Pelalawan, Riau, SniperNew.id – Haru dan bahagia menyelimuti para orang tua dan siswa SD Negeri 020 Toro Jaya, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan. Setelah berbulan-bulan harus belajar di bawah tenda biru karena tidak memiliki bangunan sekolah yang layak, hari ini anak-anak kembali mendapatkan hak mereka untuk belajar secara normal di ruang kelas, Kamis 17 Juli 2025.
Kabar bahagia ini dibagikan melalui unggahan akun Facebook “Saliyem Bundanya Salsa”, seorang wali murid, yang mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah memperjuangkan nasib pendidikan anak-anak di daerah tersebut.
“Terimakasih banyak kepada semua pihak yg terkait, yg telah memperjuangkan anak-anak kami untuk bisa kembali bersekolah dan belajar di SD Negeri 020 Toro JAYA.. 🙏🙏🙏,” tulisnya, disertai dengan tagar-tagar seperti #fyp, #beritaviral, #savetorojaya, #sekolahtendabiru.
Unggahan tersebut disertai foto suasana penuh semangat, di mana para siswa berseragam merah putih tampak duduk rapi di atas tikar, dengan latar bangunan sekolah kayu sederhana. Tampak pula beberapa anggota TNI, tokoh masyarakat, serta para guru dan orang tua yang hadir untuk menyaksikan momen bersejarah ini.
Sekolah ini sempat menjadi perhatian nasional usai viral di media sosial dengan istilah “Sekolah Tenda Biru”, karena para siswanya harus belajar di bawah tenda darurat akibat fasilitas sekolah yang tidak memadai. Berkat tekanan publik dan dukungan dari masyarakat serta media sosial, bantuan pun mengalir. Pemerintah daerah akhirnya mengambil langkah cepat untuk memastikan anak-anak kembali bisa belajar dalam kondisi yang lebih manusiawi.
Kembalinya aktivitas belajar di ruang kelas menjadi bukti nyata bahwa suara masyarakat peduli dapat membawa perubahan. Warga Toro Jaya pun berharap perhatian terhadap pendidikan di daerah terpencil seperti ini tidak hanya datang saat viral, tetapi menjadi tanggung jawab bersama secara berkelanjutan.
Kini, semangat baru membara di wajah anak-anak Toro Jaya. Bukan hanya karena mereka kembali ke sekolah, tapi juga karena mereka merasa diperjuangkan. Sebuah kemenangan kecil bagi pendidikan Indonesia di pelosok negeri. (Red)


















