Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

Sengatan Bau Sampah TPAS Jalupang Dikeluhkan Warga, Pemkab Karawang Cepat Bertindak

298
×

Sengatan Bau Sampah TPAS Jalupang Dikeluhkan Warga, Pemkab Karawang Cepat Bertindak

Sebarkan artikel ini

Karawang, SniperNew.id – War­ga Desa Wancimekar men­geluhkan bau menyen­gat yang berasal dari Tem­pat Pem­buan­gan Akhir Sam­pah (TPAS) Jalu­pang sela­ma sem­i­ng­gu ter­akhir. Bau yang semakin parah ini dikeluhkan meng­gang­gu kenya­manan dan kese­hatan war­ga sek­i­tar.

“Sem­i­ng­gu ter­akhir ini bau sam­pah san­gat menyen­gat dan menyik­sa per­na­pasan kami. Baun­ya tidak seper­ti biasanya,” ujar Aang, salah seo­rang war­ga Desa Wancimekar, Ming­gu (11/08–2024).

  Sekretariat DPRD Pringsewu Bungkam Saat Dikonfirmasi Anggaran 2025, Ada Apa di Balik Ratusan Juta Rupiah?

Aang men­je­laskan bah­wa bau sam­pah dari Jalu­pang memang ser­ing ter­ci­um sejak dulu. Namun, dalam sem­i­ng­gu ter­akhir ini, inten­si­tas dan kadar baun­ya melebi­hi seper­ti biasanya.

“Dulu pal­ing sem­i­ng­gu sekali, sekarang bisa sehari dua atau tiga kali baun­ya ter­ci­um. Bau yang kali ini san­gat menyen­gat, hing­ga meng­gang­gu teng­gorokan dan hidung,” jelas Aang.

Aang berharap Pemer­in­tah Kabu­pat­en Karawang dap­at segera menye­le­saikan per­soalan sam­pah ini agar tidak menyik­sa masyarakat.

  Safari Ramadan Kapolda Sumsel di Ogan Ilir: Pererat Silaturahmi, Sinergi Polisi dan Pemerintah Daerah

“Kepa­da yang berwe­nang, seharus­nya memikirkan nasib kami yang jadi kor­ban bau sam­pah Jalu­pang,” tam­bah­nya.

Ket­ua Ger­akan Masyarakat Peduli Sam­pah Karawang (GMPSK), Sole­hudin, juga mem­be­narkan keluhan masyarakat ini.

“Memang benar, akhir-akhir ini bau sam­pah Jalu­pang ser­ing ter­ci­um hing­ga ke rumah, teruta­ma pada pagi dan sore hari,” ujar Sole­hudin, yang rumah­nya bera­da ratu­san meter dari TPAS Jalu­pang.

Sole­hudin mende­sak Pemkab Karawang segera mere­al­isas­ikan pen­go­la­han sam­pah di TPAS Jalu­pang, seper­ti yang telah dijan­jikan oleh Bupati Karawang.

“Sam­pai saat ini, kami dari GMPSK terus men­gaw­al jan­ji Bupati untuk mem­ban­gun pabrik pen­go­la­han sam­pah di TPAS Jalu­pang,” ujarnya.

  Sidang Kampus Berujung Serangan, Mahasiswi UIN SUSKA Jadi Korban

Selain itu, Sole­hudin juga mem­inta agar Pemkab Karawang mem­berikan kom­pen­sasi kepa­da war­ga sek­i­tar TPAS Jalu­pang yang ter­dampak pence­maran udara bau sam­pah dari Jalu­pang. Menu­rut­nya, sela­ma ini war­ga sek­i­tar kurang men­da­p­atkan per­ha­t­ian.

“Reg­u­lasi untuk mem­berikan kom­pen­sasi ke war­ga sek­i­tar Jalu­pang sudah ada. Di beber­a­pa wilayah di Indone­sia, war­ga yang dekat den­gan tem­pat pem­buan­gan sam­pah diper­hatikan dan men­da­p­atkan kom­pen­sasi dari pemer­in­tah setem­pat,” pungkas­nya. (Toto)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *