tang­ga­pan den­gan nada beragam — mulai dari sindi­ran, kri­tik keras, hing­ga can­daan sarkastik.

Akun berna­ma Pelabuhan Hati menulis, “Harus­nya ada huku­man sosial jan­gan hanya minta maaf. Pal­ing tidak dis­u­ruh ngutip sam­pah dari sim­pang pos sam­pai Sima­l­ingkar, biar ada efek jera buat yang lain.”

Komen­tar lain dari Liberius Sihomb­ing men­gatakan, “Gitu aja sudah sele­sai? Enak ten­an. Besok gan­ti lagi yang lain, minta maaf lagi kalau viral, gitu seterus­nya.” Uca­pan ini son­tak memanc­ing tawa neti­zen lain yang meni­lai kasus seru­pa bisa terus beru­lang tan­pa penye­le­sa­ian tun­tas.

Tidak sedik­it juga yang men­gaitkan kasus ini den­gan fenom­e­na peja­bat atau pihak berwe­nang yang ker­ap mem­inta maaf tan­pa peruba­han nya­ta. Seper­ti dis­am­paikan oleh Der­i­taku Syahi­da, “Iya seper­ti peja­bat, minta maaf hanya di bibir saja. Dalam hati, ‘ko ten­gok nan­ti aku buat lebih parah lagi’.”

Komen­tar bercam­pur sindi­ran terus bermuncu­lan. Pak Sir­gy Sagala menuliskan, “Saya jan­ji tidak akan pungli lagi. Kalau pungli lagi, saya jan­ji lagi.” Ungka­pan berna­da satir ini kemu­di­an ditang­gapi war­ganet lain den­gan berba­gai komen­tar lucu, bahkan ada yang menye­but jan­ji itu seper­ti “hutang yang tak per­nah lunas.”

  Drama Buka Tutup Koperasi Desa Merah Putih

Mes­ki banyak komen­tar berna­da humor, tidak sedik­it pula masyarakat yang mende­sak adanya tin­dakan hukum tegas ter­hadap pelaku.

Seo­rang peng­gu­na berna­ma Pak Syaf mengin­gatkan agar aparat menye­lidi­ki lebih jauh apakah uang hasil pung­utan liar hanya dinikmati prib­a­di atau dis­e­torkan kepa­da pihak ter­ten­tu. “Mungkin dia setor juga kepa­da yang lain. Sebaiknya dis­e­lidi­ki dulu apakah tiket masuk 30 ribu dimakan sendiri atau setor sama ket­u­anya. Per­lu juga ditelusuri,” tulis­nya.

Semen­tara itu, Tarmizi Tarmizi meni­lai per­mintaan maaf saja tidak cukup. “Walaupun minta maaf tetap di pen­jara biar kapok. Dan jadi pela­jaran untuk semua,” tulis­nya. Perny­ataan ini juga men­da­p­at dukun­gan dari beber­a­pa neti­zen lain yang men­gang­gap bah­wa efek jera hanya bisa ter­ca­pai jika ada pros­es hukum yang jelas.

Kasus ini kem­bali mem­bu­ka diskusi pub­lik ten­tang maraknya prak­tik pung­utan liar di berba­gai objek wisa­ta di Indone­sia. Banyak pen­gun­jung yang merasa dirugikan den­gan adanya biaya tam­ba­han di luar tarif res­mi yang diten­tukan pemer­in­tah atau pen­gelo­la sah.

Air Ter­jun Dua War­na, seba­gai salah satu des­ti­nasi pop­uler di Sibolan­git, memang ker­ap men­ja­di sorotan. Den­gan kein­da­han alam yang dim­i­likinya, kawasan ini ramai dikun­jun­gi wisa­tawan lokal maupun luar daer­ah. Namun, isu pungli yang dilakukan oknum ter­ten­tu mem­bu­at cit­ra wisa­ta men­ja­di ter­coreng.

Banyak pihak meni­lai, jika prak­tik semacam ini dib­iarkan, maka akan berdampak buruk ter­hadap minat wisa­tawan untuk datang kem­bali. Lebih jauh, hal ini juga menced­erai upaya pemer­in­tah daer­ah yang ten­gah berusa­ha mengem­bangkan sek­tor pari­wisa­ta seba­gai salah satu penopang ekono­mi masyarakat.

  SPPG Rp500 Juta per Hari, 93% Anggaran BGN Mengalir ke Daerah

Dalam video klar­i­fikasinya, pria yang men­gaku seba­gai “pemi­lik Sibolan­git” ini menekankan bah­wa dirinya ber­jan­ji untuk tidak men­gu­lan­gi per­bu­atan­nya. Ia menyam­paikan bah­wa per­bu­atan­nya telah men­coreng nama baik kawasan wisa­ta dan merugikan banyak pihak.

Mes­ki begi­tu, keper­cayaan pub­lik ter­hadap perny­ataan ini masih diper­tanyakan. Banyak war­ganet yang meni­lai, per­mintaan maaf hanyalah strate­gi meredam viral­i­tas tan­pa adanya komit­men nya­ta untuk menghen­tikan prak­tik pungli di lapan­gan.

Kasus ini men­ja­di reflek­si pent­ing bah­wa masalah pungli bukan sekadar per­soalan indi­vidu, melainkan juga cer­mi­nan lemah­nya pen­gawasan di lapan­gan. Aparat setem­pat dan pemer­in­tah daer­ah dim­inta untuk tidak hanya berhen­ti pada klar­i­fikasi per­mintaan maaf, melainkan juga mengam­bil langkah nya­ta agar keja­di­an seru­pa tidak teru­lang.

Selain itu, kasus ini menun­jukkan beta­pa kuat­nya per­an media sosial dalam men­gungkap prak­tik pungli di ten­gah masyarakat. Den­gan sekali ung­gah, video men­ja­di viral dan memak­sa pihak-pihak terkait untuk bertin­dak cepat.

Per­mintaan maaf pria yang videonya viral kare­na diduga melakukan pungli di kawasan wisa­ta Sibolan­git memang sudah dis­am­paikan. Namun, apakah per­mintaan maaf terse­but cukup untuk mengem­ba­likan keper­cayaan pub­lik? Itu masih men­ja­di tan­da tanya besar.

Masyarakat berharap agar per­mintaan maaf ini benar-benar men­ja­di titik balik, bukan sekadar for­mal­i­tas. Kare­na pada akhirnya, kein­da­han alam Sibolan­git hanya akan benar-benar dinikmati oleh wisa­tawan jika bebas dari pung­utan liar yang merugikan.

Den­gan kata lain, per­mintaan maaf memang pent­ing, tetapi tin­dakan nya­ta jauh lebih uta­ma.

Edi­tor: (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *