Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Siswa Mabuk Tikam Guru Gara-Gara Pacar, Sekolah Gempar!

195
×

Siswa Mabuk Tikam Guru Gara-Gara Pacar, Sekolah Gempar!

Sebarkan artikel ini

Sulawe­si Barat, SniperNew.id - Dunia pen­didikan kem­bali digegerkan oleh peri­s­ti­wa memilukan. Seo­rang siswa SMA berin­isial AI (17) di Kabu­pat­en Pasangkayu, Sulawe­si Barat (Sul­bar), ditangkap polisi sete­lah nekat melakukan aksi penika­man ter­hadap seo­rang guru SMK berin­isial SB (41).

Peri­s­ti­wa terse­but ter­ja­di pada Rabu (29/7/2025) dan meny­isakan trau­ma men­dalam bagi para siswa dan guru di seko­lah terse­but. AI dike­tahui datang ke lingkun­gan seko­lah dalam keadaan mabuk berat. Berdasarkan keteran­gan sak­si dan pihak kepolisian, rema­ja terse­but tam­pak his­teris, bert­e­ri­ak-teri­ak men­cari pacarnya yang diduga berseko­lah di seko­lah terse­but.

  Mobil Boks AQUVIVA Masuk Lahan Warga, Netizen Heboh! Apa Penyebabnya?

Tan­pa diduga, amukan AI beru­jung tragis. Ia tiba-tiba meny­erang dan menikam SB yang meru­pakan staf pen­ga­jar di seko­lah SMK terse­but. Belum dike­tahui pasti motif di balik penika­man ini, namun diduga kuat emosi AI meledak kare­na tidak men­e­mukan kekasi­h­nya di lokasi, ser­ta adanya dugaan kecem­bu­ru­an buta.

Kapolsek Baras, Iptu Asep Sai­fur­rohman, mem­be­narkan insi­d­en terse­but. Dalam keteran­gan­nya kepa­da wartawan, beli­au men­je­laskan:

> “Penika­man ter­hadap guru staf seko­lah SMK yang dilakukan oleh anak seko­lah SMA,” ujar Asep tegas.

 

Keja­di­an ini menim­bulkan kekhawati­ran men­dalam akan kea­manan lingkun­gan seko­lah dan kon­disi psikol­o­gis rema­ja. Banyak pihak menyayangkan lemah­nya pen­gawasan ter­hadap peredaran minu­man keras yang bisa dikon­sum­si oleh pela­jar. Apala­gi, AI bisa sam­pai dalam kon­disi mabuk berat dan tetap dap­at masuk ke lingkun­gan seko­lah tan­pa pence­ga­han.

  Truk Molen Tergelincir di Kalideres, Warga Diimbau Waspada

Dalam foto yang beredar di media sosial, tam­pak sejum­lah guru dan aparat kepolisian melakukan olah tem­pat keja­di­an perkara (TKP). Beber­a­pa siswa ter­li­hat turut menyak­sikan, den­gan ekspre­si cemas dan bin­gung. Doku­men­tasi terse­but diung­gah oleh akun Face­book berna­ma Farhan Uba Fani, yang turut mem­bagikan kro­nolo­gi keja­di­an.

Ung­ga­han­nya berbun­yi: SISWA SMA TIKAM GURU DI SEKOLAH?

Seo­rang siswa SMA berin­isial AI (17) di Kabu­pat­en Pasangkayu, Sulawe­si Barat (Sul­bar), ditangkap polisi usai menikam seo­rang guru SMK berin­isial SB (41).
Pelaku yang dalam kon­disi mabuk, datang ke seko­lah sam­bil bert­e­ri­ak-teri­ak men­cari pacarnya, sebelum akhirnya melakukan penika­man ter­hadap kor­ban.

“Penika­man ter­hadap guru staf seko­lah SMK yang dilakukan oleh anak seko­lah SMA,” ujar Kapolsek Baras Iptu Asep Sai­fur­rohman kepa­da wartawan, Rabu (29/7/2025).

Hing­ga kini, pihak kepolisian masih terus men­dala­mi motif dan latar belakang pelaku. AI telah dia­mankan dan akan men­jalani pros­es hukum lebih lan­jut. Semen­tara kor­ban SB sudah men­da­p­at per­awatan inten­sif di rumah sak­it ter­dekat.

  Update dari Pedalaman: Warga Minta Bantuan untuk Lhoknibong

Kasus ini men­ja­di peringatan keras bagi para orang tua, pen­didik, dan pemangku kebi­jakan pen­didikan untuk lebih was­pa­da ter­hadap per­i­laku meny­im­pang di kalan­gan pela­jar. Diper­lukan pen­dekatan pre­ven­tif, kon­sel­ing psikol­o­gis, dan pen­gawasan yang ketat ter­hadap siswa agar keja­di­an tragis seru­pa tidak teru­lang.

Pihak seko­lah juga dihara­p­kan mem­per­ke­tat kea­manan dan mem­perku­at sis­tem pen­gawasan ter­hadap sia­pa pun yang masuk ke area pen­didikan. Kare­na lingkun­gan seko­lah seharus­nya men­ja­di tem­pat yang aman dan kon­dusif, bukan ajang pelampiasan emosi.

 

Sum­ber Gam­bar & Infor­masi:

Akun Face­book Farhan Uba Fani

Doku­men­tasi detik.com

2025 © Pes­ona Man­dar Sulawe­si Barat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *