Pesawaran, SniperNew.id – Ketua Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Setwil Lampung, Sufiyawan, menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi yang nyata antara media dan pemerintah daerah sebagai kunci membangun Kabupaten Pesawaran yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing. Hal tersebut ia sampaikan dalam pernyataan resminya usai pelantikan Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M. dan Antonius Muhammad Ali, S.H. sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran periode 2025–2030 pada Kamis (28/8/2025).
Menurut Sufiyawan, pelantikan ini bukan sekadar seremoni pengambilan sumpah jabatan, tetapi momentum strategis yang menandai dimulainya sebuah amanah besar. “Amanah ini adalah titipan rakyat. Jangan sampai rakyat hanya menjadi penonton atau sekadar objek pembangunan. Mereka harus dilibatkan sebagai subjek penting dalam proses pembangunan itu sendiri,” ujarnya dengan nada tegas.
Kabupaten Pesawaran yang dikenal sebagai salah satu daerah dengan potensi wisata alam dan kelautan terbesar di Lampung, memiliki tantangan kompleks di berbagai sektor. Mulai dari isu kemiskinan, pendidikan, kesehatan, hingga pemerataan pembangunan dan keadilan sosial, semua menuntut kepemimpinan yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi mampu bertindak nyata.
“Tantangan kita di Pesawaran sangat nyata. Dibutuhkan pemimpin yang berani mengambil keputusan, bukan hanya pandai berjanji. Kepemimpinan harus hadir di tengah rakyat, tidak boleh terjebak dalam rutinitas birokrasi yang kaku,” ungkap Sufiyawan.
Ia menegaskan bahwa kepemimpinan Nanda Indira dan Antonius akan menjadi penentu arah pembangunan Pesawaran lima tahun ke depan. Harapan masyarakat sederhana: pemimpin yang bekerja dengan hati dan keberpihakan nyata terhadap kepentingan seluruh golongan, bukan kelompok tertentu saja.
Dalam era keterbukaan informasi saat ini, media memiliki peran yang tidak bisa dipandang sebelah mata. FPII Lampung, menurut Sufiyawan, siap mengawal jalannya pemerintahan di Pesawaran dengan peran pers yang independen dan berintegritas.
“Kolaborasi antara pers dan pemerintah bukan basa-basi. Ini kebutuhan mutlak. Media harus menjadi mitra strategis, tapi juga mitra kritis pemerintah. Tugas kami bukan hanya mempublikasikan prestasi, tapi juga memberikan kritik yang konstruktif. Dukungan diberikan jika benar, dan kritik diberikan jika ada kebijakan yang melenceng. Kritik yang jujur adalah vitamin demokrasi, bukan ancaman,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa media tidak boleh menjadi alat propaganda semata. Pers memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal kepentingan rakyat, sekaligus menjadi saluran informasi publik yang terpercaya. “FPII Lampung akan selalu memberikan apresiasi terhadap pencapaian pemerintah daerah, namun kami juga tidak akan menutup mata terhadap kebijakan yang merugikan masyarakat. Itu bentuk kolaborasi yang sehat dan bermartabat,” ujarnya.
Pelantikan Nanda Indira dan Antonius Muhammad Ali membawa semangat baru bagi masyarakat Pesawaran. Banyak pihak berharap duet kepemimpinan ini mampu membawa perubahan positif yang dirasakan secara merata, hingga ke pelosok desa.
“Pesawaran membutuhkan pemimpin yang tidak hanya mendengar dari balik meja kantor, tetapi juga terjun langsung ke lapangan. Pemimpin harus bisa mendengarkan keluhan masyarakat secara langsung dan memberikan solusi nyata,” kata Sufiyawan.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan tidak dapat dilakukan secara parsial atau sektoral. Dibutuhkan sinergi lintas sektor: pemerintah, media, akademisi, dan masyarakat sipil. “Jika semua pihak berjalan sendiri-sendiri, Pesawaran tidak akan maju. Kita harus bersatu, terbuka, dan jujur dalam menghadapi tantangan. Hanya dengan keberanian dan keterbukaan, Pesawaran bisa melangkah lebih jauh,” tambahnya.
Dalam lima tahun mendatang, berbagai program strategis harus diarahkan untuk menjawab persoalan dasar masyarakat Pesawaran. Infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pariwisata, dan kesejahteraan ekonomi masyarakat menjadi prioritas utama. Sufiyawan menegaskan pentingnya membangun fondasi pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
“Pembangunan tidak boleh hanya menjadi wacana atau retorika politik. Rakyat butuh bukti. Mereka ingin merasakan hasil pembangunan di jalan yang mereka lalui setiap hari, di sekolah tempat anak mereka belajar, dan di puskesmas tempat mereka berobat. Ini pekerjaan besar yang memerlukan komitmen tinggi dari semua pihak,” paparnya.
Pesawaran juga memiliki potensi wisata dan ekonomi kreatif yang bisa menjadi motor penggerak pembangunan daerah. Dengan sinergi yang baik, sektor pariwisata bisa memberikan dampak besar bagi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat. Namun, Sufiyawan menekankan bahwa pengelolaan potensi wisata harus dilakukan secara profesional, berkelanjutan, dan melibatkan masyarakat lokal.
Selain itu, di era digitalisasi informasi, media memiliki peran vital sebagai penyambung aspirasi masyarakat. Menurut Sufiyawan, perkembangan teknologi menuntut media untuk terus beradaptasi tanpa mengorbankan integritas dan objektivitas.
“Media harus cerdas dalam menyampaikan informasi. Jangan sampai publik dibanjiri berita yang menyesatkan atau tidak akurat. Kami di FPII Lampung berkomitmen untuk terus menyajikan informasi yang seimbang, transparan, dan berdasarkan fakta,” tegasnya.
Ia juga mengajak semua pihak untuk tidak alergi terhadap kritik. Kritik yang membangun adalah bagian penting dari proses demokrasi dan pembangunan daerah. “Pemerintah yang terbuka terhadap kritik akan lebih cepat berkembang. Kritik yang jujur adalah cermin, yang menunjukkan apa yang harus diperbaiki. Dengan begitu, pelayanan publik bisa lebih optimal,” ujar Sufiyawan.
Sufiyawan mengajak seluruh elemen masyarakat Pesawaran untuk tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, tetapi ikut berperan aktif mengawasi jalannya pemerintahan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi masyarakat.
“Mari kita bersama-sama menjaga amanah ini. Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran membawa mandat dari rakyat, dan mandat itu harus kita kawal bersama. Jangan hanya mengandalkan pemerintah. Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan agar Pesawaran benar-benar maju dan sejahtera,” serunya.
Di akhir pernyataannya, ia mendoakan agar Bupati Hj. Nanda Indira dan Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali senantiasa diberikan kekuatan dan kebijaksanaan dalam menjalankan tugas. “Semoga Allah SWT selalu melindungi dan memberikan kesehatan kepada beliau berdua, agar mampu memimpin Pesawaran dengan adil, transparan, dan berpihak kepada seluruh rakyat,” pungkasnya.
Dengan semangat kolaborasi dan transparansi, Pesawaran diharapkan mampu melangkah ke era baru pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan. Dukungan semua pihak, baik pemerintah, media, maupun masyarakat, menjadi faktor penentu keberhasilan visi “Pesawaran Maju, Sejahtera, dan Berdaya Saing”.
Editor; (Ahmad)













