Amerika Serikat, SniperNew.id — Sabtu 02 Agustus 2025, Dikutip dari unggah Seorang pengguna media sosial bernama @barrych12 dengan tegas mengkritik mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melalui unggahannya yang kini viral. Dalam postingan bertajuk “TrumpLiesEveryTimeHeSpeaks”, ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebiasaan Trump yang disebut lebih sering bermain golf dibandingkan menjalankan tugas kenegaraan.
“Trump telah menghabiskan hampir 1 dari 5 hari masa kepresidenannya tahun ini dengan bermain golf,” tulis barrych12. “Tidak memimpin. Tidak bekerja. Tidak menyelesaikan masalah. Hanya bermain golf.”
Kritik itu semakin tajam ketika dia menyandingkan aktivitas santai Trump dengan kondisi negara yang sedang genting. “Sementara demokrasi tergantung di ujung tanduk, sementara pengadilan makin menekan, sementara rakyat Amerika menghadapi perjuangan nyata — dia malah bermain golf di resort mewah yang kita biayai.”
Ia juga menyebut bahwa Trump telah bermain golf sebanyak 45 hari dalam setahun, sedangkan waktu kerja nyatanya hanya sekitar 120 hari. “Itu bukan kepemimpinan. Itu kemalasan dalam dasi merah,” tambahnya tajam.
Pernyataan ini disertai dengan cuplikan gambar dari siaran berita CNN bertanggal 19 Agustus 2016, yang memperlihatkan Trump sedang berpidato di hadapan pendukungnya. Teks berita dalam gambar berbunyi:
“TRUMP GOLFS WHILE HIS TARIFFS SEND MARKETS INTO HISTORIC DIVE”
(Trump bermain golf sementara tarif-tarifnya menjatuhkan pasar ke titik terendah dalam sejarah).
Terdapat pula teks tambahan di bagian bawah layar bertuliskan:
“ISH COMEDIAN AND ACTOR RUSSELL BRAND WITH RAPE AND OTHER SEXUAL OFFENS NEWSNIGHT”
(meskipun tidak relevan dengan topik utama, ini bagian dari tampilan siaran yang terlihat di gambar).
Kritik dari barrych12 menutup dengan pernyataan keras:
“Dia tidak sedang menjalankan negara. Dia sedang lari dari tanggung jawab.”
Unggahan tersebut mendapat respons dari netizen, dengan berbagai komentar dan reaksi. Banyak yang mendukung pandangan barrych12 dan menyayangkan prioritas Trump selama menjabat.
Fenomena ini menunjukkan bahwa publik semakin vokal terhadap pemimpin yang dinilai lebih mementingkan gaya hidup daripada pelayanan publik, terlebih di tengah kondisi negara yang menantang.
Editor: (Darmawan)



















