Surabaya, SniperNew.id – Minggu 31 Agustus 2025 Peristiwa kebakaran besar yang melanda Gedung Negara Grahadi, sebuah bangunan bersejarah sekaligus ikon Kota Surabaya, mengundang keprihatinan mendalam dari masyarakat. Gedung yang menjadi cagar budaya dan simbol perjuangan warga Kota Pahlawan itu dikabarkan ludes terbakar pada malam hari, dalam suasana yang diduga terkait dengan aksi massa.
Informasi pertama yang ramai beredar di media sosial salah satunya datang dari akun vincent_indonesia melalui unggahan di platform Threads. Dalam unggahannya, ia menuliskan.
“Gedung Negara Grahadi, gedung cagar budaya bersejarah sekaligus ikon Surabaya sdh ludes dilalap api. Demo macam apa ini? Ayooo sadarlah kawan, demo kalian sdh disusupi perusuh yang tega merusak apa saja. Ini gedung bersejarah lho! Kok bisa-bisanya dibakar habis 😢. Sakit hati ini melihat kehancuran negeri ini. Saya yg di Jogja melihat ini rasanya nyesek banget. Ayo warga Surabaya, ingatkan tetangga kanan kiri, yang muda-muda, jaga kota kalian, stop demo anarkis. Ini sudah keluar jalur.”
Unggahan itu juga disertai video yang memperlihatkan kobaran api besar melahap bangunan, sementara kerumunan massa terlihat di lokasi. Selain itu, ia menyertakan foto kondisi Gedung Negara Grahadi sebelum terbakar, yang tampak megah dengan atap merah dan halaman luas.
Peristiwa ini memunculkan berbagai komentar warganet yang ikut menanggapi unggahan vincent_indonesia.
Seorang pengguna dengan nama akun vuska.san menuliskan. “Saya berharap para ketua-ketua yg berdemo… BEM SI, ojol-ojol, buruh-buruh.. harus menyatakan diri stop demo dulu.. biar yg menunggangi ga bisa lanjut. Isu orang-orang berkaos hitam itu dan video-video yg ada berarti memang ada yg sengaja bikin lebih chaos. Demo tetap bisa lanjut, tapi harus pertimbangkan lebih dalam lagi.”
Komentar lain datang dari akun eko.meiludi yang membandingkan kejadian di Surabaya dengan daerah lain. “Di Purwokerto demo ngerusak pagar gedung pendopo si Panji dan nggak sampai membakar saja warganya banyak yg marah dan mengancam pendemo. Kalo besok ada demo lagi bakal dikawal warga, yg rusuh langsung sikat.”
Akun eriksimarmata menambahkan analisisnya terkait kemungkinan pelaku. “Iyaini memang dilakukan pesuruh, tapi pesuruh yang seperti apa? Yang jelas bukan orang besar. Hanya orang-orang yang sudah muak dengan negeri ini. Bisa jadi: 1. Pengangguran yang sudah lama belum dapat pekerjaan. 2. Orang-orang yang memang sudah dari dulu pengen Indonesia kacau. 3. Orang-orang yang suka melakukan tindakan anarkis berlebihan. Yang jelas ketika terjadi demo, orang-orang di atas tadi itu selalu ada. Dan tidak ada cara untuk membatasi mereka, karena mereka memang seperti itu.”
Sementara itu, akun david.sebastian74 memberikan informasi dari rekan-rekannya di Surabaya. “Info dari teman-teman di Surabaya, mereka ini bukan pendemo. Dari jam 3 sore mereka udah duduk-duduk di depan gedung Grahadi hingga malam.
Nggak ada orasi, nggak ada tuntutan apa-apa, cuma duduk-duduk… dan pas malam seperti di komando mereka mulai bergerak. Udah nggak bener ini karena demo ya udah disusupi.”

Ia menambahkan, kejadian itu memperlihatkan pola yang tidak biasa dari aksi demonstrasi. Akun ini pun mendapat respons dari vincent_indonesia yang menuliskan, “Terima kasih infonya bang.”
Selain itu, akun gi.bpn juga mengungkapkan keraguannya. “Nggak ada bang pendemo nggak tembus Grahadi kok, yg jaga ketat nggak bisa tembus. Tapi tiba-tiba ada api besar dan cepat. Kalau cuma 1–2 molotov nggak mungkin secepat ini.”
Kebakaran Gedung Grahadi juga menimbulkan keprihatinan emosional dari warganet. Akun wien_hanif menulis dengan nada sedih. “Surabaya kota Pahlawan, Kebanggaan. Dulu waktu muda kita memperingati dengan gegap gempita drama tentang perjuangan, bagaimana semangat dan kuatnya warga Surabaya melawan penjajah. Tapi sekarang kalah melawan egonya, merusak aset kebanggaan miliknya. Sedih, miris sekali 😭😭.”
Menanggapi itu, vincent_indonesia kembali menekankan semangat persatuan. “Ayoo Surabaya, kuat bakoh, bersatu jangan terpecah.”
Komentar lainnya datang dari akun eternal_sunshine1981 yang menegaskan bahwa aksi pembakaran sudah keluar jalur.
“Apapun dalihnya, siapapun pelakunya, dia numpang di aksi demo. Pembakaran sudah terjadi. Apa belum mau cooling down. Lihat, dengar suara rakyat dari berbagai penjuru. Dengan kejadian ini, kalau dilanjutkan apakah rakyat masih mendukung? Lihat, dengar, rasakan, baca. Ngopilah di kampung dengar obrolan-obrolannya.”
Telah terjadi kebakaran besar yang melanda Gedung Negara Grahadi di Surabaya. Gedung yang berstatus cagar budaya tersebut ludes terbakar.
Peristiwa ini melibatkan massa yang berada di sekitar lokasi. Belum ada kepastian apakah mereka adalah pendemo asli atau kelompok lain yang menyusup. Unggahan akun-akun warganet seperti vincent_indonesia, vuska.san, eko.meiludi, eriksimarmata, dan david.sebastian74 menegaskan adanya dugaan penyusup.
Kejadian berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Jawa Timur. Gedung ini merupakan ikon Kota Pahlawan sekaligus simbol perjuangan yang kerap dipakai untuk acara resmi.
Peristiwa kebakaran disebut terjadi pada malam hari, setelah sore sebelumnya massa telah berkumpul di sekitar gedung. Unggahan akun Threads ini muncul sekitar 8 jam sebelum tangkapan layar dibuat.
Penyebab kebakaran belum dipastikan. Namun warganet menduga adanya pihak-pihak yang menunggangi aksi massa dengan tujuan menciptakan kekacauan. Beberapa akun menyinggung soal orang-orang berkaos hitam dan pola gerakan massa yang terkesan terorganisir.
Massa berkumpul sejak sore di sekitar Gedung Negara Grahadi tanpa melakukan orasi. Malam harinya, api tiba-tiba membesar dengan cepat. Warganet menduga bahwa kebakaran tidak hanya disebabkan oleh lemparan molotov biasa, melainkan ada skenario yang lebih terencana.
Gedung Negara Grahadi bukan sekadar bangunan pemerintahan. Gedung ini dibangun pada abad ke-18 dan sejak lama menjadi salah satu ikon Kota Surabaya. Selain menjadi tempat kediaman resmi Gubernur Jawa Timur, gedung ini juga sering dipakai untuk pertemuan penting, upacara, dan penyambutan tamu negara.
Kehancuran gedung ini akibat kebakaran jelas menyisakan luka mendalam bagi warga Surabaya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Banyak yang menilai bahwa hilangnya bangunan bersejarah tersebut adalah kerugian yang tidak tergantikan, baik dari segi budaya maupun sejarah.
Unggahan dan komentar warganet secara umum menggambarkan keprihatinan serta seruan untuk menghentikan aksi-aksi anarkis. Sebagian besar menekankan pentingnya solidaritas warga menjaga kota dan mencegah provokasi pihak-pihak yang ingin memperkeruh keadaan.
Akun vincent_indonesia menutup pesannya dengan seruan. “Ayoo Surabaya, kuat bakoh, bersatu jangan terpecah.”
Pesan tersebut menjadi simbol harapan agar warga tidak mudah terprovokasi, menjaga persatuan, serta tidak membiarkan kepentingan pihak tertentu merusak kedamaian dan identitas Kota Pahlawan.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran Gedung Negara Grahadi masih memerlukan investigasi mendalam dari pihak berwenang. Namun, peristiwa ini sudah cukup mengguncang emosi publik. Warga di media sosial bersuara lantang, mengecam tindakan anarkis, dan menyerukan persatuan.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa aksi massa yang seharusnya menjadi saluran aspirasi rakyat tidak boleh bergeser menjadi arena kerusuhan. Apalagi jika sampai merusak simbol-simbol sejarah bangsa.
Gedung Grahadi mungkin telah hangus terbakar, tetapi semangat warga Surabaya untuk menjaga kotanya tetap hidup. Sebuah pesan kuat bahwa solidaritas rakyat lebih besar daripada api perusak.
–Sumber Narasumber–
Akun Threads vincent_indonesia (unggahan utama + video kebakaran + foto Gedung Grahadi)
Komentar warganet: vuska.san, eko.meiludi, eriksimarmata, david.sebastian74, gi.bpn, wien_hanif, eternal_sunshine1981







