Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Hukum

Skandal Perizinan Rumah Subsidi di Bali: Dua Pejabat Terjerat, Harapan Rakyat Kecil Ternoda

890
×

Skandal Perizinan Rumah Subsidi di Bali: Dua Pejabat Terjerat, Harapan Rakyat Kecil Ternoda

Sebarkan artikel ini

Bali, SniperNew.id — Pro­gram pem­ban­gu­nan rumah bersub­si­di yang seharus­nya men­ja­di hara­pan masyarakat berpeng­hasi­lan ren­dah di Kabu­pat­en Bule­leng, Bali, kini jus­tru berubah men­ja­di mimpi buruk. Dua peja­bat berin­isial IMK dan NADK res­mi dite­tap­kan seba­gai ter­sang­ka dalam kasus dugaan pemerasan dalam pros­es per­iz­inan proyek terse­but. Ked­u­anya dis­er­ahkan oleh tim penyidik kepa­da Jak­sa Penun­tut Umum (JPU) Kejak­saan Ting­gi Bali pada Selasa, 17 Juni 2025, bersama den­gan barang buk­ti yang rel­e­van, Selasa 17 Juni 2025.

Dua Oknum Birokrat, Dua Wajah Ironi Pelayanan Pub­lik, IMK dan NADK, yang seharus­nya men­ja­di motor peng­ger­ak pelayanan per­iz­inan yang transparan dan efisien, jus­tru diduga melakukan tin­dakan seba­liknya. Dalam pros­es hukum yang berlang­sung, ked­u­anya diduga kuat menyalah­gu­nakan wewe­nang mere­ka untuk mem­per­sulit pros­es admin­is­trasi dan memu­ngut keun­tun­gan prib­a­di melalui jalur ile­gal. Dugaan ini bukan hanya men­coreng cit­ra birokrasi, tapi juga menggam­barkan beta­pa lemah­nya sis­tem pen­gawasan inter­nal di sek­tor pelayanan pub­lik.

  Kepsek SMP Negeri 1 Pallangga Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOS

Ked­u­anya kini dita­han oleh JPU untuk masa pena­hanan sela­ma 20 hari ke depan di Lapas Kelas IIA Ker­obokan, sem­bari menung­gu pros­es pelimpa­han perkara ke pen­gadi­lan. Langkah ini diam­bil untuk memas­tikan tidak ada upaya penghi­lan­gan barang buk­ti maupun poten­si pen­garuh ter­hadap sak­si-sak­si dalam kasus ini.

Per­an Hukum dalam Men­ja­ga Marta­bat Pelayanan Pub­lik, Dalam pemerik­saan tahap II, ked­ua ter­sang­ka didampin­gi oleh penasi­hat hukum mas­ing-mas­ing. IMK didampin­gi oleh I Wayan Putrawan, S.H., M.H., semen­tara NADK diwak­ili oleh Komang Ekayana, S.H. Mes­ki masih dalam pros­es pem­buk­t­ian di per­si­dan­gan, dugaan yang dike­nakan ter­hadap ked­ua ter­sang­ka cukup serius. Mere­ka disang­ka melang­gar Pasal 12 huruf e dan huruf g jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 ten­tang Pem­ber­an­tasan Tin­dak Pidana Korup­si yang telah diper­barui melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, ser­ta dijer­at pula den­gan Pasal 55 ayat (1) ke‑1 dan Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Ben­tuk pemerasan yang dilakukan, jika ter­buk­ti, menun­jukkan pola sis­tem­a­tis dalam men­jadikan prose­dur per­iz­inan seba­gai ladang pung­utan liar, meng­gero­goti anggaran dan keper­cayaan pub­lik.

Kabu­pat­en Bule­leng yang ten­gah giat mem­ban­gun hun­ian bersub­si­di untuk masyarakat kecil, kini meng­hadapi tan­ta­n­gan berat. Keti­ka proyek yang ditu­jukan untuk men­cip­takan kead­i­lan sosial jus­tru diman­faatkan seba­gai alat pemerasan oleh pihak yang seharus­nya men­ja­ga mar­wah pelayanan, pub­lik pun kem­bali kehi­lan­gan hara­pan.

  Hasil Penyidikan dan Visum, Penyidik Polres Pesawaran Jadwalkan Pemanggilan Eko Saputra

Seo­rang war­ga yang ten­gah menung­gu kelan­ju­tan pem­ban­gu­nan rumah bersub­si­di meny­atakan, “Kami sudah menung­gu lama agar bisa pun­ya tem­pat ting­gal layak. Tapi terny­a­ta, pros­es­nya lebih sulit dari yang kami bayangkan kare­na birokrasi yang ruwet dan ada per­mainan. Sekarang kami tahu men­ga­pa pem­ban­gu­nan sem­pat man­dek.”

Kasus ini mem­bu­ka tabir lemah­nya integri­tas dalam birokrasi yang seharus­nya bek­er­ja berdasarkan asas transparan­si, akunt­abil­i­tas, dan kepas­t­ian hukum. Kejati Bali meny­atakan bah­wa penan­ganan perkara ini meru­pakan langkah tegas untuk mengem­ba­likan keper­cayaan pub­lik ser­ta men­dorong per­baikan tata kelo­la per­iz­inan ke arah yang lebih pro­fe­sion­al dan bebas korup­si.

“Perkara ini bukan hanya ten­tang dua orang ter­sang­ka. Ini ten­tang bagaimana sis­tem harus dibenahi agar tidak ada lagi celah penyalah­gu­naan kekuasaan dalam uru­san pub­lik. Kita bicara soal hak dasar masyarakat yang diper­mainkan,” ungkap seo­rang peja­bat Kejati Bali kepa­da wartawan.

Sete­lah pros­es tahap II ini, JPU akan segera menyusun berkas pelimpa­han untuk kemu­di­an dibawa ke meja hijau. Pros­es peradi­lan men­ja­di pang­gung pen­gu­jian buk­ti dan pem­be­laan, namun juga men­ja­di cer­min apakah hukum masih memi­li­ki tar­ing untuk mem­bela raky­at kecil dari pengkhi­anatan birokrasi.

  Terkait Pengelolaan Jaringan Komunikasi Dinas PMD di Musi Banyuasin Dua Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka

Masyarakat menan­ti den­gan was-was, berharap bah­wa langkah hukum yang diam­bil Kejati Bali akan men­ja­di efek jera bukan hanya bagi para ter­sang­ka, tapi juga bagi selu­ruh aparat pelayanan pub­lik di Indone­sia.

Catatan Redak­si: Saat­nya Bangk­itkan Eti­ka Layanan Pub­lik:
Kasus ini men­ja­di reflek­si pent­ing bagi selu­ruh pihak: bah­wa pem­ban­gu­nan tan­pa integri­tas hanya akan meng­hasilkan struk­tur tan­pa jiwa, pro­gram tan­pa man­faat, dan hara­pan tan­pa akhir. Korup­si dalam proyek hun­ian raky­at bukan sekadar pelang­garan hukum, tapi penghi­naan ter­hadap nilai kemanu­si­aan.

Sudah saat­nya sis­tem per­iz­inan di Indone­sia — dari pusat hing­ga daer­ah — men­gala­mi refor­masi menyelu­ruh. Birokrasi harus men­ja­di solusi, bukan sum­ber masalah. Pros­es per­iz­inan harus men­ja­di ruang pelayanan, bukan medan pemerasan.

Dan yang pal­ing pent­ing, raky­at kecil berhak atas rumah yang layak, bukan hanya dijan­jikan dalam pro­pos­al pem­ban­gu­nan, tapi benar-benar diwu­jud­kan tan­pa syarat dan tan­pa tekanan.

Penulis: (Tim SniperNew.id)
Sum­ber: (Sek­si Pen­eran­gan dan Hukum Kejak­saan Ting­gi Bali)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *