Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Hukum

Tokoh Adat 13 Kabupaten Tolak Mediasi, Desak Proses Hukum atas Ucapan Kaban Kesbangpol Mesuji

375
×

Tokoh Adat 13 Kabupaten Tolak Mediasi, Desak Proses Hukum atas Ucapan Kaban Kesbangpol Mesuji

Sebarkan artikel ini

Mesu­ji, SniperNew.id — Para tokoh adat dari 13 kabupaten/kota se-Provin­si Lam­pung dan Komer­ing mene­gaskan peno­lakan ter­hadap upaya medi­asi damai den­gan M. Tau­fiq Wido­do, Kepala Badan Kesat­u­an Bangsa dan Poli­tik (Kes­bang­pol) Kabu­pat­en Mesu­ji, atas dugaan penghi­naan ter­hadap Suku Lam­pung, Kamis (6/11/2025).

  Lapor Pak Kapolda Sumut Irjen Whisnu, Las Vegas Perjudian di Komplek Ruko Baru Blok A Jalan Platina Raya Kebal Hukum

Para tokoh adat menun­tut agar pros­es hukum ter­hadap M. Tau­fiq Wido­do segera dilan­jutkan hing­ga tahap P21 dan disidan­gkan di pen­gadi­lan. Langkah terse­but diang­gap pent­ing untuk meredam gejo­lak dan kemara­han masyarakat adat Lam­pung yang berpoten­si menim­bulkan dampak sosial lebih besar.

  Hilangnya Mesin Dum Truck dari Gudang Barang Bukti: Polresta Deli Serdang Lakukan Penelusuran Internal”

Perny­ataan tegas ini dis­am­paikan oleh Ket­ua Umum Angkatan Muda Badik Lam­pung (AMBL) saat men­jalani pemerik­saan di Direk­torat Reserse Krim­i­nal Umum (Reskri­mum) Pol­da Lam­pung pada Selasa, 4 Okto­ber 2025. Sikap terse­but meru­pakan amanah dari para tokoh adat ser­ta pen­gu­rus DPD AMBL di 13 kabupaten/kota se-Lam­pung, ter­ma­suk juga DPD AMBL Ban­ten, Jakar­ta, dan Jawa Barat.

  Aliansi SNI Minta APH Lakukan Tindakan Penjual Rokok Ilegal di Banyuwangi Kota

Dalam kesem­patan yang sama, tiga orang sak­si turut dim­intai keteran­gan oleh penyidik. Mere­ka meru­pakan sak­si yang bera­da di lokasi saat M. Tau­fiq Wido­do diduga men­gu­cap­kan perny­ataan kon­tro­ver­sial, yakni “tidak ada tanah adat di Lam­pung.”

Langkah hukum ini dihara­p­kan dap­at men­ja­di ben­tuk kead­i­lan bagi masyarakat adat Lam­pung sekali­gus men­ja­ga ketert­iban ser­ta kehor­matan budaya daer­ah.

Penulis: (Sufiyawan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *