Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Tragis! Terduga Pencuri Dibakar Massa, Publik Terguncang

555
×

Tragis! Terduga Pencuri Dibakar Massa, Publik Terguncang

Sebarkan artikel ini

SniperNew.id — Sebuah video yang menghe­bohkan jagat maya mem­per­li­hatkan aksi main hakim sendiri ter­hadap seo­rang pria yang diduga men­curi.

Video berdurasi singkat itu mem­per­li­hatkan keru­mu­nan mas­sa yang marah, lalu mem­bakar pria terse­but dalam kon­disi hidup. Keja­di­an ini men­u­ai keca­man luas dari pub­lik dan menim­bulkan kepri­hati­nan men­dalam akan kri­sis kemanu­si­aan dan pene­gakan hukum di ten­gah masyarakat.

Video terse­but diung­gah oleh akun Face­book berna­ma Nofe Halawa, dan telah terse­bar luas sela­ma 19 jam ter­akhir. Dalam video yang dibagikan melalui fitur Reel Face­book, ter­li­hat kobaran api menyala di ten­gah keru­mu­nan war­ga. Di dalam reka­man itu, ter­da­p­at tulisan teks men­colok yang berbun­yi: “Mal­ing Dibakar idup”, mengisyaratkan bah­wa kor­ban adalah seo­rang ter­duga pen­curi yang dihukum mas­sa secara kejam.

Di bagian deskrip­si, ter­tulis kali­mat lan­ju­tan, “Mal­ing ditangkap dibakar hi…” yang tam­paknya poton­gan dari kali­mat lengkap “Mal­ing ditangkap dibakar hidup-hidup oleh war­ga.” Lokasi video ditandai di wilayah Indone­sia, mes­ki tidak dije­laskan secara spe­si­fik di daer­ah mana keja­di­an terse­but berlang­sung.

Reak­si Neti­zen: Dari Keca­man hing­ga Pem­be­laan: Ung­ga­han ini men­u­ai reak­si beragam dari war­ganet, den­gan komen­tar-komen­tar yang mencer­minkan berba­gai pan­dan­gan ter­hadap peri­s­ti­wa terse­but. Seba­gian besar menyayangkan tin­dakan bru­tal itu, namun ada juga yang mem­be­narkan tin­dakan main hakim sendiri.

  Pipa PT Vale Bocor, Sawah Warga Luwu Timur Tercemar: Warga Minta Tanggung Jawab Perusahaan

Berikut beber­a­pa kuti­pan komen­tar yang berhasil dirangkum:

Rom­li Rabil menuliskan:
“Lapor­in tuh yang nge­bakar. Islam nggak boleh dong. Hanya Allah yang berhak menghukum den­gan api. Melang­gar HAM itu. Sia­pa tahu dia mal­ing motor buat kebu­tuhan hidup kelu­ar­ganya. Kalian akan bertang­gung jawab kelak di akhi­rat nan­ti.”

Darnik Darnik mem­berikan respons pri­hatin. “Ngeri amat, emang yang di mal­ing apa sih sam­pai orangnya dibakar? Maaf.”

Embah Lng bertanya ten­tang lokasi keja­di­an. “Di mana itu keja­di­an­nya bosku?”

Putra Cinyawar berpen­da­p­at lain:
“Kar­ma dunia, nggak masalah. Pen­ja­hat sedik­it berku­rang.”

I Putu Gede Elka­na mengek­spre­sikan kesedi­han men­dalam:
“Oh Tuhan, ada apa den­gan manu­sia sekarang ini ya… kok ya sadis banget.”

Basu­ki singkat namun padat:
“Sadis.”

Ansori Uju berspeku­lasi bah­wa keja­di­an ini ter­ja­di di luar negeri, yang kemu­di­an ditang­gapi oleh Hen­dra S. Paat Indra:
“Iya ini kayaknya…”

Suhar­ti II menam­bahkan komen­tar:
“Kejam sekali orang-orang itu.”

Hair­ul Amri tam­pak ter­gun­cang dan berko­men­tar dua kali:
“Dimana itu wih.” dan “Sak­it­nya.”

Video terse­but telah men­da­p­atkan 469 suka, 201 komen­tar, dan dibagikan lebih dari 380 kali hanya dalam wak­tu kurang dari satu hari sejak diung­gah.

  Tangis Seorang Ibu di Lokasi Longsor Sibolga Jadi Sorotan Warga

Kekhawati­ran Ter­hadap Fenom­e­na Main Hakim Sendiri. Fenom­e­na­main hakim sendiri bukan­lah hal baru di Indone­sia. Banyak kasus seru­pa sebelum­nya telah ter­ja­di, biasanya dipicu oleh ama­rah spon­tan war­ga ter­hadap ter­duga pelaku keja­hatan seper­ti pen­cu­ri­an, begal, atau pen­jam­bre­tan.

Namun, tin­dakan seper­ti ini tetap melang­gar hukum dan nilai-nilai kemanu­si­aan. Dalam sis­tem hukum yang berlaku, hanya aparat pene­gak hukum yang memi­li­ki wewe­nang untuk men­gadili dan mem­berikan huku­man kepa­da pelaku keja­hatan, sete­lah melalui pros­es hukum yang adil.

Prak­tik kek­erasan mas­sa seper­ti ini bisa men­gak­i­batkan jatuh­nya kor­ban yang belum ten­tu bersalah, kare­na tidak melalui pros­es ver­i­fikasi dan pem­buk­t­ian yang sah secara hukum. Selain itu, pem­bakaran hidup-hidup ter­ma­suk ke dalam kat­e­gori penyik­saan dan pem­bunuhan den­gan cara yang san­gat kejam, yang tidak dap­at dibenarkan dalam keadaan apa pun.

Seru­an Kepa­da Aparat Pene­gak Hukum

Pub­lik mende­sak aparat kepolisian untuk segera men­gusut tun­tas peri­s­ti­wa yang terekam dalam video viral terse­but. Lokasi keja­di­an per­lu diiden­ti­fikasi, dan para pelaku yang melakukan aksi pem­bakaran harus dihadap­kan ke meja hijau.

Salah satu komen­tar dari war­ganet bahkan menye­butkan, “Lapor­in tuh yang nge­bakar,” seba­gai ben­tuk ajakan agar tin­dakan krim­i­nal seper­ti ini tidak dib­iarkan begi­tu saja tan­pa per­tang­gung­jawa­ban hukum.

Selain itu, berba­gai tokoh masyarakat dan pemu­ka aga­ma juga dihara­p­kan dap­at menge­dukasi masyarakat untuk tidak mengam­bil tin­dakan sendiri ter­hadap pelaku keja­hatan. Hukum tetap harus dite­gakkan melalui jalur yang sah.

  Dikira Mau Tawuran, Eh Malah Gotong Nasi! Aksi Siswa SMAN 17 Medan Bikin Adem Warga

Per­spek­tif HAM dan Aga­ma: Dalam per­spek­tif Hak Asasi Manu­sia (HAM), mem­bakar sese­o­rang hidup-hidup adalah pelang­garan berat ter­hadap hak untuk hidup, yang dijamin dalam kon­sti­tusi dan berba­gai instru­men hukum inter­na­sion­al. Bahkan jika sese­o­rang ter­buk­ti bersalah, huku­man tidak bisa diberikan secara kejam dan tidak manu­si­awi.

Dari sisi keaga­maan, berba­gai tokoh menyam­paikan bah­wa hanya Tuhan yang berhak mem­berikan huku­man api. Dalam Islam, mis­al­nya, pem­bakaran hidup-hidup dila­rang keras seba­gai ben­tuk huku­man.

Penut­up: Cer­min Buram Keti­dakadi­lan Sosial. Peri­s­ti­wa ini men­ja­di cer­min buram beta­pa kri­sis keper­cayaan ter­hadap pene­gakan hukum masih meng­han­tui masyarakat. Keti­ka masyarakat merasa bah­wa pelaku keja­hatan tidak men­da­p­at huku­man setim­pal, maka jalan kek­erasan diang­gap seba­gai solusi.

Namun jelas, mem­balas keja­hatan den­gan keja­hatan hanya akan melahirkan kek­erasan baru. Jalan damai, edukatif, dan legal tetap harus men­ja­di pil­i­han uta­ma untuk men­cip­takan kead­i­lan sosial yang beradab dan manu­si­awi.

Pihak-pihak terkait dihara­p­kan segera mem­berikan klar­i­fikasi, ter­ma­suk akun penye­bar video agar dap­at mem­berikan keteran­gan lebih lan­jut men­ge­nai kro­nolo­gi, lokasi, dan iden­ti­tas kor­ban maupun pelaku. Ini pent­ing agar tidak ter­ja­di dis­in­for­masi atau peng­giringan opi­ni yang dap­at memec­ah belah masyarakat.

Dis­claimer:
Beri­ta ini dis­usun berdasarkan tangka­pan layar dari media sosial dan komen­tar war­ganet. Ver­i­fikasi lebih lan­jut oleh pihak berwe­nang san­gat dibu­tuhkan untuk memas­tikan kebe­naran infor­masi dan men­ja­ga akurasi pem­ber­i­taan sesuai den­gan kode etik jur­nal­is­tik.

Edi­tor: (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *