Boyolali, SniperNew.id — Rabu 2 Juli 2027 – Upaya penanganan kesehatan jiwa di wilayah pedesaan kembali menjadi sorotan setelah Babinsa Koramil 17/Wonosegoro Kodim 0724/Boyolali bersama tim Puskesmas Wonosamudro dan masyarakat berhasil mengevakuasi seorang pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berinisial T di Dukuh Kalikidang, Desa Repaking, Kecamatan Wonosamudro, Kamis 03 Juli 2025.
Kegiatan evakuasi ini dilakukan pada Rabu (2/7), dengan tujuan memberikan penanganan medis lebih lanjut kepada pasien yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan warga maupun keselamatannya sendiri. Pasien kemudian dirujuk ke RSUD Simo menggunakan ambulans Puskesmas, didampingi oleh keluarga.
Serka Budi Catur, Babinsa yang turut dalam proses evakuasi, menjelaskan bahwa keterlibatan aparat teritorial dalam penanganan kasus ODGJ merupakan bagian dari dukungan terhadap pelayanan kesehatan jiwa berbasis masyarakat. “Evakuasi ini kami lakukan secara persuasif, demi memastikan pasien mendapat penanganan dari tenaga profesional di fasilitas kesehatan,” ujarnya.
Danramil 17/Wonosegoro, Kapten Inf Dwi Supriyanto, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam upaya menangani kasus-kasus ODGJ di wilayah. “Kami selalu menjalin koordinasi dengan Bhabinkamtibmas, perangkat desa, dan bidan desa agar proses penanganan berjalan lancar dan humanis. Ini juga bagian dari tugas pembinaan teritorial untuk mendukung ketahanan masyarakat, termasuk dari sisi kesehatan,” jelasnya.
Kepala Puskesmas Wonosamudro yang enggan disebut namanya menambahkan, pelayanan kesehatan jiwa merupakan tantangan tersendiri di tingkat desa, terutama karena stigma sosial yang masih melekat. “Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memutus rantai stigma dan memastikan pasien ODGJ mendapatkan hak pelayanan yang layak,” ungkapnya.
Langkah ini mendapat apresiasi dari warga sekitar yang menilai bahwa pendekatan terpadu antara Babinsa, tenaga kesehatan, dan masyarakat adalah bentuk kepedulian nyata terhadap kesehatan jiwa di lingkungan mereka.
Dengan adanya penanganan seperti ini, diharapkan pasien ODGJ dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan yang lebih baik bersama keluarga dan masyarakat.
Laporan: (Agus Kemplu)
Editor: (Redaksi)
—













