Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

Terkait Perkara TPPO, Mantan Bupati Langkat Dieksekusi Kejari Langkat 4 Tahun Penjara

848
×

Terkait Perkara TPPO, Mantan Bupati Langkat Dieksekusi Kejari Langkat 4 Tahun Penjara

Sebarkan artikel ini

Langkat-Snipernew.id Man­tan Bupati Langkat Ter­bit Ren­cana Peran­gin-angin di ekskusi oleh Kejak­saan Negeri (Kejari) Kabu­pat­en Langkat, pada 14 Feb­ru­ari 2025 di Rumah Tahanan Tan­jung Gus­ta.

Eksekusi ini berdasarkan Putu­san Mahkamah Agung (MA) Repub­lik Indone­sia Nomor : 7283 K/Pid.Sus/2024 ter­tang­gal 15 Novem­ber 2024).

Ter­bit Ren­cana Peran­gin-angin ter­buk­ti melang­gar Pasal 2 ayat (2) Jo Pasal 11 UU Nomor : 21 Tahun 2007 ten­tang pem­ber­an­tasan TPPO.

Mahkamah Agung pada putu­san­nya meng­gan­jar Ter­bit Ren­cana Peran­gin-angin den­gan pidana pen­jara sela­ma 4 (empat) tahun, den­gan den­da sebe­sar Rp 200.000.000 ( dua ratus juta rupi­ah). Sub­sidi­air sela­ma 2 (dua) bulan pen­jara.

  Jejak Tiket Kuning Menuju Gerbang Profesionalisme Jurnalistik

Semen­tara, terkait tanah dan ban­gu­nan Pabrik Kela­pa Saw­it PT. Dewa Ren­cana Peran­gin-angin yang berala­mat di Dusun III Raja Ten­gah Jahe, Desa Raja Ten­gah, Keca­matan Kuala, Kabu­pat­en Langkat, Mahkamah Agung (MA) memu­tuskan mengem­ba­likan­nya kepa­da Ter­bit Ren­cana Peran­gin-angin.

Kepala Kejari Langkat, Yuliarni Appy, SH, MH melalui Kepala Sek­si Intelijen (Kasi Intel) Kejari Langkat, Ika Lius Nar­do, SH menyam­paikan pelak­sanaan eksekusi meru­pakan rangka­ian penan­ganan perkara. “Eksekusi atas nama ter­p­i­dana Ter­bit Ren­cana Peran­gin-angin alias Cana meru­pakan suatu rangka­ian dalam pros­es penan­ganan perkara sesuai den­gan tugas Kejak­saan seba­gai lem­ba­ga yang berwe­nang, ” kata Lius Nar­do, SH.

Per­lu dike­tahui, Jak­sa Penun­tut Umum (JPU) Kejari Langkat menun­tut man­tan Bupati Langkat Ter­bit Ren­cana Peran­gin-angin alias Cana den­gan pidana pen­jara sela­ma 14 (empat belas) tahun pen­jara dan pidana den­da sebe­sar Rp 500.000.000 (lima ratus juta rupi­ah), sub­sidair 6 (enam) bulan kurun­gan.

Namun, Majelis Hakim Pen­gadi­lan Negeri (PN) Sta­bat vonis bebas, (8/7/24) lalu.

  Belajar Serius tapi Tetap Kocak di Villa Ivan

Atas putu­san majelis Hakim PN Sta­bat, Jak­sa Penun­tut Umum (JPU) men­ga­jukan upaya hukum kasasi.

Turut hadir pada eksekusi terse­but, Kasi Intelijen, Ika Lius Nar­do, SH, Kasi Pidum dan Yoyok Adi Syah­pu­tra, SH, MH.

Kemu­di­an Kasi PAPBB, Danang Der­mawan, SHw dan Kasub­si Pratut pada Sek­si Pidana Umum, Jim­my Carter A, SH, MH. Beser­ta Kasub­si Tut pada Sek­si Pidum, Ade Tagor Mauli, SH dan Kasub­si I pada Sek­si Intelijen, Aryan­vi Kan­tha Dipra­ma, SH.

*Per­jalanan Kasus Kerangkeng Manu­sia Eks Bupati Langkat*

Eks Bupati Langkat Ter­bit Ren­cana alias Cana divo­nis bebas dalam Perkara Tin­dak Pidana Perda­gan­gan Orang (TPPO) kerangkeng manu­sia di Pen­gadi­lan Negeri Sta­bat, Sumat­era Utara. Dalam sidang putu­san yang dige­lar pada Senin (8/7/24), hakim memu­tuskan Ter­bit Ren­cana Peran­gin-angin alias Cana ter­buk­ti secara sah melakukan TPPO beru­pa kerangkeng manu­sia yang di duga men­ja­di pen­jara per­bu­dakan mod­ern.

  Bara Rokok Picu Kebakaran Petasan, Detik-Detik Mencekam Terekam Video

“Men­gadili, meny­atakan ter­dak­wa Ter­bit Ren­cana Peran­gin-angin tidak ter­buk­ti bersalah seba­gaimana dak­waan Penun­tut Umum, ” kata Hakim Ket­ua Andri­an­syah saat mem­ba­cakan vonis di PN Sta­bat, Langkat, Sumat­era Utara, Senin (8/7/24).

Ter­bit Ren­cana Peran­gin-angin alias Cana sebelum­nya di vonis oleh JPU den­gan tun­tu­tan 14 tahun pen­jara dan den­da Rp 500 juta kare­na di duga men­ja­di otak dari pem­bu­atan kerangkeng manu­sia. Jak­sa dalam dak­waan­nya menye­but, sela­ma dalam kurun­gan, para kor­ban men­gala­mi pen­ga­ni­ayaan hing­ga menye­babkan empat orang tewas.

Jak­sa meni­lai Ter­bit Ren­cana Peran­gin-angin alias Cana ter­buk­ti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tin­dak pidana seba­gaimana ter­mu­at di Pasal 2 ayat (2) jo Pasal 11 Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 ten­tang Pem­ber­an­tasan TPPO. Namun majelis hakim meny­atakan Ter­bit Ren­cana Peran­gin-angin alias Cana tidak ter­buk­ti secara sah dan meyakinkan bersalah seba­gaimana apa yang di dak­wakan JPU hing­ga akhirnya divo­nis bebas. (Tol­has Pasaribu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *