Berita Daerah

Rombongan Presiden Melintas di Tol Jagorawi Tanpa Sirene, Warganet Soroti Momen “Tot Tot Wok Wok”

950
×

Rombongan Presiden Melintas di Tol Jagorawi Tanpa Sirene, Warganet Soroti Momen “Tot Tot Wok Wok”

Sebarkan artikel ini

Bogor, SniperNew.id — Viral di media sosial sebuah video yang mem­per­li­hatkan rom­bon­gan Pres­i­den Repub­lik Indone­sia (RI 1) saat melin­tas di ruas Tol Jago­rawi, Bogor, pada Jumat (19/9). Video terse­but men­ja­di sorotan pub­lik lan­taran mem­per­li­hatkan iring-iringan Pres­i­den melin­tas tan­pa meng­gu­nakan sirene yang biasanya berbun­yi khas den­gan isti­lah pop­uler “Tot Tot Wok Wok”.

Peri­s­ti­wa ini diung­gah salah sat­un­ya oleh akun info­jawabarat di plat­form Threads. Dalam ung­ga­han­nya, dise­butkan bah­wa rom­bon­gan Pres­i­den melin­tas den­gan tert­ib tan­pa menim­bulkan hiruk-pikuk suara sirene seper­ti biasanya. Hal ini memicu per­ha­t­ian war­ganet, sebab peman­dan­gan kon­voi peja­bat ting­gi negara umum­nya selalu iden­tik den­gan peng­gu­naan sirene yang cukup keras untuk mem­beri tan­da kepa­da pen­gen­dara lain.

Dalam video yang beredar, tam­pak beber­a­pa pen­gen­dara motor pen­gaw­al mem­beri isyarat den­gan tan­gan kepa­da pen­gen­dara lain di jalan tol agar sedik­it menepi. Isyarat ini dilakukan den­gan ten­ang, bahkan diirin­gi den­gan ges­tur jem­pol seba­gai ben­tuk komu­nikasi san­tun. Tak ter­li­hat sirene mer­aung, hanya iring-iringan mobil dan motor pen­gaw­al yang melin­tas den­gan lan­car.

Fenom­e­na ini son­tak menim­bulkan perbin­can­gan di dunia maya. Banyak yang meni­lai pen­dekatan tan­pa sirene ini lebih manu­si­awi dan tidak meng­gang­gu peng­gu­na jalan lain. Namun, seba­gian juga meny­oroti sisi kea­manan dan efek­tiv­i­tas jalur pro­tokol­er yang biasanya diu­ta­makan bagi Pres­i­den.

  Bukber Haru di BSD, Mensos Gus Ipul Soroti Perubahan Nyata Sekolah Rakyat

Pihak yang ter­li­bat dalam peri­s­ti­wa ini adalah rom­bon­gan Pres­i­den RI beser­ta pen­gawalan­nya. Walau iden­ti­tas detail pen­gaw­al tidak dise­butkan dalam ung­ga­han, kehadi­ran pasukan penga­manan pres­i­den (Pas­pam­pres) ser­ta Polisi Lalu Lin­tas dap­at dipastikan seba­gai bagian dari iring-iringan res­mi.

Semen­tara itu, peng­gu­na jalan tol yang merekam keja­di­an juga turut men­ja­di bagian pent­ing, kare­na merekalah yang kemu­di­an menye­barkan momen ini hing­ga men­ja­di viral di media sosial. Akun info­jawabarat men­catat bah­wa video sudah diton­ton ribuan kali hanya dalam wak­tu singkat.

Peri­s­ti­wa terse­but ter­ja­di pada Jumat, 19 Sep­tem­ber 2025, saat rom­bon­gan Pres­i­den melin­tas di ruas Tol Jago­rawi, Bogor. Ung­ga­han video di Threads dise­but baru diung­gah sek­i­tar 23 menit sebelum tangka­pan layar beredar, namun sudah men­da­p­at ribuan tayan­gan.

Lokasi keja­di­an bera­da di Tol Jago­rawi, salah satu jalur tol uta­ma yang menghubungkan Jakar­ta, Bogor, hing­ga Ciawi. Jalur ini ker­ap digu­nakan oleh peja­bat negara, ter­ma­suk Pres­i­den, dalam per­jalanan res­mi maupun kun­jun­gan ker­ja kare­na akses­nya yang cepat dan strate­gis.

Hal yang mem­bu­at momen ini menarik per­ha­t­ian pub­lik adalah absen­nya suara sirene yang biasanya selalu iden­tik den­gan iring-iringan VVIP. War­ganet ramai mem­bicarakan isti­lah “Tot Tot Wok Wok”, sebu­tan pop­uler untuk bun­yi khas sirene pen­gawalan.

  Klarifikasi Kacabdin Soal Chat Tipikor

Den­gan tidak digu­nakan­nya sirene, per­jalanan rom­bon­gan Pres­i­den ter­li­hat lebih ten­ang, tan­pa mem­bu­at kaget atau meng­gang­gu kon­sen­trasi pen­gen­dara lain. Cara komu­nikasi pen­gaw­al yang hanya men­gangkat tan­gan mem­beri tan­da dan men­ga­cungkan jem­pol juga diang­gap lebih ramah ser­ta mem­ban­gun kedekatan den­gan masyarakat.

Beber­a­pa komen­tar war­ganet meni­lai langkah ini seba­gai ben­tuk pen­dekatan baru yang patut diapre­si­asi. Di sisi lain, ada juga yang bertanya-tanya apakah kea­manan Pres­i­den tetap ter­jamin tan­pa peng­gu­naan sirene yang biasanya men­ja­di pri­or­i­tas penga­manan jalur.

Berdasarkan keteran­gan ung­ga­han info­jawabarat, pros­es per­jalanan berlang­sung den­gan lan­car dan tert­ib. Iring-iringan pen­gaw­al ter­li­hat tidak memak­sa kendaraan lain menepi secara kasar, melainkan den­gan bahasa tubuh seder­hana. Kendaraan lain pun tam­pak mere­spons den­gan baik, menepi seje­nak untuk mem­beri jalan.

Peman­dan­gan berbe­da ini men­ja­di bahan perbin­can­gan kare­na menampilkan wajah lain dari pro­tokol pen­gawalan Pres­i­den yang biasanya lebih ketat dan penuh bun­yi sirene. Hing­ga kini, belum ada keteran­gan res­mi dari pihak istana atau kepolisian terkait kepu­tu­san tidak meng­gu­nakan sirene dalam pen­gawalan terse­but.

Video yang beredar men­da­p­at beragam respons. Seba­gian besar war­ganet men­gapre­si­asi ketert­iban dan kesan­tu­nan pen­gawalan tan­pa sirene. Ada yang berpen­da­p­at bah­wa cara ini lebih meng­hor­mati peng­gu­na jalan umum, kare­na tidak menim­bulkan rasa panik atau ter­gang­gu.

Namun, tidak sedik­it pula yang meny­oroti fak­tor kea­manan. Mere­ka meni­lai bah­wa sirene jus­tru pent­ing untuk memas­tikan jalur benar-benar ster­il dan aman bagi Pres­i­den. Mes­ki demikian, sejauh ini tidak ada lapo­ran insi­d­en atau ham­bat­an sela­ma per­jalanan berlang­sung.

  Chat Singkat, Polemik Panjang

Fenom­e­na ini mem­bu­ka diskusi pub­lik yang lebih luas ten­tang bagaimana seharus­nya pro­tokol pen­gawalan peja­bat negara dit­er­ap­kan. Apakah per­lu selalu meng­gu­nakan sirene keras, ataukah bisa dilakukan den­gan cara lebih huma­n­is?

Dalam kon­teks atu­ran lalu lin­tas, peng­gu­naan sirene dan lam­pu rota­tor memang diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 ten­tang Lalu Lin­tas dan Angku­tan Jalan. Kendaraan bermo­tor yang men­da­p­at hak uta­ma di jalan, ter­ma­suk Pres­i­den, diizinkan meng­gu­nakan fasil­i­tas ini. Namun, undang-undang terse­but tidak mewa­jibkan peng­gu­naan sirene seti­ap saat, sehing­ga teknis­nya bisa dis­esuaikan den­gan situ­asi lapan­gan.

Bisa jadi, kepu­tu­san tidak meng­gu­nakan sirene di momen ini meru­pakan strate­gi ter­ten­tu, baik demi kenya­manan pub­lik maupun seba­gai ben­tuk komu­nikasi sim­bo­lis bah­wa Pres­i­den ingin lebih dekat den­gan masyarakat.

Peri­s­ti­wa iring-iringan Pres­i­den di Tol Jago­rawi tan­pa sirene “Tot Tot Wok Wok” men­ja­di viral kare­na menampilkan wajah baru dalam pen­gawalan VVIP. Mes­ki men­u­ai pro dan kon­tra, momen ini menun­jukkan bah­wa ada alter­natif cara dalam men­ja­ga kea­manan dan kelan­car­an per­jalanan peja­bat negara tan­pa harus meng­gang­gu peng­gu­na jalan lain.

Pub­lik kini menan­tikan klar­i­fikasi res­mi dari pihak Istana atau aparat terkait, apakah ini meru­pakan kebi­jakan baru atau hanya situ­a­sion­al. Yang jelas, momen ini berhasil menarik per­ha­t­ian ribuan pasang mata di media sosial dan memicu diskusi lebih luas ten­tang gaya pen­gawalan di Indone­sia. (Ahm/abd)

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *