Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Talang Pajaresuk, Dari Viral Kini Sepi: Saatnya Bangkitkan Wisata Pringsewu

435
×

Talang Pajaresuk, Dari Viral Kini Sepi: Saatnya Bangkitkan Wisata Pringsewu

Sebarkan artikel ini

Pringsewu, SniperNew.id — Tem­pat wisa­ta Talang Pajare­suk di Kabu­pat­en Pringsewu, Lam­pung, yang dulu sem­pat viral dan ramai dikun­jun­gi wisa­tawan, kini tam­pak sepi pen­gun­jung. Hal itu ter­li­hat dari ung­ga­han akun media sosial Pes­ona Pringsewu, yang menampilkan suasana shel­ter wisa­ta den­gan tulisan “Wisa­ta yang dulu viral, sekarang sepi pen­gun­jung”., Senin (3/11/2025).

  Data Pendidikan Wakil Wali Kota Tebing Tinggi Disorot, Kelulusan S1 Tak Muncul di PDDikti

Melalui kolom komen­tar, sejum­lah war­ganet turut menyam­paikan pan­dan­gan­nya. Indra Sulistya meni­lai per­lun­ya fasil­i­tas pen­dukung seper­ti hibu­ran dan kulin­er khas agar wisa­ta terse­but lebih menarik. Ia men­yarankan kulin­er tidak harus asli Pringsewu, namun bisa men­gadop­si dari daer­ah lain seper­ti Jog­ja, Jakar­ta, atau Surabaya.

War­ganet lain, Zaen Nada, men­gungkap­kan rasa sayangnya kare­na tem­pat itu dulu san­gat ramai. Semen­tara Dama Yan­to dan Baray Pangkas meny­oroti masalah pen­gelo­laan, menye­but adanya kurangnya per­ha­t­ian dan kemauan dalam men­gelo­la poten­si wisa­ta. Angga menam­bahkan, per­ha­t­ian dari pemer­in­tah daer­ah setem­pat juga masih min­im.

  Evaluasi Kinerja Kacabdin Pringsewu Meningkat, LSM HAMMER Desak Klarifikasi Pengelolaan Dana BOS SMAN 1 Pringsewu

Aden Dedi men­ge­nang masa keti­ka wisa­ta ini sem­pat pop­uler dan ramai di media sosial, sedan­gkan Mamy Yan­to men­gungkap­kan alasan seba­gian orang eng­gan datang kare­na adanya kabar ten­tang hewan liar di sek­i­tar lokasi.

Komen­tar lain datang dari Mah­mud­din Yasin, yang meni­lai pen­gelo­laan tem­pat wisa­ta ter­lalu komer­sial kare­na ham­pir seti­ap titik spot foto dike­nakan biaya tam­ba­han, sehing­ga pen­gun­jung merasa kapok.

  Marhaban Ya Ramadhan 1447 H, DPRD Pesisir Barat Ajak Masyarakat Perkuat Iman dan Kebersamaan

Hal sena­da dis­am­paikan Nis­ma Nur Hyang Ayu, yang menye­but har­ga tiket masuk yang mahal men­ja­di alasan wisa­tawan eng­gan kem­bali.

Berba­gai tang­ga­pan ini menun­jukkan pent­ingnya pen­gelo­laan wisa­ta yang bijak dan kre­atif agar poten­si wisa­ta daer­ah seper­ti Talang Pajare­suk tidak meredup.

Dukun­gan pemer­in­tah, masyarakat, dan pen­gelo­la men­ja­di kun­ci uta­ma untuk mem­bangk­itkan kem­bali minat wisa­tawan. Den­gan pem­be­na­han fasil­i­tas, pro­mosi yang menarik, ser­ta pelayanan yang ramah, Talang Pajare­suk berpelu­ang besar untuk kem­bali men­ja­di ikon wisa­ta kebang­gaan Pringsewu.

Penulis: (Iskan­dar).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *