Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Pendidikan

Sekolah SD di NTT Masih Memprihatinkan, Warganet Pertanyakan Peran DPR

517
×

Sekolah SD di NTT Masih Memprihatinkan, Warganet Pertanyakan Peran DPR

Sebarkan artikel ini

Nusa Teng­gara Timur, SniperNew.id - Di ten­gah gen­car­nya pem­ban­gu­nan infra­struk­tur dan pro­gram pen­ingkatan mutu pen­didikan, kon­disi seko­lah dasar (SD) negeri di Nusa Teng­gara Timur (NTT) kem­bali men­ja­di sorotan pub­lik. Melalui ung­ga­han di media sosial, seo­rang peng­gu­na den­gan nama akun alnassy­it menyam­paikan kepri­hati­nan­nya ter­hadap kon­disi fisik salah satu SD negeri di NTT yang masih san­gat mem­pri­hatinkan, Jumat (12/09/25).

Dalam ung­ga­han­nya, alnassy­it menulis. “Mem­pri­hatinkan di negara yang katanya negeri yang sub­ur dan mak­mur den­gan hasil buminya tetapi masih ada seko­lah SD negeri di NTT yang kon­disi fisik masih seper­ti ini, lalu DPR pada kem­ana yang katanya wak­il raky­at?”

Ung­ga­han terse­but juga menampilkan video yang mem­per­li­hatkan murid-murid SD duduk di bangku kayu seder­hana, den­gan lan­tai tanah dan dind­ing bilik bam­bu, ser­ta atap seng seadanya. Ter­li­hat seo­rang guru berdiri di depan kelas sam­bil men­dampin­gi para murid­nya yang sedang bela­jar.

  Ratu Dewa Tinjau Kondisi SDN 31 Palembang, Dorong Perbaikan Sarana Pendidikan

Postin­gan itu kemu­di­an men­u­ai banyak komen­tar dari war­ganet yang ikut pri­hatin dan menyuarakan kri­tiknya. Komen­tar per­ta­ma datang dari peng­gu­na den­gan nama akun fitriyahasnawi82 yang menulis. “Ya Allah… kok masih ada seko­la­han SDN di INDONESIA yang seper­ti itu.”

Komen­tar ini mem­per­li­hatkan keterke­ju­tan dan keke­ce­waan war­ganet bah­wa di era sekarang, masih ada seko­lah den­gan kon­disi fisik yang san­gat jauh dari kata layak.

Peng­gu­na lain den­gan nama akun trigunawan260 mem­berikan saran agar infor­masi ini ditin­dak­lan­ju­ti oleh pihak terkait. “Tulis atau kasih tahu ala­mat selengkap­nya, NTT cukup luas, Insyaal­lah Allah ada yang ban­tu untuk dis­am­paikan ke Dinas terkait.”

Komen­tar ini meny­oroti pent­ingnya tin­dak lan­jut yang konkret agar infor­masi tidak hanya men­ja­di keluhan di media sosial, tetapi juga sam­pai kepa­da instan­si berwe­nang.

Semen­tara itu, laharse menulis komen­tar berna­da sindi­ran. “Kata KYO, pres­i­den ter­baik adalah Jokowi, om coba tele­pon KYO.”

Komen­tar terse­but dis­am­but den­gan berba­gai reak­si, namun ada juga yang mengkri­tisi para wak­il raky­at. Akun chairinnisa.chairinnisa.14473 menulis.  “DPR minta tun­jan­gan rumah sebu­lan 50 jt, itu lihat DPR jgn asyik minta tun­jan­gan dan gaji melan­git.”

  Transparansi Pendidikan: SDN 100 Lombakasi Gelar Rapat Dewan Guru Bersama Pengawas

Komen­tar ini mencer­minkan keke­ce­waan masyarakat ter­hadap DPR yang diang­gap lebih fokus pada kenaikan tun­jan­gan ketim­bang mem­per­juangkan fasil­i­tas pen­didikan.

Peng­gu­na lain, kosim.adnan, juga menam­bahkan komen­tar keras. “Negara korup­si sama anak cucu juga raky­at tetap susah.”

Sedan­gkan akun sanctum1234 mengkri­tik peng­gu­naan anggaran pemer­in­tah.  “Duit tril­i­u­nan rupi­ah pro­gram mbg seharus­nya bisa dipakai untuk ban­gun gedung seko­lah yang san­gat bagus.”

Komen­tar itu men­garah pada dugaan pem­borosan anggaran dan pri­or­i­tas pem­ban­gu­nan yang salah sasaran.

Akun isa_fidi ikut menyuarakan dukun­gan agar masalah ini viral dan diden­gar peja­bat. “Ban­tu up bestie… biar peja­bat tidak tidur aja…”

War­ganet lain juga turut men­gungkap­kan hara­pan agar peja­bat pemer­in­tah lebih peduli ter­hadap masalah pen­didikan. Akun lely­d­jah­min menulis, “Ya Allah bukakan­lah mata hati peja­bat-peja­bat yang kaya raya di Indone­sia…”

Komen­tar ini menggam­barkan hara­pan agar peja­bat tidak menut­up mata ter­hadap ketim­pan­gan pen­didikan yang masih ter­ja­di di pelosok negeri.

Tak ket­ing­galan, kri­tik juga diarahkan kepa­da anggota DPR yang diang­gap lebih ser­ing beper­gian ke luar negeri dari­pa­da mem­per­hatikan kebu­tuhan pen­didikan di daer­ah. Akun hani_sajarete menulis. “DPR nya pada asik jalan-jalan kelu­ar negeri, tidur KL rap­at.”

  Sekolah Rakyat, Bukti Komitmen Pemerintah Prabowo dalam Membangun SDM Indonesia

Kon­disi ini menim­bulkan kepri­hati­nan men­dalam dari berba­gai pihak. Pasal­nya, pen­didikan meru­pakan hak dasar war­ga negara yang dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945. Negara berke­wa­jiban menye­di­akan sarana dan prasarana pen­didikan yang memadai agar semua anak bisa bela­jar den­gan nya­man dan aman.

Fenom­e­na ini sekali­gus men­ja­di cer­min bah­wa kesen­jan­gan pem­ban­gu­nan masih ter­ja­di di beber­a­pa wilayah, teruta­ma di daer­ah 3T (ter­de­pan, ter­pen­cil, dan tert­ing­gal) seper­ti NTT. Pemer­in­tah pusat dan daer­ah dihara­p­kan turun tan­gan untuk mem­per­bai­ki sarana pen­didikan agar anak-anak di wilayah terse­but men­da­p­atkan hak bela­jar yang sama seper­ti anak-anak di kota besar.

Masalah ini dihara­p­kan tidak hanya men­ja­di viral di media sosial, tetapi benar-benar men­ja­di per­ha­t­ian serius pemer­in­tah agar anak-anak di pelosok Indone­sia tidak lagi bela­jar di seko­lah den­gan kon­disi mem­pri­hatinkan. Per­baikan sarana pen­didikan meru­pakan kun­ci untuk meningkatkan kual­i­tas sum­ber daya manu­sia Indone­sia di masa depan. (Abd/ABB).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *