Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

Ulah Seorang Mekanik Mobil, Korban Merasa Dirugika Dan Akan Melaporkan Ke Penegak hukum

174
×

Ulah Seorang Mekanik Mobil, Korban Merasa Dirugika Dan Akan Melaporkan Ke Penegak hukum

Sebarkan artikel ini

Ulah Seo­rang Mekanik Mobil, Kor­ban Merasa Dirugi­ka Dan Akan Mela­porkan Ke Pene­gak hukum

Kampar,Snipernew.id- bongkarka­sus­mm­ntv com, Seo­rang pemi­lik mobil merasa dirugikan oleh seo­rang mekanik yang mem­per­bai­ki kendaraan milik prib­adinya yang tidak bertang­gung jawab sehing­ga mobil terse­but tidak bisa di gunakan sam­pai sekarang, Desa Danau Lan­cang kabu­pat­en Kam­par, Provin­si Riau.

Kendaraan milik saudara Asori ndru­ru men­gala­mi kerusakan pada tang­gal 19–4‑2024 lalu. kor­ban menghubun­gi salah seo­rang mekanik mobil yang berin­isial W yang berala­mat di KM 57 Desa Peta­pa­han, Tapung.

untuk mem­per­bai­ki mobil­nya yang rusak, tidak berse­lang lama kemu­di­an mekanik datang meli­hat kon­disi kendaraan saya terse­but, lalu inisial W mem­bongkar mobil terse­but untuk meli­hat apa saja kerusakan­nya.

  Lapor Pak Bupati Kadis Dan Kabid Dinas PUPR Pesawaran Jarang Masuk Kantor, Katanya Selau DL

lalu mekanik terse­but mem­inta uang seba­gai pan­jar sebe­sar Rp 1.000.000 rupi­ah. (satu juta rupi­ah). dan lang­sung inisial W mem­bawa alat mobil yang di anggap­nya rusak dan ia men­gatakan kepa­da kor­ban untuk mem­be­li alat-alat yang rusak terse­but ungkap­nya

Sete­lah beber­a­pa hari kemu­di­an mekanik inisial W terse­but menghubun­gi pemi­lik mobil (Asori ndru­ru) untuk mem­inta uang pada tang­gal 23–4‑2024, kemu­di­an kor­ban tak berpikir pan­jang lang­sung men­gir­imkan uang terse­but melalui trans­fer ke bank mandiri sebe­sar Rp 2.000.000 rupi­ah terang

Beber­a­pa hari kemu­di­an oknum mekanik inisial W terse­but kem­bali lagi menghubun­gi kor­ban pada tang­gal 29–4‑2024. untuk mem­inta uang lagi den­gan alasan untuk mem­be­li alat-alat mobil yang rusak kar­na uang yang di berikan itu masih kurang. kor­ban menirukan perkataan pelaku melalui via tele­pon What­sApp.

  POLSEK Dolok masihul Melaksanakan Jumat Curhat Dengan Masyarakat Dusun 2 Dolok Sagala. 

Lalu beber­a­pa hari kemu­di­an kor­ban men­co­ba menghubun­gi oknum mekanik inisial W untuk mem­per­tanyakan kapan kira-kira mobil­nya siap pak. lalu oknum mekanik terse­but men­jawab den­gan men­gatakan saya lagi di maha­to dan masih banyak peker­jaan ku Jawab­nya melalui Via tele­pon What­sApp. kor­ban menirukan suara oknum mekanik terse­but

Yang lebih anehnya lagi pada tang­gal 7–5‑2024 oknum mekanik inisial W mem­inta lagi uang kepa­da kor­ban agar di trans­fer sebe­sar Rp 1.000.000 rupi­ah lagi. lalu kor­ban men­trans­fer lagi uang yang dim­inta oleh oknum mekanik terse­but.

Pada tang­gal 29–5‑2024 mekanik inisial W datang men­gan­tar mesin mobil yang sudah di per­baikinya kemu­di­an dia pasang, namun mobil terse­but masih tidak hidup, lalu mekanik men­gatakan saya pulang dulu, besok saya datang lagi, ungkap­nya.

Lalu jan­ji ting­gal jan­ji hing­ga sam­pai sekarang mekanik terse­but tidak mau mere­spon lagi keti­ka di hubun­gi oleh kor­ban.

  Dalam Rangka P4GN dan Cegah Gangguan Kamtib, Lapas Muara Enim Gelar Razia Insidentil dan Tes Urine

Meli­hat hal terse­but, kor­ban men­datan­gi rumah mekanik inisial W pada tang­gal 13–6‑2024 di KM 57 Desa Peta­pa­han, keca­matan Tapung, namun keti­ka kor­ban sam­pai terny­a­ta rumah oknum mekanik terse­but kosong dan tidak berpenghu­ni, kemu­di­an kor­ban bertanya ke tetang­ga, tetang­ga oknum terse­but. lalu pihak tetang­ga men­gatakan kepa­da kor­ban bah­wa oknum mekanik inisial W terse­but sudah melarikan diri sem­i­ng­gu yang lalu pak. Imbuh­nya.

Kor­ban men­gatakan kepa­da awak media, saya telah di tipu oleh saudara inisial W, uang yang sudah saya berikan sebe­sar Rp 6.200.000 (enam juta dia ratus ribu rupi­ah). untuk biaya per­baikan mobil­nya. namun sam­pai sekarang gak bisa di hidup­kan mobil saya itu. sudah cukup sabar saya dan menung­gu eti­ka baiknya namun tidak di respon baik oleh saudara W masalah ini saya akan laporkan kepa­da pihak APH, tut­up nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *