Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Sawah Tergenang, Harapan Petani Tenggelam: Warga Ambarawa Desak Pemerintah Ambil Langkah Nyata

846
×

Sawah Tergenang, Harapan Petani Tenggelam: Warga Ambarawa Desak Pemerintah Ambil Langkah Nyata

Sebarkan artikel ini

Pringsewu, SniperNew.id | Hujan deras yang meng­guyur Keca­matan Ambarawa, Kabu­pat­en Pringsewu, Lam­pung, sejak Sab­tu malam hing­ga Ming­gu pagi (6/7/2025), menye­babkan ratu­san hek­tare sawah milik war­ga teren­dam ban­jir. Kon­disi ini mem­bu­at para petani resah dan khawatir gagal panen.

Wilayah ter­dampak meliputi Pekon Ambarawa, Ambarawa Barat, dan Ambarawa Timur. Tana­man padi yang baru beru­mur beber­a­pa ming­gu kini ter­ge­nang air, seba­gian mulai men­gun­ing dan rusak aki­bat ter­lalu lama teren­dam.

  Polda Lampung Sosialisasikan UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP di Polres Pringsewu

Kepala Pekon Ambarawa, Alhu­da, men­gungkap­kan bah­wa ban­jir terse­but dise­babkan oleh melu­ap­nya dua sun­gai besar di wilayah setem­pat, yakni Sun­gai Way Napal dan Way Bulok. Sun­gai terse­but tidak mam­pu lagi menam­pung deb­it air ting­gi aki­bat curah hujan ekstrem.

“Sudah sejak dini hari air mulai naik dan masuk ke are­al per­sawa­han. Sun­gai-sun­gai kita sudah ter­lalu dan­gkal dan tidak kuat menam­pung air hujan. Saya mewak­ili masyarakat, mem­o­hon per­ha­t­ian pemer­in­tah daer­ah hing­ga pusat agar segera melakukan nor­mal­isasi sun­gai dan eval­u­asi menyelu­ruh ter­hadap Ben­dun­gan Way Gatel di Pan­jere­jo,” ujarnya.

Alhu­da menekankan bah­wa ini bukan keja­di­an per­ta­ma, namun sayangnya, belum ada tin­dakan serius dan berke­lan­ju­tan dari pihak terkait. Ia berharap keja­di­an ini men­ja­di momen­tum bagi pemer­in­tah untuk turun tan­gan secara konkret.

  Warga Pringsewu Mulai Beralih ke MyRepublic, Lemotnya Internet Bikin Kesal!

Selain nor­mal­isasi sun­gai dan pem­be­na­han ben­dun­gan, Alhu­da juga men­dorong per­lun­ya pem­ban­gu­nan sis­tem drainase dan tang­gul pena­han air agar sawah war­ga tidak terus men­ja­di kor­ban saat musim hujan tiba.

Sejum­lah war­ga pun menyam­paikan keluhan seru­pa. Bam­bang, petani asal Pekon Ambarawa Barat, men­gaku pas­rah meli­hat lahan­nya tengge­lam semala­man.

“Pada­hal baru ming­gu kemarin saya tabur pupuk. Sekarang semuanya tengge­lam. Padi saya han­cur. Kalau begi­ni terus, kami mau makan dari mana?” ucap Bam­bang den­gan nada lir­ih.

NN war­ga lain­nya, juga menyam­paikan rasa cemas­nya. Ia menu­turkan bah­wa sawah adalah satu-sat­un­ya sum­ber peng­hasi­lan kelu­ar­ganya.

“Kalau gagal panen, kami eng­gak bisa bayar seko­lah anak, eng­gak bisa beli pupuk lagi. Kami san­gat berharap ada ban­tu­an daru­rat, dan lebih pent­ing lagi, solusi jang­ka pan­jang dari pemer­in­tah,” jelas­nya.

  Tregis Peristiwa di Pringsewu, Feri Handika Tewas Ditikam Tetangga

War­ga kini berharap pemer­in­tah segera turun tan­gan, tidak hanya den­gan menin­jau lokasi, tetapi juga mem­berikan ban­tu­an nya­ta seper­ti bib­it peng­gan­ti, pupuk, dan kom­pen­sasi bagi petani yang ter­dampak. Selain itu, mere­ka mende­sak agar proyek-proyek penang­gu­lan­gan ban­jir, seper­ti nor­mal­isasi sun­gai dan eval­u­asi sis­tem iri­gasi, segera dilak­sanakan.

Ban­jir ini kem­bali mem­bu­ka mata bah­wa sek­tor per­tan­ian masih san­gat rentan ter­hadap ben­cana. Keti­ka infra­struk­tur tidak memadai, petani selalu men­ja­di kor­ban. Jika tidak ada per­ha­t­ian serius, bukan hanya panen yang gagal, tapi juga hara­pan hidup ribuan kelu­ar­ga petani akan ikut tengge­lam.

Edi­tor: (Dar­mawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *